PENGABDIAN MASYARAKAT: Siswa SLB di Sleman Belajar Agribisnis Pangan
Sebanyak 21 siswa SLB BC Wiyata Dharma 3 Ngaglik, Sleman, belajar mengolah kentang krispi sekaligus memahami sanitasi dan keamanan pangan.
ASEACCU ke-32 resmi berakhir di Jogja. Thailand ditunjuk menjadi tuan rumah konferensi perguruan tinggi Katolik ke-33. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA— Rangkaian Konferensi Tahunan Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik se-Asia Tenggara dan Timur (ASEACCU) ke-32 resmi berakhir di Jogja. Penutupan konferensi internasional tersebut ditandai dengan perayaan Ekaristi di Candi Hati Kudus Yesus Ganjuran.
Konferensi ASEACCU ke-32 diselenggarakan bersama oleh Universitas Sanata Dharma (USD) dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat jejaring akademik sekaligus membuka ruang kolaborasi antarperguruan tinggi Katolik di kawasan Asia Tenggara dan Timur.
Perayaan Ekaristi dipimpin langsung oleh Rektor USD, Rm. Albertus Bagus Laksana, S.J., S.S., Ph.D. Selain menjadi ungkapan syukur atas terselenggaranya konferensi, perayaan tersebut menjadi ruang refleksi bersama bagi peserta untuk meneguhkan persaudaraan, pelayanan, dan kolaborasi di bidang pendidikan.

Dalam homilinya, Romo Bagus menyoroti tantangan yang dihadapi mahasiswa saat ini. Perguruan tinggi Katolik dinilai memiliki panggilan untuk memberikan pendampingan di tengah persoalan kesehatan mental, kekosongan spiritual, dan kesulitan ekonomi yang dialami sebagian mahasiswa.
"Institusi pendidikan tinggi Katolik dituntut untuk aktif mendampingi dan membantu membuka kehidupan mahasiswa agar mereka dapat kembali bangkit serta bertumbuh secara utuh (human flourishing) dan berkelimpahan." ujar Romo Bagus.
Pesan tersebut menjadi bagian dari refleksi bersama dalam penutupan ASEACCU ke-32. Pendidikan tinggi tidak hanya diarahkan pada pengembangan akademik, tetapi juga pada upaya mendukung pertumbuhan manusia secara utuh.
Usai perayaan Ekaristi, Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Dr. G. Sri Nurhartanto, S.H., LL.M, menyampaikan sambutan penutup. Ia mengapresiasi dedikasi seluruh panitia pelaksana yang berasal dari USD dan UAJY dalam menyukseskan penyelenggaraan konferensi.
Menurutnya, pertemuan ASEACCU ke-32 tidak berhenti pada pertemuan formal antarakademisi. Konferensi tersebut menjadi ruang bagi perwakilan akademisi dari berbagai negara untuk bertukar pengalaman dan menghasilkan gagasan kolaboratif.
"Konferensi ini telah menjadi sebuah perjumpaan yang sesungguhnya, dimana perwakilan akademisi dari berbagai negara tidak sekadar berkumpul, melainkan aktif saling mendengarkan, saling belajar, dan menemukan gagasan kolaboratif yang baru." ujar Rektor Universitas Atma Jaya.
Penutupan ASEACCU ke-32 kemudian dilanjutkan dengan seremoni penyerahan bendera estafet kepemimpinan konferensi. Dalam seremoni tersebut, Thailand secara resmi ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan Konferensi ASEACCU ke-33.
Dengan berakhirnya konferensi di Ganjuran, jejaring yang telah terbentuk di antara perguruan tinggi Katolik Asia Tenggara dan Timur diharapkan terus berkembang. Kolaborasi yang terbangun selama konferensi juga diharapkan menjadi modal untuk menghadirkan pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman.
Semangat persaudaraan dan kerja sama tersebut menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi Katolik di Asia Tenggara dan Timur untuk mendukung pertumbuhan manusia secara utuh melalui pendidikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 21 siswa SLB BC Wiyata Dharma 3 Ngaglik, Sleman, belajar mengolah kentang krispi sekaligus memahami sanitasi dan keamanan pangan.
Gus Yahya meminta massa aksi di Muktamar NU ke-35 tetap tenang dan tidak mengganggu persidangan. Ia juga bicara soal Gus Yusuf.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 diprediksi 5,3-5,6 persen. GREAT Institute menyebut investasi dan kepercayaan menjadi kunci.
UPN Veteran Yogyakarta memperkuat tata kelola KDMP Gondangan, Klaten, melalui pendampingan kelembagaan, administrasi, dan manajemen koperasi.
Penutupan HUT ke-81 Jateng di Boyolali dimeriahkan lari 5K, 4.500 kuliner gratis, GPM, UMKM, cek kesehatan, dan hiburan rakyat.
28 penerima bansos di Kulonprogo terindikasi judol. Mayoritas lansia dan gaptek, kalurahan telusuri dugaan aktivitas oleh anggota keluarga.