Harga Cabai Tembus Rp90.000, Pemprov Jateng Gelar Pangan Murah
Harga cabai merah di Jateng mencapai Rp90.000 per kg. Pemprov Jateng menggelar pangan murah dan memberi bantuan untuk menekan inflasi.
Walikota Jogja, Hasto wardoyo, bersama Rektor Dr.Ing. Wiyatiningsih, S.T., M.T., dan sejumlah pejabat lain berfoto Bersama seusai menandatangani Piagam Amerta Bhumi di Ruang Seminar Pdt. Dr. Harun Hadiwijono UKDW, Kamis (8/10/2026)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) mendorong penguatan konservasi Sungai Code, Winongo, dan Gajah Wong melalui riset, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor. Langkah ini menjadi perhatian setelah penelitian selama lima tahun menunjukkan pencemaran masih terjadi secara konsisten di ketiga sungai tersebut, dengan limbah rumah tangga sebagai salah satu sumber utamanya.
Upaya tersebut dibahas dalam Diskusi Konservasi Sungai Kota Yogyakarta di Ruang Seminar Pdt. Dr. Harun Hadiwijono UKDW, Kamis (8/10/2026). Forum ini mempertemukan akademisi, pemerintah, komunitas, dan dunia usaha untuk menghubungkan hasil penelitian dengan kebijakan serta aksi nyata di masyarakat.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-64 Duta Wacana yang mengusung tema Rooted in Faith, Sprouting in Innovation and Sustainability. Wali Kota Yogyakarta Dr. (H.C.) dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), turut hadir bersama akademisi, peneliti, serta perwakilan komunitas dan dunia usaha.
UKDW Soroti Pencemaran Tiga Sungai di Jogja
Dosen Fakultas Bioteknologi UKDW, Dr. Djoko Rahardjo, M.Kes., memaparkan hasil penelitian selama lima tahun mengenai pencemaran Sungai Code, Winongo, dan Gajah Wong. Kajian tersebut menunjukkan bahwa persoalan pencemaran masih berlangsung secara konsisten, dengan limbah rumah tangga menjadi salah satu penyebab utamanya.
Menurut Djoko, upaya pemulihan sungai tidak cukup mengandalkan pembersihan fisik. Perubahan perilaku masyarakat dan peningkatan pemahaman tentang dampak aktivitas sehari-hari terhadap kualitas ekosistem sungai juga diperlukan.
Ia mengusulkan sejumlah langkah untuk memperkuat konservasi, meliputi edukasi berbasis komunitas dan sekolah di bantaran sungai, pemantauan kualitas air yang melibatkan warga, pemulihan vegetasi tepian sungai, serta pengelolaan air limbah dan sampah.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjembatani hasil penelitian dengan tindakan langsung di lingkungan masyarakat. Dengan begitu, kegiatan konservasi tidak hanya berfokus pada penanganan pencemaran yang sudah terjadi, tetapi juga mendorong perubahan perilaku untuk menjaga kelestarian sungai.
Pemkot Jogja Perkuat Pengelolaan Sampah dari Sumbernya
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menekankan bahwa pengelolaan sampah dari sumbernya menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kebersihan sungai. Pemerintah Kota Yogyakarta telah mengembangkan sejumlah program, mulai dari gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS), pembuatan biopori jumbo, hingga pengelolaan sampah organik melalui emberisasi.
Pemkot Jogja juga menyediakan layanan Tim Reaksi Cepat Mas JOS untuk menangani sampah berukuran besar agar tidak dibuang ke sungai. Selain itu, pemasangan trash barrier atau penghalang sampah dan pelibatan satuan tugas sungai dilakukan untuk mendukung pemantauan serta penanganan masalah di lapangan.
“Sungai betul-betul menjadi focus of interest kita, karena menyelesaikan sungai itu lebih sulit daripada di darat. Maka kalau kita sukses membersihkan sungai, maka ini menjadi goal. Nanti saya berharap perguruan tinggi turun ke sungai, turun ke warga untuk masalah sampah dan kebersihan sungai. Saya berharap betul itu bahwa remaja akan tergerak,” tuturnya.
Hasto mengapresiasi UKDW yang menjadikan konservasi sungai sebagai ruang diskusi bersama berbagai pihak. Ia berharap keterlibatan perguruan tinggi mampu mendorong partisipasi masyarakat, terutama generasi muda, dalam menjaga kebersihan sungai dan mengelola sampah secara bertanggung jawab.
Rektor UKDW, Dr.-Ing. Wiyatiningsih, S.T., M.T., menilai persoalan sungai perlu dipahami secara menyeluruh karena berkaitan dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat di sekitarnya.
“Ketika kita berbicara tentang sungai, tidak hanya bicara tentang aliran air, tetapi juga bicara tentang kehidupan masyarakat, sosial, dan budaya di sekitarnya. Bagaimana UKDW, khususnya perguruan tinggi, bisa berpartisipasi dan berkontribusi dalam melakukan konservasi sungai, ini yang akan kita bahas,” ujar Wiyatiningsih.
Ia menegaskan perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui pengembangan pengetahuan dan inovasi untuk menjawab persoalan lingkungan. Karena itu, kerja sama antara UKDW, Pemerintah Kota Yogyakarta, komunitas, dan berbagai pihak diperlukan agar hasil penelitian mendukung konservasi yang berkelanjutan.
Kolaborasi Hulu hingga Hilir Jadi Kunci Konservasi
Chairman of Water Stewardship Indonesia, Fany Wedahuditama, M.Sc., M.A., menekankan pentingnya tata kelola bersama dalam pengelolaan sungai. Menurutnya, persoalan pada satu bagian sungai dapat berdampak pada bagian lain, sehingga penanganannya perlu memperhatikan keterkaitan wilayah dari hulu hingga hilir.
Dalam kolaborasi tersebut, perguruan tinggi dapat berperan melalui penelitian dan pemantauan kualitas air. Pemerintah bertugas menyusun kebijakan dan mengintegrasikan program ke dalam perencanaan pembangunan, sedangkan dunia usaha dan komunitas dapat mendukung konservasi melalui penggunaan air yang bertanggung jawab serta pemantauan kondisi sungai.
Perspektif lain disampaikan oleh Ir. Henry Feriadi, M.Sc., Ph.D., Kaprodi Pendidikan Profesi Arsitektur UKDW sekaligus Koordinator Konsorsium PTN-PTS Klaster Ruang Publik Kota Yogyakarta. Ia mendorong agar sungai dipandang sebagai bagian dari ekosistem perkotaan yang terhubung dengan kawasan hunian, ruang publik, dan kehidupan masyarakat.
Henry juga mengusulkan pemanfaatan sungai sebagai living laboratory atau laboratorium hidup untuk penelitian, pendidikan, inovasi, dan aksi nyata. Pendekatan tersebut memungkinkan kegiatan akademik terhubung langsung dengan kebutuhan masyarakat sekaligus membuka ruang kerja sama antara mahasiswa, dosen, pemerintah, komunitas, dan dunia usaha.
Melalui kolaborasi tersebut, upaya konservasi diharapkan tidak berjalan secara terpisah. Hasil penelitian, kebijakan pemerintah, kegiatan pendidikan, dan keterlibatan masyarakat dapat saling mendukung dalam menjaga kualitas ekosistem sungai.
Piagam Amerta Bhumi Jadi Komitmen Bersama
Sebagai bentuk komitmen lintas sektor, sejumlah perwakilan menandatangani Piagam Amerta Bhumi dalam kegiatan tersebut. Penandatanganan dilakukan oleh Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Rektor UKDW Wiyatiningsih, Agus Supriyanto dari Forum Komunikasi DAS Gajahwong, Henry Feriadi selaku Koordinator Konsorsium PTN-PTS Klaster Ruang Publik Kota Yogyakarta, Deputy District Governor Rotary International D-3410 Indonesia Arsyita Rokhma, serta Fany Wedahuditama dari Water Stewardship Indonesia.
Piagam tersebut memuat komitmen untuk mengintegrasikan perlindungan sistem sosial-ekologis Sungai Code, Winongo, dan Gajah Wong sebagai kawasan penyangga Sumbu Filosofi Yogyakarta.
Komitmen ini diharapkan menjadi landasan kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian sungai melalui sinergi riset, kebijakan, dan keterlibatan masyarakat.
Melalui Diskusi Konservasi Sungai Kota Yogyakarta, UKDW mendorong pemanfaatan hasil penelitian dan inovasi untuk mendukung kebijakan serta aksi konservasi. Kerja sama perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, dan dunia usaha diharapkan memperkuat pengelolaan Sungai Code, Winongo, dan Gajah Wong secara berkelanjutan sekaligus menjaga kualitas hidup masyarakat Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga cabai merah di Jateng mencapai Rp90.000 per kg. Pemprov Jateng menggelar pangan murah dan memberi bantuan untuk menekan inflasi.
Apple mengonfirmasi acara rumah pintar 13 Oktober. MacBook Pro OLED, iMac M6, dan iPad Mini baru dirumorkan hadir pada akhir bulan.
Chery Malaysia menarik 8.878 unit Omoda 5 setelah as roda belakang terlepas. Simak penyebab, cakupan recall, dan cara mengecek VIN.
Raphael Marantika mencetak 12 poin dan 7 rebound saat Olifant bangkit mengejar BOSA sebelum kalah 53-60 di final DBL Jogja 2026.
Simak cara daftar bansos 2027 lewat Perlinsos Digital. Siapkan NIK, IKD, verifikasi wajah, dan data PLN untuk pengajuan PKH atau BPNT.
Pameran Trinetra di Jogja berlangsung 13-17 Oktober 2026, menghadirkan koleksi museum, tur kuratorial, cek mata gratis, dan edukasi sejarah.