SV UGM Rayakan Dies Natalis ke-17, Pacu Pencetakan Talenta Global

Media Digital
Media Digital Sabtu, 29 Agustus 2026 16:22 WIB
SV UGM Rayakan Dies Natalis ke-17, Pacu Pencetakan Talenta Global

Suasana pembukaan Dies Natalis ke-17 Sekolah Vokasi UGM pada Sabtu (29/8/2026) di kompleks Gedung TILC di SV UGM ./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati

SLEMAN — Sekolah Vokasi (SV) UGM merayakan ulang tahun ke-17 melalui pembukaan rangkaian Dies Natalis pada Sabtu (29/8/2026). Momentum tersebut menjadi langkah Sekolah Vokasi UGM untuk mendorong dosen dan mahasiswa menembus panggung karier internasional sekaligus mencetak talenta global.

Dekan Sekolah Vokasi UGM, Prof. Agus Maryono, menyebut usia 17 tahun sebagai usia yang sedang mekar. Pada titik usia tersebut, pertumbuhan dan perkembangan diharapkan dapat berlangsung lebih cepat karena ditopang energi yang maksimal.

Makna usia mekar yang disampaikan Agus diharapkan dapat tercermin dari para pengajar di Sekolah Vokasi UGM. Menurutnya, para pengajar memiliki keberanian untuk menghadapi tantangan dan pandangan yang berorientasi pada masa depan.

"Kita berharap bahwa dies kali ini adalah dies yang sangat menggembirakan dan melihat masa depan yang sudah luar biasa," kata Agus di kawasan Gedung TILC UGM.

"Dosen-dosen kita, saya selalu katakan adalah dosen-dosen yang sangat muda yang tidak punya rasa takut, yang melihat masa depan adalah masa depan kita," imbuhnya.

Di usia ke-17, Agus ingin Sekolah Vokasi UGM terus menjadi penyumbang solusi bagi berbagai kebutuhan bangsa.

"Sekolah Vokasi diharapkan menjadi solusi negeri, solusi Indonesia untuk semua pekerjaan. Dari pekerjaan masalah teknik, sosial, maupun pekerjaan ekonomi dan kesehatan, kita ada di sini," tegasnya.

Dari tahun ke tahun, jumlah mahasiswa Sekolah Vokasi UGM terus meningkat. Pertumbuhan jumlah mahasiswa tersebut didukung sumber daya pengajar yang kini berjumlah 325 orang.

Dies Natalis ke-17 Sekolah Vokasi UGM tahun ini mengusung tema "Building Applied Bachelor's, Master's, and Doctoral Pathways for Global Talent". Agus mengatakan konsep talenta global merupakan salah satu hal baru yang tengah dijajaki Sekolah Vokasi UGM.

Meski menjadi agenda baru, Sekolah Vokasi UGM bergerak cepat untuk mencapai target tersebut. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembentukan Global Talent Career Development Center.

"Kita membuat kantor Global Talent Career Development Center. Kantor itu yang nantinya diharapkan menjadi kantor yang paling sibuk untuk mengantarkan dosen-dosen maupun mahasiswa bekerja di luar negeri," tuturnya.

Melalui sinergi antara dosen dan mahasiswa, Agus optimistis Sekolah Vokasi UGM dapat membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa untuk membangun jejaring dan mendapatkan pengalaman kerja di luar negeri. Pengalaman global tersebut diharapkan membentuk mereka menjadi bagian dari diaspora yang berdaya saing tinggi atau menjadi talenta berkualitas ketika kembali ke Indonesia untuk membangun negeri.

"Mahasiswa kita adalah mahasiswa yang menguasai ilmu, pengetahuan, teori yang kuat, tapi praktiknya hebat dan solusinya tepat, dan inovasi akan muncul dari orang yang mempunyai teori sama praktik yang kuat. Itu kita punyai, baik mahasiswa maupun dosen," tegas Agus.

Untuk menjawab tingginya harapan masyarakat, Agus mengatakan Sekolah Vokasi UGM harus terus bekerja keras dan meningkatkan kualitas pendidikan.

"Dies ke-17 adalah tonggak sejarah kita untuk bekerja lebih keras, melaju lebih kencang, dan mencapai kesejahteraan lahir batin di Sekolah Vokasi," tandasnya.

Ketua Acara Dies Natalis ke-17 SV UGM, Wiryanta, menambahkan Dies Natalis ke-17 menjadi momentum penting untuk merayakan perjalanan Sekolah Vokasi UGM. Selama 17 tahun, Sekolah Vokasi UGM dinilai telah berkontribusi dan berdedikasi dalam mencerdaskan putra-putri bangsa agar menjadi generasi yang inovatif, produktif, dan berintegritas.

"Visualisasi siluet hati dalam angka 17 ini merefleksikan dedikasi dan perjalanan panjang pada dunia pendidikan terapan. Sebuah sinergi yang memadukan inovasi teknis dan nilai humanis untuk mencetak talenta global," tuturnya.

Wiryanta berharap Dies Natalis ke-17 Sekolah Vokasi UGM dapat memperkuat kolaborasi antara sivitas akademika, mitra, dan masyarakat umum. Berbagai kegiatan dalam rangkaian dies diharapkan menjadi ruang untuk memperluas kerja sama dan memperkuat hubungan antarunsur tersebut.

Rangkaian Dies Natalis ke-17 Sekolah Vokasi UGM diawali dengan kegiatan pembukaan. Acara tersebut menjadi awal dari berbagai kegiatan yang akan digelar selama beberapa bulan ke depan.

Dalam pembukaan tersebut digelar sejumlah kegiatan, seperti senam bersama, berbagai pertunjukan, lomba anak, serta lomba antarunit atau departemen di Sekolah Vokasi UGM dengan berbagai gim. Acara juga dimeriahkan dengan pembagian beragam doorprize dan ekspo yang menampilkan aktivitas sivitas akademika Sekolah Vokasi UGM.

Head of Learning and Development PT Liugong Machinery Indonesia, Mulyono, mewakili mitra Sekolah Vokasi UGM menyampaikan ucapan selamat atas Dies Natalis ke-17 SV UGM. Ia berharap kerja sama antara mitra dan Sekolah Vokasi UGM dapat terus produktif, khususnya dalam menjembatani kebutuhan dunia pendidikan dengan sektor industri.

Mulyono mengatakan saat ini masih terdapat kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia industri. Karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dinilai penting untuk memperkecil kesenjangan tersebut.

"Jadi harapannya dengan adanya kolaborasi dan kerja sama kita bersama, harapannya adalah gap tadi bisa diminimalisir sehingga ketika lulusan-lulusan vokasi ini bisa langsung diterima di dunia kerja, atau goal-nya adalah nol masa tunggu. Itu target kita bersama," tukasnya. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online