Wiryanti Sukamdani: Mustika Rasa, Warisan Resep Bung Karno Tak Sekadar Soal Masakan
Buku Mustika Rasa kembali diperkenalkan kepada masyarakat melalui Festival Mustika Rasa 2026 di Alun-Alun Selatan Yogyakarta.
Peluncuran Boulevard Coffee & Eatery pada Jumat (28/8/2026) di Pendopo Wisma Kagama./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
SLEMAN — PT Gama Multi Usaha Mandiri resmi meluncurkan Boulevard Coffee & Eatery di Wisma Kagama, Jumat (28/8/2026). Langkah ini menjadi terobosan baru dalam mengintegrasikan unit usaha di lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM), sekaligus membuka ruang kolaborasi bisnis dan jaringan alumni.
Tidak hanya menawarkan sajian kopi, Boulevard Coffee & Eatery dirancang sebagai ruang yang nyaman dan terjangkau untuk belajar, berdiskusi, hingga membangun koneksi. Berlokasi di Wisma Kagama, kafe ini tidak hanya menjadi tempat menikmati kopi, tetapi juga ruang yang mempertemukan mahasiswa, akademisi, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat.
Direktur Utama PT Gama Multi Usaha Mandiri, Ibnu Gunawan, mengatakan Boulevard Coffee & Eatery mengusung konsep kafe yang memberdayakan mahasiswa. Mahasiswa dilibatkan dalam pengelolaan dan pelaksanaan kegiatan, bahkan sejak tahap penyusunan business plan.
Menurutnya, mahasiswa memiliki basis komunitas yang kuat. Sementara itu, Gama Multi sebagai badan usaha UGM berkomitmen aktif mendukung pilar pendidikan dalam Tridharma Perguruan Tinggi.
Melalui sinergi tersebut, pembelajaran mahasiswa tidak lagi terbatas pada penguasaan hard skill akademis di dalam kelas, tetapi juga mencakup pengasahan soft skill di lapangan yang dinilai penting untuk masa depan.
"Di sini mereka belajar termasuk bernegosiasi, berkomunikasi, mendengarkan, melayani, itu semua skill yang dirasa sangat-sangat penting," kata Ibnu.

Boulevard Coffee & Eatery memiliki ruang yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan dengan minimum spend pembelian yang terjangkau. Keunggulan ini membuat mahasiswa dan komunitas tidak terlalu terbebani biaya sewa tempat yang mahal.
Ibnu menjelaskan ruang Boulevard dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari diskusi kelompok, rapat organisasi, sharing session, community gathering, workshop, meeting, kegiatan kampus, hingga aktivitas kreatif.
Konsep tersebut menjadi bagian dari komitmen Boulevard Coffee & Eatery untuk menghadirkan ruang yang accessible, affordable, dan tetap berkualitas.
Selain itu, Boulevard Coffee & Eatery dikembangkan dengan konsep quiet third place. Konsep ini menjadikan Boulevard sebagai ruang ketiga di luar rumah dan tempat kerja yang dapat digunakan untuk beristirahat, menemukan inspirasi, membangun koneksi, maupun menikmati waktu dengan lebih bermakna.
Dengan semangat "Think, Thrive, & Socialize", Boulevard Coffee & Eatery berupaya menciptakan ruang yang dapat mengakomodasi berbagai kebutuhan pengunjung. Kafe ini juga membuka peluang kolaborasi dengan mahasiswa, komunitas, organisasi, maupun berbagai pihak yang memiliki visi yang relevan.
Ibnu berharap Boulevard Coffee & Eatery dapat terus berkembang sebagai ruang yang mempertemukan kopi, komunitas, kreativitas, bisnis, dan pembelajaran.
"Boulevard Coffee merupakan sarana untuk meningkatkan kerja sama antarunit usaha, di mana Boulevard juga menghadirkan produk artisan tea dari PT Pagilaran yang juga merupakan unit usaha UGM. Tidak hanya itu, dengan adanya Boulevard Coffee, kolaborasi dengan UKM juga dapat terjalin dengan baik," tandasnya.
Komisaris PT Gama Multi Usaha Mandiri, Prof. Wihana Kirana Jaya, berpandangan bahwa UGM memiliki banyak badan usaha, tetapi keterlibatan mahasiswa belum banyak. Hal inilah yang coba diubah PT Gama Multi Usaha Mandiri melalui Boulevard Coffee & Eatery.
"Kalau UGM ekosistemnya dibuat semakin baik, badan usahanya semakin baik, terintegrasi, nanti tentunya leverage-nya makin besar, skala ekonominya makin baik," ungkapnya.
Direktur Pengembangan Usaha Universitas Gadjah Mada, Prof. Wiratni, mendukung keterlibatan mahasiswa dalam usaha Boulevard Coffee & Eatery. Menurutnya, skema semacam ini menjadi terobosan yang bisa direplikasi di badan usaha milik UGM lainnya.
"Kehadiran oleh mahasiswa itu akan menjadi terobosan yang baru untuk pengelolaan badan-badan usaha di lingkungan universitas," tegasnya.
Selain peluncuran Boulevard Coffee & Eatery, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan MoU antara Bank Syariah Nasional dengan PT Gama Multi Grup.
Digital Business Division Head Bank Syariah Nasional, Bhimo Wikanhantoro, mendukung kerja sama yang terjalin. Menurut Bhimo, BSN siap mendukung visi yang ingin dicapai PT Gama Multi Grup.
"Mimpinya sangat besar, pemberdayaan dan lain sebagainya tadi. Secara singkat kami jelas sangat mendukung Bapak/Ibu semua. Kami berharap kerja sama ini bisa langgeng, panjang," ujarnya.
Peluncuran Boulevard Coffee & Eatery di Pendopo Wisma Kagama tersebut diharapkan menjadi awal pengembangan ruang kolaborasi yang menghubungkan mahasiswa, alumni, unit usaha UGM, komunitas, dan pelaku bisnis. Kehadirannya juga diharapkan dapat memperkuat ekosistem kewirausahaan serta memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa di luar kegiatan akademik. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Buku Mustika Rasa kembali diperkenalkan kepada masyarakat melalui Festival Mustika Rasa 2026 di Alun-Alun Selatan Yogyakarta.
Veda Ega Pratama menjalani Q1 Moto3 Aragon 2026 pada Sabtu sore. Pebalap asal Gunungkidul wajib masuk empat besar untuk lolos ke Q2 dan memperbaiki posisi start
Jepang resmi memasuki musim flu 2026 lebih awal. Sebanyak 4.094 kasus terdeteksi dalam sepekan, menjadikannya awal musim flu tercepat kedua sejak 1999.
Komdigi menjembatani Yogi dengan Telkomsat dan Starlink agar penyediaan internet di Mentawai dapat dilakukan secara legal dan berizin.
Truk dump kecelakaan di Jalan Magelang Sleman, Sabtu pagi. Sopir dan penumpang luka setelah truk menabrak tiang telepon dan masuk parit.
Akademisi mendorong RPPLH DIY 2026–2056 terintegrasi dengan tata ruang, pembangunan, penganggaran, dan program lingkungan.