Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Terima Satyalencana Kepariwisataan

Media Digital
Media Digital Kamis, 20 Agustus 2026 07:32 WIB
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Terima Satyalencana Kepariwisataan

Dua penggerak Desa Sejahtera Astra (DSA), yakni Zainul Arifin dari DSA Ketapanrame dan Nur Ahmadi dari DSA Wukirsari, menerima Tanda Kehormatan Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden Republik Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi keduanya dalam mengembangkan potensi pariwisata desa berbasis komunitas./ Ist

JAKARTA - Dua penggerak Desa Sejahtera Astra (DSA), yakni Zainul Arifin dari DSA Ketapanrame dan Nur Ahmadi dari DSA Wukirsari, menerima Tanda Kehormatan Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden Republik Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi keduanya dalam mengembangkan potensi pariwisata desa berbasis komunitas.

Penghargaan diserahkan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Satyalencana Kepariwisataan merupakan tanda kehormatan dari Presiden RI bagi individu yang dinilai berjasa dalam bidang kepariwisataan. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kepeloporan dan kontribusi nyata dalam mengembangkan pariwisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Astra mengapresiasi penghargaan yang diterima oleh kedua penggerak Desa Sejahtera Astra yang telah mendapatkan pendampingan dari Astra sejak 2023 dan berkontribusi memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat pengembangan pariwisata berbasis komunitas. Penghargaan ini adalah kemenangan bagi seluruh masyarakat desa yang tak lelah berinovasi dan semoga dapat menularkan inspirasi bagi desa-desa lainnya untuk terus berkarya dan tumbuh bersama Indonesia,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto.

Zainul Arifin berhasil mengembangkan tanah kas desa di Kecamatan Trawas, Mojokerto, Jawa Timur, menjadi destinasi wisata unggulan, yakni Taman Ghanjaran dan Sumber Gempong. Pengembangan dilakukan melalui kolaborasi multipihak dan investasi masyarakat yang dikelola oleh BUMDes. Upaya tersebut turut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Sementara itu, Nur Ahmadi konsisten mengembangkan potensi wisata Desa Wukirsari, Bantul, Yogyakarta, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal. Salah satu upayanya dilakukan melalui pengembangan Batik Tulis Giriloyo.

Pengembangan pariwisata dan produk berbasis budaya lokal tersebut mendorong Desa Wukirsari semakin dikenal luas dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Kiprah tersebut turut mengantarkan desa ini meraih penghargaan The Best Tourism Village 2024 dari United Nations Tourism.

Kiprah Zainul dan Nur menjadi bagian dari upaya Desa Sejahtera Astra dalam mendorong masyarakat mengembangkan potensi lokal agar memberikan manfaat berkelanjutan bagi desa dan masyarakat di sekitarnya.

Selama hampir tujuh dekade, Astra hadir dalam perjalanan pembangunan Indonesia dan memberikan manfaat kepada lebih dari 16 juta masyarakat, termasuk 6,9 juta tenaga kerja dan keluarganya serta 3 juta penerima manfaat kontribusi sosial melalui program Desa Sejahtera Astra yang tersebar di 1.533 desa di 35 provinsi.

Upaya tersebut akan terus dilakukan secara berkelanjutan sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online