PT Astra International Tbk dan BKKBN Perkuat Pencegahan Stunting di Sukabumi

Media Digital
Media Digital Jum'at, 09 Oktober 2026 21:32 WIB
PT Astra International Tbk dan BKKBN Perkuat Pencegahan Stunting di Sukabumi

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka berinteraksi dengan ibu dan bayinya saat mengunjungi Desa Sejahtera Astra Gedepangrango di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (9/10). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak serta mendukung pencegahan stunting./ Istimewa

SUKABUMI – PT Astra International Tbk (Astra) memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dalam upaya mencegah stunting melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Program ini dijalankan melalui Kader Gizi Sahabat Keluarga di Desa Sejahtera Astra Gedepangrango, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Sejak Juni 2025, program tersebut berfokus pada intervensi gizi, peningkatan kapasitas kader kesehatan, penguatan layanan Posyandu, serta pendampingan keluarga. Untuk melihat langsung pelaksanaan program, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, mengunjungi Desa Sejahtera Astra Gedepangrango pada Jumat (9/10/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi pemerintah dan Astra dalam mendukung program GENTING, khususnya melalui pemberdayaan Kader Gizi Sahabat Keluarga di tingkat desa. Isyana juga mengapresiasi komitmen Astra yang berpartisipasi sebagai orang tua asuh dalam program tersebut.

“Kami optimistis angka stunting akan terus bisa ditekan. Kami melakukan berbagai kolaborasi, seperti hari ini menggandeng Astra. Ke depan diharapkan makin banyak perusahaan yang akan terlibat dengan upaya pencegahan stunting,” ujar Isyana.

Dalam kunjungan tersebut, Isyana didampingi Head of Environment & Social Responsibility Astra, Diah Suran Febrianti, dan Penggerak Desa Sejahtera Astra Gedepangrango, Ending Khoerudin.

Isyana meninjau berbagai inisiatif kesehatan masyarakat yang dijalankan di desa tersebut, mulai dari intervensi gizi bagi balita dan ibu hamil, penguatan layanan Posyandu, hingga pendampingan keluarga oleh kader kesehatan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan serah terima bantuan intervensi gizi bagi keluarga berisiko stunting. Bantuan nutrisi tersebut berupa makanan siap santap atau bahan pangan sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan RI, terutama untuk mendukung pemenuhan gizi selama periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Selain bantuan nutrisi, program ini mencakup bantuan nonnutrisi berupa perbaikan jamban, penyediaan air bersih, dan rumah layak huni. Bantuan edukasi juga diberikan melalui penyuluhan pencegahan stunting, pendampingan ibu hamil, pengasuhan balita, hingga pemberdayaan ekonomi bagi penerima manfaat. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula penyematan pin kepada para kader pendamping keluarga.

Rombongan kemudian mengunjungi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Sawo untuk melihat pelayanan kesehatan dengan pendekatan siklus hidup sekaligus bertemu dengan penerima bantuan intervensi gizi. Kunjungan dilanjutkan ke dua rumah keluarga sasaran program GENTING di sekitar Posyandu ILP Sawo.

Selain meninjau sektor kesehatan, rombongan juga mengunjungi Wisata Legok Icak, salah satu potensi wisata berbasis alam di Desa Sejahtera Astra Gedepangrango. Di lokasi tersebut, rombongan melihat langsung proses pembuatan gula aren dan kerajinan tangan berupa anyaman yang menjadi bagian dari pengembangan kewirausahaan masyarakat.

Perkuat Layanan Kesehatan hingga Tingkat Keluarga

Desa Sejahtera Astra merupakan program kontribusi sosial berkelanjutan yang berfokus pada pengembangan dan penguatan desa dalam bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan. Program ini telah tersebar di lebih dari 1.500 desa di 35 provinsi dan menjangkau lebih dari 3 juta penerima manfaat.

Pembinaan Desa Sejahtera Astra Gedepangrango telah dilakukan sejak 2021. Sejak Juni 2025, Astra memperkuat layanan kesehatan masyarakat melalui peningkatan kapasitas kader, intervensi gizi, penguatan Posyandu ILP, serta kunjungan rumah oleh kader.

“Desa Sejahtera Astra tidak hanya berkontribusi untuk mengembangkan potensi ekonomi desa, tetapi juga menjadi ruang bagi Astra untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kami berharap kolaborasi bersama pemerintah, masyarakat dan keluarga dapat terus diperkuat sehingga manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujar Executive in Charge Astra, Boy Gemino Kalauserang.

Pada tahap awal pengembangan program, sebanyak 55 kader Desa Sejahtera Astra Gedepangrango telah mengikuti asesmen 25 keterampilan dasar kader Posyandu di bidang kesehatan. Seluruh kader dinyatakan lulus dan memenuhi kompetensi sebagai kader tingkat Purwa, Madya, dan Utama yang diakui Kementerian Kesehatan RI.

Selanjutnya, sejak September 2025, penguatan layanan kesehatan primer diwujudkan melalui implementasi Posyandu ILP. Implementasi tersebut mendorong peningkatan jumlah kunjungan Posyandu dari 706 kunjungan sebelum penerapan menjadi 795 kunjungan setelah penerapan, atau meningkat 13%.

Berdasarkan data program, kunjungan didominasi kelompok remaja sebesar 68%, sedangkan kelompok dewasa dan lansia mencapai 90%. Data tersebut menunjukkan pemanfaatan layanan Posyandu oleh masyarakat lintas kelompok usia.

Untuk memastikan pendampingan keluarga berjalan berkelanjutan, sebanyak 55 kader melakukan kunjungan rumah secara rutin selama April hingga Juni 2026. Kegiatan tersebut telah menjangkau 674 keluarga atau 1.781 anggota keluarga.

Kunjungan rumah oleh kader akan terus dilaksanakan hingga Maret 2027 dengan dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Upaya ini diharapkan memperkuat kapasitas kader kesehatan, meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan primer, serta memperluas pendampingan hingga tingkat keluarga.

Menuju 70 Tahun Astra

Memasuki usia ke-70, Astra mengusung tema “Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia”. Tema tersebut sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa melalui pengembangan usaha, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan kontribusi sosial berkelanjutan.

Astra menyebut keberadaannya telah menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang menjangkau lebih dari 16 juta orang, termasuk karyawan dan keluarganya, pelanggan, serta lebih dari 3 juta penerima manfaat melalui program Desa Sejahtera Astra.

Melalui kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat Desa Sejahtera Astra Gedepangrango, Astra berupaya mengembangkan potensi desa sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Upaya tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi Astra dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online