PENGABDIAN MASYARAKAT: Siswa SLB di Sleman Belajar Agribisnis Pangan

Media Digital
Media Digital Minggu, 30 Agustus 2026 17:47 WIB
PENGABDIAN MASYARAKAT: Siswa SLB di Sleman Belajar Agribisnis Pangan

Tim Pengabdian Masyarakat dari UPN “Veteran” Yogyakarta berfoto bersama Siswa SLB BC Wiyata Dharma 3 Ngaglik, Sleman, belum lama ini. /Dok. Ist UPN “Veteran” Yogyakarta.

JOGJA—Sebanyak 21 siswa dan 7 guru Sekolah Luar Biasa (SLB) BC Wiyata Dharma 3 Ngaglik, Sleman, mengikuti sosialisasi dan pelatihan pengolahan kentang krispi serta sanitasi lingkungan dan keamanan pangan, Jumat (28/8).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PbM) bertajuk Pengembangan Agribisnis Pangan Inklusif Melalui Diversifikasi Produk Olahan Kentang di Sekolah Luar Biasa (SLB) BC Wiyata Dharma 3 Sleman Yogyakarta yang dilaksanakan oleh Tim Pengabdi UPN “Veteran” Yogyakarta.

Program tersebut diketuai oleh Sri Kuning Retno Dewandini, S.P., M.Sc., dengan anggota tim dosen Intan Istiqomah, S.T., M.Sc.; Dr. Ir. Tuti Setyaningrum, M.Si.; dan Ir. Indah Widowati, M.P., serta melibatkan mahasiswa Lailatul Karimah, Margaretha Lusia Andita Tarigan, dan Duhita Prajna. Kegiatan ini mendapat dukungan dari pihak sekolah yang dipimpin oleh Kepala SLB BC Wiyata Dharma 3 Ngaglik, Bapak Indro Purnomo, S.Pd.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali rintisan usaha kentang krispi yang telah dimulai oleh sekolah sejak 2018. Namun, kegiatan tersebut belum berjalan secara berkelanjutan karena keterbatasan waktu guru serta adanya pergantian siswa. Melalui program pengabdian ini, tim UPN “Veteran” Yogyakarta berupaya menguatkan kembali kegiatan pengolahan kentang krispi agar dapat dilaksanakan secara lebih terstruktur, higienis, dan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi kegiatan produktif di sekolah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi program kepada guru, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan sanitasi lingkungan dan keamanan pangan serta pelatihan pengolahan kentang krispi. Pelatihan sanitasi diberikan untuk membangun kesadaran mengenai pentingnya kebersihan, keamanan, dan kesehatan pangan dalam setiap proses pengolahan makanan.

Materi sanitasi disampaikan secara sederhana dan mudah dipraktikkan oleh siswa, mulai dari menjaga kebersihan diri, mencuci tangan dengan benar, menggunakan pakaian kerja yang bersih, menjaga kebersihan peralatan dan bahan, hingga menjaga kebersihan lingkungan tempat produksi.

Sebelum memulai praktik pengolahan, siswa diajak menerapkan sanitasi dasar dengan mengenakan celemek (apron), sarung tangan (handglove), dan penutup kepala (headcap). Penerapan tersebut menjadi bagian penting dalam membiasakan siswa menjaga kebersihan diri dan lingkungan selama proses produksi pangan. Setelah memahami prinsip sanitasi, siswa kemudian mengikuti praktik pengolahan kentang krispi.
Ketua Tim Pengabdian, Sri Kuning Retno Dewandini, menyampaikan bahwa pengembangan produk pangan di SLB tidak hanya berorientasi pada kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga perlu memperhatikan proses produksi yang bersih, aman, dan sehat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa tidak hanya mampu mengolah kentang menjadi produk yang bernilai tambah, tetapi juga memahami bahwa kebersihan, keamanan, dan kesehatan pangan merupakan bagian penting dari proses produksi. Semoga keterampilan dan sarana yang diberikan dapat mendukung keberlanjutan program di sekolah,” kata Sri Kuning Retno Dewandini, melalui rilis, Minggu (30/8).

Salah satu guru pendamping, Siti Nurjanah, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan dan bantuan peralatan produksi dari tim pengabdi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online