Jateng Kirim 34 Atlet ke Asian Para Games Nagoya Jepang, Inilah Pesan Ahmad Luthfi
Sebanyak 34 atlet paralimpik serta 16 pelatih dan ofisial asal Jawa Tengah resmi menjadi bagian tulang punggung kontingen Indonesia di ajang Asian Para Games
Peletakan batu pertama secara simbolis oleh Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto (kanan) bersama Kepala Desa Kemiren Mohammad Arifin (kiri) pada 9 Oktober 2026./ Ist
BANYUWANGI, JAWA TIMUR — PT Astra International Tbk (Astra) terus mengembangkan potensi desa melalui program Desa Sejahtera Astra. Salah satunya dilakukan di Desa Sejahtera Astra Kemiren, Banyuwangi, Jawa Timur, melalui pembangunan amphitheater sebagai fasilitas pertunjukan sekaligus edukasi seni dan budaya lokal.
Peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan amphitheater tersebut dilakukan secara simbolis pada 9 Oktober 2026 oleh Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto bersama Kepala Desa Kemiren Mohammad Arifin.
Amphitheater berkapasitas sekitar 150 orang itu dirancang dengan panggung setengah lingkaran berlatar dinding bata merah yang mengadaptasi bentuk atap rumah adat Osing. Fasilitas tersebut juga dilengkapi tribun bertingkat berbahan batu alam serta lingkungan pepohonan yang mendukung suasana pertunjukan.
Kehadiran amphitheater diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan sekaligus memperkenalkan berbagai kesenian tradisional, seperti Tari Gandrung, Jaran Goyang, dan seni budaya khas Banyuwangi lainnya.
Executive in Charge Astra Boy Gemino Kalauserang mengatakan pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung pengembangan potensi dan pelestarian budaya lokal.
“Melalui Desa Sejahtera Astra, kami berupaya mendukung pengembangan potensi yang dimiliki setiap desa, termasuk kekayaan seni dan budaya lokal. Kami berharap kehadiran amphitheater ini dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang untuk melestarikan budaya Osing sekaligus mendukung pengembangan wisata di Desa Sejahtera Astra Kemiren,” ujarnya.
Penggerak Desa Sejahtera Astra Kemiren, Mohammad Edy Saputro, menyambut positif pembangunan fasilitas tersebut. Menurut dia, keberadaan amphitheater telah lama menjadi impian masyarakat Kemiren untuk memperkenalkan identitas dan tradisi leluhur.
“Sejak dulu, kami masyarakat di Desa Kemiren memimpikan keberadaan amphitheater sebagai sarana untuk menyuarakan identitas, seni, dan tradisi leluhur kami. Kini, berkat dukungan Astra, mimpi tersebut tidak lagi sekadar angan. Kami punya amphitheater yang akan berdiri megah untuk menyuguhkan warisan budaya Osing ke atas pentas,” ujar pria yang akrab disapa Kang Edai itu.
Sejak 2024, Astra melalui program Desa Sejahtera Astra bersama masyarakat mengembangkan potensi Desa Sejahtera Astra Kemiren melalui empat bidang, yakni kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan.
Pendampingan tersebut mencakup penguatan posyandu dan pendidikan anak usia dini (PAUD), pengelolaan sampah dan pengembangan biogas, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal, serta penguatan kapasitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Astra juga mendukung pengembangan sarana penunjang untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik desa wisata.
Berbagai upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menjaga kelestarian budaya Osing.
Program ini telah menjangkau sekitar 300 warga dan memperkuat peran mereka sebagai pelaku utama pengembangan desa wisata. Dampaknya terlihat dari tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari 40 pelaku usaha lokal di bidang kuliner, kerajinan, dan kopi hingga 40 anggota Pokdarwis yang terlibat dalam pengelolaan wisata dan pelestarian budaya Osing.
Masyarakat juga menyediakan berbagai layanan untuk mendukung aktivitas pariwisata desa. Berbagai kegiatan ekonomi tersebut turut mendorong peningkatan pendapatan rata-rata anggota Pokdarwis hingga 33%.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan sumber penghidupan dan pembukaan peluang ekonomi baru di tingkat desa, terutama melalui dukungan pengembangan dan pembinaan dari berbagai pihak.
Selain mengembangkan potensi wisata dan ekonomi desa, Astra melalui Yayasan Astra–Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (YPA MDR) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk membina 10 sekolah dasar di wilayah Desa Sejahtera Astra.
Dua sekolah berada di Desa Sejahtera Astra Kemiren, sedangkan delapan sekolah lainnya berada di Desa Sejahtera Astra Jambe Wangi.
Kerja sama tersebut diresmikan di Kantor Bupati Banyuwangi pada 10 Oktober 2026 dengan mengusung tema “Bersama Berkarya untuk Pendidikan yang Berdampak”.
Kepala SD Negeri 2 Kemiren, Armulina, menyambut baik inisiatif pembinaan tersebut. Sekolah yang dipimpinnya menjadi salah satu sasaran program.
“Di sekolah kami, 75% siswa berasal dari keluarga tidak mampu. Inisiatif pembinaan sekolah yang diusung pada kerja sama Yayasan Astra–YPA MDR dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memberikan harapan baru bagi anak-anak di desa kami,” ujar Armulina.
Di kesempatan lain, program Desa Sejahtera Astra meraih predikat Platinum, penghargaan tertinggi untuk kategori penerapan Sustainable Development Goals (SDGs) 8 dalam ajang Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026.
Penghargaan yang diselenggarakan oleh Corporate Forum for Community Development (CFCD) tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada perusahaan, lembaga, dan organisasi atas kontribusinya dalam mendukung pencapaian SDGs melalui berbagai program tanggung jawab sosial.
Program Desa Sejahtera Astra mengembangkan potensi desa melalui penguatan kelembagaan, pelatihan dan pendampingan masyarakat, dukungan prasarana, serta fasilitasi akses permodalan dan pemasaran. Program ini menjadi bagian dari kontribusi Astra dalam mendukung SDGs 8, yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Selain Astra, sejumlah entitas Grup Astra, termasuk PT Pamapersada Nusantara dan Yayasan Astra–Yayasan Dharma Bhakti Astra, juga memperoleh penghargaan dalam ajang Indonesian SDGs Awards 2026.
Komitmen Astra untuk memberikan manfaat bagi masyarakat diwujudkan melalui berbagai inisiatif yang mendorong peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat di berbagai daerah.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari perjalanan Astra yang akan memasuki usia ke-70 pada 20 Februari 2027 dengan mengusung tema “Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia”.
Hampir tujuh dekade perjalanan Astra tidak hanya mencerminkan pertumbuhan perusahaan, tetapi juga upaya untuk terus memberikan manfaat bagi Indonesia.
Hingga saat ini, setidaknya 16 juta masyarakat telah menerima manfaat dari berbagai inisiatif Astra di berbagai daerah. Salah satunya melalui program Desa Sejahtera Astra yang telah menjangkau lebih dari 1.500 desa di 35 provinsi melalui pengembangan di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan.
Semangat Astra untuk terus berkarya dan tumbuh bersama Indonesia melalui Desa Sejahtera Astra sejalan dengan cita-cita perusahaan untuk sejahtera bersama bangsa serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.(Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 34 atlet paralimpik serta 16 pelatih dan ofisial asal Jawa Tengah resmi menjadi bagian tulang punggung kontingen Indonesia di ajang Asian Para Games
Arsenal bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Leeds United 2-1. Gol Riccardo Calafiori dan Bruno Guimarães memastikan tiga poin bagi The Gunners.
Donald Trump mengkritik keputusan Nobel Perdamaian 2026 yang diberikan kepada Navi Pillay dan menyebut keputusan itu mencoreng Norwegia.
Alex Rins meminta maaf setelah mengacungkan jari tengah kepada marshal di MotoGP Mandalika 2026. Insiden terjadi saat sesi Practice menyisakan dua menit.
Astra membangun amphitheater di Desa Sejahtera Astra Kemiren, Banyuwangi, untuk melestarikan budaya Osing sekaligus mendorong pengembangan wisata dan ekonomi ma
DPRD Kota Jogja mendorong promosi dan event rutin di berbagai destinasi, termasuk kampung wisata, agar pengunjung tertarik tinggal lebih lama.