Tim UGM Dampingi Penguatan Daya Saing Produk Olahan Cokelat di Desa Wisata Nglanggeran

Media Digital
Media Digital Kamis, 08 Oktober 2026 11:42 WIB
Tim UGM Dampingi Penguatan Daya Saing Produk Olahan Cokelat di Desa Wisata Nglanggeran

Tim Pengabdian kepada Masyarakat UGM melalui Laboratorium Manajemen Sistem Industri (MSI), Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), menyelenggarakan pelatihan Smart Packaging Development dan Customer Relationship Management (CRM) bagi pengelola UMKM Griya Cokelat Nglanggeran di Desa Wisata Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul./ Istimewa

Menjembatani Potensi Hulu dan Hilir Komoditas Kakao, Tim UGM Dampingi Penguatan Daya Saing Produk Olahan Cokelat di Desa Wisata Nglanggeran

GUNUNGKIDUL— Kakao Nglanggeran tidak berhenti sebagai komoditas yang tumbuh di lahan petani. Dari kebun, kakao diolah menjadi produk cokelat yang kemudian bertemu dengan wisatawan dan konsumen. Rangkaian proses dari hulu hingga hilir inilah yang terus diperkuat melalui pendampingan berkelanjutan bersama masyarakat Nglanggeran.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat UGM melalui Laboratorium Manajemen Sistem Industri (MSI), Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), menyelenggarakan pelatihan Smart Packaging Development dan Customer Relationship Management (CRM) bagi pengelola UMKM Griya Cokelat Nglanggeran di Desa Wisata Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendampingan yang telah berjalan sejak pascapandemi Covid-19 dan kini memasuki tahun keempat. Pendampingan tidak hanya diarahkan pada penguatan usaha di sisi hilir, tetapi juga diawali dengan melihat kondisi kakao di tingkat hulu melalui survei lahan.

Pendekatan ini dilakukan untuk melihat bagaimana potensi bahan baku lokal dapat terhubung dengan proses pengolahan, pengemasan, pemasaran, hingga pengalaman konsumen terhadap produk cokelat Nglanggeran.

Lurah Nglanggeran, Widada, menyampaikan dukungan penuh terhadap keberlanjutan kegiatan tersebut dalam pidato sambutannya. Menurutnya, kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, perguruan tinggi, dan pelaku usaha penting dilakukan agar potensi lokal dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dari sisi hilir, pelatihan bagi pengelola Griya Cokelat Nglanggeran diarahkan agar produk tidak hanya tampil lebih baik, tetapi juga mampu membangun hubungan dengan konsumen.

Melalui Smart Packaging Development, kemasan diposisikan sebagai bagian dari komunikasi produk. Sementara melalui Customer Relationship Management (CRM), konsumen yang telah membeli diharapkan tidak berhenti pada satu transaksi, tetapi dapat terus terhubung dengan Griya Cokelat.

Ketua tim pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Dr. Novita Erma Kristanti, S.T.P., M.P., mengatakan keberlanjutan pendampingan penting karena pengembangan UMKM tidak dapat dilakukan hanya dari satu sisi.

“Kalau kita melihat dari hulu sampai hilir, kita bisa memahami bagaimana potensi kakao di lahan kemudian diterjemahkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Jadi bukan hanya bagaimana menghasilkan produk, tetapi bagaimana produk tersebut sampai kepada konsumen dan terus memiliki hubungan dengan mereka,” ujarnya.

Pendekatan tersebut juga mempertemukan kebutuhan di tingkat lahan dengan kebutuhan UMKM. Survei lahan memberikan gambaran mengenai kondisi dan potensi kakao yang menjadi bahan baku. Sementara itu, pendampingan di Griya Cokelat diarahkan untuk melihat bagaimana produk olahan dapat terus dikembangkan agar memiliki daya saing dan pasar yang lebih luas.

Dr. Ir. Dyah Ismoyowati, M.Sc., turut memberikan penguatan dalam kegiatan pelatihan. Sementara Sugeng Handoko, S.T., selaku pengelola Griya Cokelat Nglanggeran, menyampaikan pengalaman dan kebutuhan pengembangan usaha dari perspektif mitra.

Bagi Sugeng, pengembangan Griya Cokelat Nglanggeran tidak hanya berkaitan dengan penjualan produk, tetapi juga bagaimana konsumen dapat mengenal dan mengingat produk tersebut setelah berkunjung. Karena itu, kemasan, informasi produk, komunikasi digital, dan hubungan dengan konsumen menjadi bagian yang semakin penting dalam pengembangan usaha.

Respons mitra terhadap pendampingan menunjukkan bahwa kebutuhan UMKM terus berkembang seiring perubahan perilaku konsumen. Pengelola tidak hanya membutuhkan inovasi produk, tetapi juga cara untuk memahami konsumen, menjaga komunikasi, dan mendorong pembelian kembali.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan penguatan CRM dan pemanfaatan kanal digital menjadi bagian dari pendampingan tahun ini. Tim riset juga telah melakukan uji persepsi terhadap prototipe kemasan dengan melibatkan 140 responden.

Hasilnya menunjukkan bahwa 29 dari 30 indikator mengalami peningkatan signifikan dibandingkan dengan kemasan sebelumnya, terutama pada fitur QR Code dan kemasan yang dapat ditutup kembali. Temuan tersebut menjadi salah satu dasar pengembangan kemasan yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Empat tahun pendampingan menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut. Kegiatan yang dilakukan tidak ditempatkan sebagai intervensi sesaat, melainkan sebagai proses belajar bersama antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Mulai dari survei lahan kakao di sisi hulu hingga penguatan kemasan, CRM, dan pemasaran di sisi hilir, setiap kegiatan diarahkan untuk membangun kapasitas yang dapat terus digunakan oleh mitra.

Keberlanjutan ini menjadi semakin penting karena kakao memiliki keterkaitan dengan potensi ekonomi dan pariwisata desa. Produk cokelat dapat menjadi titik temu antara hasil pertanian, aktivitas UMKM, dan pengalaman wisatawan.

Ke depan, pendampingan diharapkan dapat terus memperkuat keterhubungan tersebut. Kakao dari lahan tidak hanya dipandang sebagai bahan baku, tetapi juga sebagai bagian dari cerita yang dapat dibawa hingga menjadi produk, pengalaman, dan identitas Nglanggeran.

Dengan demikian, penguatan UMKM Griya Cokelat sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kakao lokal yang tumbuh bersama masyarakat dan berkelanjutan. Kegiatan ini turut mendukung pencapaian SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDGs 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online