Penjualan Online Belum Maksimal? Ini Strategi yang Bisa Dicoba UMKM

Media Digital
Media Digital Jum'at, 09 Oktober 2026 18:22 WIB
Penjualan Online Belum Maksimal? Ini Strategi yang Bisa Dicoba UMKM

Pelatihan penjualan online bagi UMKM./ Istimewa

JAKARTA – Memasarkan produk secara daring menjadi kebutuhan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di era digital. Namun, belum semua pelaku UMKM mampu mengoptimalkan penjualan online untuk meningkatkan omzet.

Founder Digifolium, Weliyan Tanoyo, mengatakan ada dua kendala umum yang membuat pelaku UMKM belum maksimal dalam memanfaatkan penjualan daring. Keduanya adalah belum terbiasa menggunakan beragam fitur di lokapasar (marketplace) dan keterbatasan sumber daya manusia (SDM).

“Jadi, sebenarnya bukan gaptek (gagap teknologi), hanya belum terbiasa. Yang berikutnya, banyak UMKM masih single fighter, sehingga kemampuannya terbatas. Pelatihan dan materi yang bagus tidak segera dikerjakan sehingga lupa,” ujarnya di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Weliyan menyampaikan hal tersebut saat menjadi pembicara dalam sesi Digitalization Bootcamp, bagian dari rangkaian kegiatan Bootcamp UMKM untuk Indonesia (UUI) 2026: Kita Mau Kita Bisa, Menembus Batas Membuka Pasar Global.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) dengan menghadirkan 230 pelaku UMKM. Peserta terdiri atas 180 UMKM binaan SETC dan 50 pelaku usaha yang tergabung dalam Jakpreneur.

SETC merupakan bagian dari program pemberdayaan UMKM PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) di bawah payung program keberlanjutan “Sampoerna untuk Indonesia”.

Weliyan menuturkan, pelaku UMKM perlu mengelola waktu secara konsisten untuk meningkatkan kemampuan pemasaran daring. Dengan pengelolaan waktu yang baik, pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan dapat diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Pelaku UMKM juga perlu cermat mencari strategi alternatif ketika penjualan sedang lesu. Jika produk andalan kurang diminati pasar, mereka dapat mencoba menjual produk lain yang masih berkaitan untuk menjaga kinerja penjualan. Sebagai contoh, ketika penjualan sepatu menurun, pelaku usaha dapat menawarkan produk pelengkap seperti sabuk atau ikat pinggang.

Manfaatkan Fitur Live Streaming

Pada kesempatan yang sama, Womanpreneur & E-Commerce Coach Rika Yeo membagikan kiat memanfaatkan fitur live streaming untuk memasarkan produk UMKM.

Menurut Rika, kegiatan live streaming harus memiliki tujuan yang jelas, yakni memasarkan produk yang telah direncanakan. Strategi tersebut juga dapat dikombinasikan dengan promosi produk unggulan agar lebih menarik bagi calon pembeli.

Ia menjelaskan, salah satu kunci keberhasilan penjualan melalui live streaming adalah kemampuan berinteraksi secara aktif dengan penonton. Interaksi yang tinggi menunjukkan adanya keterlibatan audiens dan berpotensi membuat siaran lebih direkomendasikan oleh platform lokapasar.

“Rumusnya sederhana, cukup ingat SKSD Aja. SKSD Aja itu singkatan dari Sapa atau menyapa penonton. Berikutnya Kenalan, Spill problem konsumen, lalu Diskon. Jangan lupa untuk selalu selipkan Ajakan untuk membeli,” katanya.

Rika juga membagikan strategi agar calon konsumen tertarik membeli produk yang dipasarkan melalui live streaming. Menurutnya, pelaku usaha perlu menunjukkan bahwa produk yang ditawarkan mampu menyelesaikan masalah konsumen, memberikan manfaat, serta dilengkapi bukti yang meyakinkan sebelum mengajak penonton membeli.

“Kita bisa mulai dari masalah yang dihadapi konsumen, lalu tunjukkan bukti, dan demonstrasikan hal yang mau ditonjolkan dari produk. Calon pembeli akan tertarik ketika melihat bukti. Diskon dapat diberikan saat konsumen melakukan check out,” tambahnya.(Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online