Kolaborasi Dompet Dhuafa dan Pemkab Gunungkidul Angkat Batik Lokal

Media Digital
Media Digital Rabu, 14 Oktober 2026 12:02 WIB
Kolaborasi Dompet Dhuafa dan Pemkab Gunungkidul Angkat Batik Lokal

Kreasi batik dari 10 sekolah dampingan Dompet Dhuafa Yogyakarta ditampilkan dalam Pertunjukan Rakyat “Gayeng Guyub Sidomukti” di Pendopo Bangsal Sewokoprojo, Gunungkidul, Kamis (8/10/2026). Kegiatan yang dihadiri Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan Dompet Dhuafa Yogyakarta dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-196 Kabupaten Gunungkidul./ Ist

GUNUNGKIDUL—Kreasi batik dari 10 sekolah dampingan Dompet Dhuafa Yogyakarta ditampilkan dalam Pertunjukan Rakyat “Gayeng Guyub Sidomukti” di Pendopo Bangsal Sewokoprojo, Gunungkidul, Kamis (8/10/2026). Kegiatan yang dihadiri Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan Dompet Dhuafa Yogyakarta dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-196 Kabupaten Gunungkidul.

Melalui program Sidomukti, siswa dan guru mengembangkan keterampilan membatik dengan menghasilkan karya bermotif khas yang mencerminkan kreativitas masing-masing sekolah. Sebanyak 10 sekolah dampingan Dompet Dhuafa Yogyakarta berpartisipasi dalam kegiatan ini, yaitu SDN Sumberjo, SDN Joho, SDN Jurangjero, SDN Kwangen, SDN Tambakromo III, SD Muhammadiyah Sukorejo, SD Muhammadiyah Unggulan Karangmojo, SD Muhammadiyah Karangduwet, SD Muhammadiyah Piyaman, dan MI Muhammadiyah Macanmati.

Dalam kegiatan tersebut, Endah bersama jajaran pemerintah daerah mengunjungi stan pameran untuk melihat karya batik hasil pembelajaran siswa dari 10 sekolah dampingan Dompet Dhuafa Yogyakarta. Para siswa dan pendamping turut memperkenalkan motif serta proses kreatif di balik karya yang dihasilkan.

Pada kesempatan tersebut, karya batik siswa juga diserahkan kepada Bupati sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan proses pembelajaran budaya melalui program Sidomukti.

Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Asbani, menyampaikan apresiasi kepada Dompet Dhuafa Yogyakarta atas dukungan terhadap pengembangan keterampilan membatik di sekolah.

“Tentu kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dompet Dhuafa Yogyakarta beserta jajarannya yang telah membantu sekolah-sekolah kami melalui program Sidomukti. Batik merupakan bagian dari budaya bangsa yang perlu terus dikembangkan. Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul sendiri telah mengembangkan muatan lokal batik sejak 2017, dan saat ini sudah sampai pada tahap penyusunan buku yang akan diberikan ke sekolah-sekolah,” kata Asbani.

Ia berharap program Sidomukti dapat memperkuat kolaborasi antara Dompet Dhuafa Yogyakarta dan Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul dalam mengembangkan pembelajaran batik sesuai dengan capaian kurikulum.

“Kami berharap Sidomukti dapat menjadi kolaborasi yang saling menguatkan, sehingga pembelajaran batik dapat dikembangkan di sekolah-sekolah dengan mengacu pada capaian kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul. Ini menjadi gayung bersambut antara Dompet Dhuafa Yogyakarta dan Dinas Pendidikan untuk bersama-sama mengembangkan pembelajaran batik bagi siswa,” ujarnya.

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Yogyakarta, Muhammad Zahron, mengatakan program Sidomukti merupakan salah satu upaya lembaganya untuk mendorong siswa dan guru mengembangkan potensi sekaligus mengenal kekayaan budaya di lingkungan masing-masing.

“Sebagai lembaga filantropi, Dompet Dhuafa Yogyakarta berupaya menghadirkan program yang tidak hanya memberikan manfaat, tetapi juga mendorong penerima manfaat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Melalui Sidomukti, para siswa dan guru tidak hanya belajar mengenal batik, tetapi juga terlibat dalam proses berkarya dan mengenali kekayaan budaya di lingkungannya,” kata Zahron.

Ia berharap proses pembelajaran tersebut dapat terus dikembangkan oleh masing-masing sekolah, baik melalui kegiatan belajar mengajar maupun karya siswa, sehingga kreativitas dan potensi budaya lokal tetap tumbuh dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Selain menampilkan kreasi batik, kegiatan ini turut melibatkan penerima manfaat program ekonomi Ashabul Kopi Dompet Dhuafa Yogyakarta. Para barista menyajikan kopi dengan konsep kafe kepada tamu dan peserta menggunakan keterampilan yang telah dipelajari melalui program tersebut.

Keterlibatan ini menjadi kesempatan bagi para penerima manfaat untuk memperkenalkan keterampilan meracik dan menyajikan kopi kepada masyarakat sekaligus mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki.

Kolaborasi Dompet Dhuafa Yogyakarta dan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Gayeng Guyub Sidomukti menjadi bagian dari upaya mendukung pembelajaran budaya di lingkungan sekolah. Melalui program ini, siswa dan guru diharapkan dapat terus mengembangkan kreativitas, meningkatkan keterampilan membatik, serta mengenali potensi budaya lokal agar tetap lestari dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Tentang Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa merupakan lembaga filantropi Islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa melalui pendekatan budaya, welas asih (filantropi), dan kewirausahaan sosial. Selama lebih dari tiga dekade, Dompet Dhuafa berkontribusi dalam pemberdayaan dan pengembangan masyarakat melalui lima pilar program, yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial kebencanaan, serta dakwah dan budaya, termasuk program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR).

Dompet Dhuafa juga menerapkan tata kelola berdasarkan prinsip good corporate governance (GCG), yang meliputi transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran. Penerapan prinsip tersebut bertujuan memastikan organisasi berjalan sesuai regulasi, kepatuhan syariah, dan ketentuan lainnya. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online