Ribuan Puisi Bertemu dalam Festival Sastra Yogyakarta 2026
Sebanyak 4.136 judul puisi dari 1.687 pengirim meramaikan Sayembara Puisi Festival Sastra Yogyakarta 2026 di Kota Jogja.
Para pemenang Sayembara Puisi berfoto bersama dalam Malam Anugerah Sayembara Puisi Festival Sastra Yogyakarta 2026 di Amphitheater Taman Budaya Embung Giwangan, Kota Jogja, Sabtu (29/8/2026) malam. - Harian Jogja/Anisatul Umah
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 4.136 judul puisi dari 1.687 pengirim meramaikan Sayembara Puisi nasional dalam Festival Sastra Yogyakarta 2026. Ribuan karya tersebut menjadi bagian dari Malam Anugerah Sayembara Puisi yang digelar di Amphitheater Taman Budaya Embung Giwangan, Sabtu malam (29/8/2026).
Malam anugerah tersebut menjadi puncak rangkaian Festival Sastra Yogyakarta yang digelar oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Jogja.
Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Jogja, Yetti Martanti, mengatakan Sayembara Puisi nasional tersebut menjadi ruang perjumpaan antara kata dan makna, antara karya dan pembacanya, serta antara mereka yang menulis dan mereka yang bersedia mendengarkan.
Menurutnya, seluruh puisi yang dikirim berisi pengalaman, kegelisahan, harapan, dan keberanian untuk menitipkan sesuatu kepada kita.
"Dan malam hari ini juga bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tapi juga puisi itu perlu menemukan seorang pembaca yang merasa," ujarnya.
Sepanjang Festival Sastra Yogyakarta 2026, terdapat 38 agenda yang mempertemukan 57 komunitas dan lembaga. Kegiatan tersebut juga melibatkan 164 sastrawan, seniman, narasumber, moderator, dan pengisi acara.
Rangkaian kegiatan tersebut dihadiri sekitar 2.500 pengunjung dari berbagai wilayah di Indonesia.
"Ini benar-benar menunjukkan bahwa Festival Sastra Yogyakarta memang menjadi ruang perjumpaan," jelasnya.
Yetti berharap Festival Sastra Yogyakarta tidak hanya tentang ramainya pengunjung, tetapi juga terus tumbuh setelah penyelenggaraannya. Semakin banyak orang membaca, semakin banyak orang menulis, komunitas semakin kuat, dan karya semakin dekat dengan masyarakatnya.
"Karena sebuah kebudayaan tumbuh dari kebiasaan yang dilakukan terus-menerus: membaca, menulis, berdiskusi, dan tentu saja saling memberi ruang," lanjutnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan, menyampaikan banyaknya puisi yang ikut serta dalam festival puisi menjadi suatu bukti bahwa sastra sangat diharapkan kemajuannya untuk masyarakat Jogja dan Indonesia.
Ia menyampaikan apresiasi dan mendukung penuh agar Festival Sastra Yogyakarta tetap dilaksanakan pada tahun depan karena antusiasmenya sangat tinggi.
"Jadi insyaallah nanti untuk tahun depan mohon tetap dianggarkan Festival Sastra Yogyakarta 2027," ungkapnya.
Wawan mengatakan Jogja sebagai kota budaya harus dilestarikan, salah satunya melalui Festival Sastra. "Sastra menjadi harapan kita bersama tetap kita harus budayakan," lanjutnya.
Dalam Malam Anugerah Sayembara Puisi Festival Sastra Yogyakarta 2026, Anisa Setya Arifina dari Magelang meraih Juara I dengan karya berjudul Ay Lien dalam Empat Babak. Juara II diraih Agusta Mario B. Nanga dari Ende Flores dengan karya berjudul Minggu Palma, sedangkan Juara III diraih Suparlan dari Blitar dengan karya berjudul Mencari Modin Metri.
Sementara itu, Muhammad Ade Putra dari Kampar meraih Puisi Favorit I dengan karya berjudul Anak-anak Subayang. Puisi Favorit II diraih Muhammad Farid Hermawan dari Banjarbaru dengan karya berjudul Doa Seekor Kucing untuk Kaleng Sarden yang Tetutup Rapat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 4.136 judul puisi dari 1.687 pengirim meramaikan Sayembara Puisi Festival Sastra Yogyakarta 2026 di Kota Jogja.
ASEACCU ke-32 resmi berakhir di Ganjuran, Jogja. Thailand ditunjuk menjadi tuan rumah konferensi perguruan tinggi Katolik ke-33.
Aida S. Budiman resmi disetujui menjadi Deputi Gubernur Senior BI 2026–2031. Simak profil, karier, pendidikan, dan tugasnya.
Muktamar ke-35 NU di Jombang ricuh setelah massa pendukung Gus Yusuf memprotes aturan masa iddah politik bagi calon Ketum PBNU.
Kota Jogja meraih 11 Warisan Budaya Takbenda DIY Tahun Penetapan 2025, menjadi perolehan terbanyak dibandingkan wilayah lain.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengajak eks anggota JI bergabung Garda Satya NKRI dalam silaturahmi akbar di Solo yang dihadiri 6.500 orang.