Balai Diklat Keuangan Yogyakarta Perkuat Pembelajaran bagi Pemda hingga Masyarakat
Balai Diklat Keuangan (BDK) Yogyakarta menyiapkan berbagai program pembelajaran dan pengembangan kompetensi yang menyasar aparatur pemerintah
Balai Diklat Keuangan (BDK) Yogyakarta menyiapkan berbagai program pembelajaran dan pengembangan kompetensi yang menyasar aparatur pemerintah, pengelola keuangan daerah, generasi muda, hingga masyarakat umum./ Ist
SLEMAN—Balai Diklat Keuangan (BDK) Yogyakarta menyiapkan berbagai program pembelajaran dan pengembangan kompetensi yang menyasar aparatur pemerintah, pengelola keuangan daerah, generasi muda, hingga masyarakat umum.
Program tersebut dikembangkan melalui berbagai metode, mulai dari pelatihan tatap muka, pembelajaran jarak jauh, e-learning, hingga pembentukan komunitas belajar.
Kepala BDK Yogyakarta, Endang Widajati, mengatakan salah satu program yang dikembangkan yakni Community of Practice (COP) bagi pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Komunitas tersebut menjadi ruang bagi para pengurus untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi di wilayah masing-masing.
“Diharapkan dengan COP ini dapat berbagi pengetahuan, berbagi pengalaman, mungkin juga sampai berbagi solusi,” kata Endang dalam acara Forum Konsultasi Publik dan Gathering terkait Standar Pelayanan di Balai Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Yogyakarta, Kamis (17/9/2026).
Selain COP, BDK Yogyakarta mengembangkan program Bina Muda yang menyasar generasi muda. Program tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama BDK Yogyakarta dengan Sekolah Rakyat MA 20 Sleman.
Endang mengatakan program Bina Muda memberikan edukasi kepada 75 siswa Sekolah Rakyat MA 20 Sleman melalui kegiatan ekstrakurikuler. Materi yang diberikan antara lain kemampuan berbicara, fotografi, dan pengembangan kompetensi diri.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyelenggaraan Pembelajaran BPPK Yogyakarta, Dike Ardyana Susanti, mengatakan sejumlah program pembelajaran dari berbagai pusat pendidikan dan pelatihan di lingkungan BPPK dapat diakses oleh masyarakat maupun pemerintah daerah.
Salah satunya yakni Creditworthiness Academy yang ditujukan bagi pengelola keuangan pemerintah daerah. Program tersebut mencakup identifikasi kelayakan kredit daerah, penentuan prioritas perbaikan aspek keuangan, ekonomi, dan infrastruktur, serta penyusunan strategi pembiayaan daerah yang berkelanjutan.
BDK Yogyakarta juga menyelenggarakan pelatihan penyusunan laporan keuangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta pelatihan manajemen bisnis keuangan KDKMP. Untuk pelatihan penyusunan laporan keuangan SPPG, Dike mengatakan pihaknya telah menyelenggarakan dua angkatan pada Juli 2026.
Selain itu, terdapat pelatihan pajak daerah yang menyasar aparatur pengelola pendapatan daerah. Materi yang diberikan antara lain juru sita pajak daerah, pemeriksa pajak daerah, penilai PBB-P2, penggalian potensi pajak daerah, serta optimalisasi retribusi daerah.
“Untuk penyelenggaraan di BDK Jogja tahun 2026 kami sudah menyelenggarakan dua pelatihan pajak daerah,” kata Dike.
BDK Yogyakarta juga menyediakan akses pembelajaran digital melalui KLC dan sistem manajemen pengetahuan. Dike menyebut terdapat sekitar 1.712 program pembelajaran digital, dengan sekitar 529.252 pengguna terdaftar dan 19.975 aset intelektual.
Kepala Subbagian Tata Usaha dan Kepatuhan Internal BPPK Yogyakarta, Agung Nugroho Kurnianto, mengatakan pihaknya membuka ruang bagi para pemangku kepentingan untuk memberikan masukan terhadap program dan layanan BDK Yogyakarta melalui forum konsultasi publik.
Forum tersebut digelar setiap tahun. Berbagai rekomendasi yang disepakati dalam forum selanjutnya menjadi bahan tindak lanjut bagi BDK Yogyakarta dalam meningkatkan program dan layanan.
Selain program pembelajaran, fasilitas BDK Yogyakarta seperti ruang kelas, asrama, aula, dan ruang makan juga dapat dimanfaatkan oleh pihak eksternal melalui mekanisme penyewaan dan pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Balai Diklat Keuangan (BDK) Yogyakarta menyiapkan berbagai program pembelajaran dan pengembangan kompetensi yang menyasar aparatur pemerintah
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gunungkidul menggelar Festival Literasi 2026 selama lima hari untuk memacu budaya membaca dan berkarya di masyarakat.
Kepala BGN Sudaryono ungkap bahan baku hewani rusak jadi penyebab keracunan MBG. Ribuan dapur kini diinvestigasi dan terancam ditutup.
KPK menyisir tiga ruangan dirjen di Kementerian ATR/BPN terkait pengusutan kasus dugaan suap HGB PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor.
Pembangunan rusun ASN Sleman belum terealisasi akibat kendala pengadaan tanah. Pemkab Sleman kaji opsi penggunaan tanah kas desa (TKD).
PB PDGI menyebut 95% masyarakat Indonesia rutin sikat gigi, namun kurang dari 3% yang melakukannya di waktu tepat: setelah sarapan dan sebelum tidur.