BPDP dan Politeknik LPP Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak UMKM Perkebunan

Media Digital
Media Digital Kamis, 08 Oktober 2026 11:52 WIB
BPDP dan Politeknik LPP Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak UMKM Perkebunan

Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Politeknik LPP mendorong keterlibatan generasi muda dalam mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis komoditas perkebunan melalui program Youth Planters Boot Camp. Upaya tersebut mencapai puncaknya dalam Grand Final Duta UMKM Perkebunan 2026 yang digelar di salah satu pusat perbelanjaan di Yogyakarta, Rabu (7/10/2026)./ Ist

JOGJA—Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Politeknik LPP mendorong keterlibatan generasi muda dalam mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis komoditas perkebunan melalui program Youth Planters Boot Camp. Upaya tersebut mencapai puncaknya dalam Grand Final Duta UMKM Perkebunan 2026 yang digelar di salah satu pusat perbelanjaan di Yogyakarta, Rabu (7/10/2026).

Ajang tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menunjukkan kreativitas, kemampuan komunikasi, jiwa kepemimpinan, serta komitmen dalam mendukung pengembangan UMKM berbasis komoditas perkebunan. Kegiatan yang dihadiri sekitar 500 pengunjung dan penonton itu juga menjadi sarana memperkenalkan potensi ekonomi sektor perkebunan kepada generasi muda dan masyarakat luas.

Grand Final Duta UMKM Perkebunan 2026 merupakan kelanjutan program Youth Planters Boot Camp yang diikuti 50 mahasiswa dari sembilan perguruan tinggi di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Daerah Istimewa Yogyakarta.

Melalui proses seleksi, sebanyak 30 peserta melaju ke tahap karantina. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai sektor perkebunan, kewirausahaan, pengembangan UMKM, komunikasi publik, serta pembentukan karakter sebagai calon duta.

Seleksi kemudian menghasilkan 14 finalis terbaik yang mewakili tujuh perguruan tinggi, yakni Politeknik LPP, Institut Pertanian Stiper (INSTIPER), Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY), INTAN, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST), Poltekkes Kemenkes, dan STIKES Wirahusada.

Keberagaman latar belakang keilmuan para finalis menunjukkan bahwa pengembangan sektor perkebunan tidak hanya membutuhkan kompetensi budidaya dan teknologi, tetapi juga kreativitas, kemampuan pemasaran, komunikasi, serta inovasi produk untuk membuka peluang usaha baru.

Direktur Politeknik LPP, Mustangin, mengatakan generasi muda memiliki peran strategis dalam mentransformasi sektor perkebunan menjadi industri yang inovatif dan berdaya saing.

“Melalui Youth Planters Boot Camp, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa perkebunan bukan hanya tentang aktivitas budidaya dan menghasilkan komoditas. Di dalamnya terdapat peluang besar untuk menciptakan produk turunan, membangun usaha kreatif, dan mengembangkan UMKM yang mampu memberikan nilai tambah ekonomi,” ujarnya.

Dia berharap para Duta UMKM Perkebunan yang terpilih tidak sekadar menjadi representasi simbolis, tetapi benar-benar menjadi penggerak perubahan dan inspirasi bagi generasi muda.

Mustangin juga menyampaikan terima kasih kepada BPDP atas dukungan yang diberikan sehingga rangkaian kegiatan tersebut dapat terlaksana.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah V, Setyabudi Indartono, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang mempertemukan mahasiswa lintas perguruan tinggi dalam ruang kompetisi sekaligus pembelajaran.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peka terhadap kebutuhan masyarakat dan mampu menciptakan solusi nyata.

“Program ini menjadi contoh bagaimana pendidikan tinggi dapat berkontribusi pada penguatan ekonomi masyarakat melalui kreativitas, kolaborasi, dan kepemimpinan mahasiswa,” tuturnya.

Dia menambahkan, keterlibatan berbagai perguruan tinggi memperlihatkan potensi mahasiswa dapat berkembang lebih luas ketika mendapat ruang untuk berkolaborasi, berkompetisi secara sehat, dan menerapkan pengetahuan secara langsung, terutama dalam pengembangan produk perkebunan.

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menekankan pentingnya peningkatan nilai tambah komoditas perkebunan melalui inovasi produk dan penguatan kewirausahaan.

“Komoditas perkebunan memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, termasuk produk turunannya dan pemanfaatan hasil samping perkebunan. Tantangan kita adalah bagaimana potensi tersebut dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai jual, kualitas, dan daya saing,” jelasnya.

Menurut Helmi, keterlibatan mahasiswa dalam program tersebut menjadi langkah positif untuk memperkenalkan peluang kewirausahaan di sektor perkebunan sekaligus menumbuhkan calon pelaku usaha yang inovatif.

Dia menilai komoditas kelapa sawit, kakao, dan kelapa memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.

“Ada potensi-potensi di kelapa sawit, kakao, dan kelapa yang bisa diusahakan sebagai ajang untuk membangun kewirausahaan mahasiswa. Mereka nantinya diharapkan dapat membangun UMKM berbasis sawit, kakao, dan kelapa,” katanya melalui sambungan virtual.

Helmi menambahkan, pengembangan UMKM berbasis komoditas perkebunan diharapkan dapat berkontribusi terhadap upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8% sebagaimana ditargetkan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam babak grand final, empat dewan juri menilai kemampuan para finalis dalam menyampaikan gagasan, menjawab pertanyaan, memahami sektor perkebunan dan UMKM, serta menunjukkan karakter kepemimpinan dan keterampilan komunikasi publik.

Salah satu perwakilan dewan juri menilai para finalis memiliki potensi yang menjanjikan. Mereka dinilai tidak hanya berani tampil di depan publik, tetapi juga mampu melihat peluang pengembangan komoditas perkebunan menjadi usaha bernilai tambah.

Setelah melalui proses penilaian, tiga pasangan terbaik ditetapkan sebagai pemenang Duta UMKM Perkebunan 2026. Berikut hasil grand final:

  • Juara I: Elroy Nduru (Politeknik LPP) dan Aulia Faras Utami (INSTIPER).
  • Juara II: Hasan Zulmansyah (Politeknik LPP) dan Hasna Nayla Tazkiyatul Aulia (Poltekkes Kemenkes Yogyakarta).
  • Juara III: Agustinus Arsenius Datong (UST) dan Syarifah Naura Adisya (INSTIPER).

Salah satu finalis mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti Youth Planters Boot Camp memberikan pembelajaran berharga di luar kegiatan perkuliahan. Selain menambah pengalaman, peserta memperoleh pemahaman lebih luas mengenai peluang UMKM perkebunan, kerja sama, kepemimpinan, dan kepercayaan diri dalam menyampaikan gagasan.

Antusiasme juga datang dari pengunjung pusat perbelanjaan yang menyaksikan acara tersebut. Salah seorang penonton mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai sektor perkebunan, terutama peluang mengembangkan hasil perkebunan menjadi produk kreatif dan usaha bernilai ekonomi.

Melalui program ini, BPDP dan Politeknik LPP berharap lahir generasi muda yang berkomitmen mengembangkan ekonomi berbasis perkebunan. Para finalis diharapkan dapat menjadi agen edukasi, promosi, dan inovasi bagi UMKM perkebunan melalui penguatan kompetensi, kolaborasi ant perguruan tinggi, serta pengembangan produk yang berdaya saing. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online