BSI Perkuat Wakaf Produktif, Potensi Rp180 Triliun Jadi Kekuatan Ekonomi Umat
BSI memperkuat ekosistem wakaf produktif melalui inovasi keuangan syariah dan digitalisasi untuk mengoptimalkan potensi wakaf uang Rp180 triliun
Terobosan KWT Sekar Mulya Bantul Perluas Pasar Bawang Goreng Glowing./ Ist
BANTUL—Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Mulya di Nawungan, Kabupaten Bantul, terus mengembangkan produk bawang goreng premium bermerek Bawang Goreng Glowing melalui penguatan produksi dan perluasan pemasaran. Upaya ini menjadi bagian dari pengembangan usaha berbasis potensi lokal melalui kolaborasi masyarakat, pemerintah desa, dan perguruan tinggi.
Melalui program hibah Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) Universitas Gadjah Mada (UGM), pengembangan usaha diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat pemasaran digital agar produk mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.
Ketua KWT Sekar Mulya, Srikandi, bersama anggota kelompok terus mengembangkan Bawang Goreng Glowing sebagai produk olahan bawang merah bernilai tambah. Sementara itu, Dr. Ir. Dyah Ismoyowati, M.Sc., selaku ketua pelaksana kegiatan, mengoordinasikan pendampingan untuk mendukung pengembangan usaha kelompok.
Dukungan pemerintah desa juga menjadi bagian penting dalam mendorong penguatan usaha masyarakat agar potensi komoditas lokal memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi warga.
Bawang Goreng Glowing dikembangkan dengan mengutamakan kemurnian bahan baku dan kualitas produk. Dalam satu kali produksi, sekitar 40 kilogram bawang merah segar diolah menjadi kurang lebih 1 kilogram bawang goreng premium atau sekitar 100 kemasan berukuran 100 gram.
Proses produksi dilakukan secara gotong royong, mulai dari pengupasan, pengirisan, penggorengan, penirisan minyak, hingga pengemasan. Bahan baku diutamakan berasal dari petani, khususnya bawang merah varietas Bima Brebes.
Produk ini tersedia dalam dua pilihan kemasan, yakni pouch seharga sekitar Rp30.000 dan toples sekitar Rp35.000. Keunggulan Bawang Goreng Glowing terletak pada penggunaan bawang merah tanpa campuran bahan lain.
Meski demikian, produk premium ini masih menghadapi tantangan dalam mengomunikasikan perbedaan kualitas dan nilai produknya kepada konsumen yang terbiasa membandingkan harga dengan bawang goreng curah.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan usaha perlu diimbangi strategi pemasaran yang tepat. Kualitas produk harus didukung kemampuan mengenalkan keunggulan, membangun kepercayaan konsumen, dan menjangkau segmen pasar yang sesuai.
Salah satu fokus pengembangan KWT Sekar Mulya melalui program hibah DPKM adalah penguatan pemasaran digital. Langkah ini melanjutkan pendampingan yang telah berjalan, termasuk penjajakan pasar, pengenalan produk kepada calon mitra pemasaran, evaluasi produk dan kemasan, serta persiapan stok untuk mendukung perluasan pemasaran.
Pemasaran digital menjadi penting karena media sosial tidak cukup dimanfaatkan hanya untuk mengunggah foto produk. KWT perlu memahami cara menampilkan produk secara menarik, menyusun pesan promosi sesuai karakteristik calon konsumen, dan merencanakan konten secara konsisten.
Untuk mendukung upaya tersebut, penguatan kapasitas anggota diarahkan melalui pelatihan fotografi produk (food photography) dan penyusunan kalender konten yang direncanakan berlangsung di Laboratorium Manajemen Sistem Industri, Fakultas Teknologi Pertanian UGM.
Melalui kegiatan tersebut, anggota KWT diharapkan mampu menghasilkan materi promosi yang informatif dan menarik, menonjolkan keunggulan Bawang Goreng Glowing, serta memanfaatkan media digital untuk membangun interaksi dengan calon pembeli.
Penyusunan kalender konten juga diharapkan membantu kelompok merencanakan publikasi secara teratur sehingga aktivitas pemasaran tidak hanya bergantung pada pesanan yang masuk.
Selain promosi digital, penjajakan dengan calon mitra pemasaran menjadi langkah untuk memperluas saluran distribusi. Upaya ini perlu diintegrasikan dengan evaluasi harga, kualitas kemasan, ketersediaan stok, dan karakteristik konsumen yang dituju. Dengan demikian, pemasaran digital dan pengembangan jaringan penjualan dapat saling mendukung dalam memperluas akses pasar.
Upaya tersebut mulai diwujudkan melalui pengembangan saluran pemasaran di lingkungan UGM. Produk KWT Sekar Mulya telah menjangkau sejumlah mitra internal kampus, yaitu Agroindustri Corner Fakultas Teknologi Pertanian (FTP UGM), Kantin Justicia Fakultas Hukum (FH UGM), Koperasi Fakultas Kedokteran (FK UGM), Kosudgama, serta Biomart Fakultas Biologi UGM.
Perluasan ini menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan Bawang Goreng Glowing kepada konsumen di lingkungan kampus sekaligus membuka peluang pemasaran melalui saluran distribusi yang lebih beragam.
Kehadiran produk di sejumlah mitra tersebut menunjukkan bahwa pengembangan usaha tidak hanya berfokus pada proses produksi, tetapi juga pada upaya membangun akses pasar secara nyata. Lingkungan kampus menjadi salah satu sasaran potensial untuk memperkenalkan produk olahan bawang merah lokal kepada sivitas akademika dan konsumen lainnya.
Melalui perluasan saluran pemasaran ini, KWT Sekar Mulya diharapkan dapat meningkatkan keterjangkauan produk, memperluas pengenalan merek, dan membangun peluang penjualan yang lebih konsisten.
Keterlibatan KWT Sekar Mulya, pemerintah desa, dan perguruan tinggi menjadi modal penting dalam pengembangan usaha Bawang Goreng Glowing. Program hibah DPKM diharapkan mampu memperkuat kemampuan kelompok dalam mengelola pemasaran, meningkatkan daya saing produk, serta membuka peluang kemitraan yang lebih luas.
Ke depan, pengembangan Bawang Goreng Glowing membutuhkan konsistensi dalam menjaga mutu produksi sekaligus membangun identitas produk yang mudah dikenali konsumen. Penguatan keterampilan pemasaran digital, perencanaan konten, evaluasi respons pasar, dan pengembangan jaringan distribusi dapat menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan penjualan.
Melalui kolaborasi berkelanjutan, KWT Sekar Mulya diharapkan semakin mampu mengembangkan potensi bawang merah menjadi produk olahan bernilai tambah. Inisiatif ini sekaligus menunjukkan bahwa pemberdayaan kelompok perempuan dapat diperkuat melalui keterpaduan pengolahan hasil pertanian, inovasi pemasaran, dan pendampingan berbasis kebutuhan masyarakat. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BSI memperkuat ekosistem wakaf produktif melalui inovasi keuangan syariah dan digitalisasi untuk mengoptimalkan potensi wakaf uang Rp180 triliun
Kekeringan di Kulonprogo meluas ke delapan kapanewon. BPBD mencatat distribusi 604 tangki atau sekitar 3 juta liter air bersih untuk 4.587 KK.
STNK hilang bisa diganti melalui Samsat. Simak syarat dokumen, tahapan pengurusan, dan biaya resmi penerbitan STNK pengganti.
DIY mendorong keterlibatan usaha mikro dan kecil (UMK), badan usaha milik kalurahan (BUMKal), serta koperasi desa dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Biaya kuliah Harvard, Stanford, dan MIT menembus Rp1 miliar setahun. Simak gambaran biaya kuliah, biaya hidup, dan bantuan keuangan kampus dunia.
Sejumlah tokoh sepak bola Eropa mendorong Arsène Wenger menantang Gianni Infantino dalam pemilihan presiden FIFA 2027. Wenger belum menyatakan maju.