Festival Mustika Rasa Digelar di Jogja, Dorong Kedaulatan Pangan dan UMKM Lokal

Media Digital
Media Digital Sabtu, 29 Agustus 2026 12:42 WIB
Festival Mustika Rasa Digelar di Jogja, Dorong Kedaulatan Pangan dan UMKM Lokal

Deretan stan UMKM mewarnai Festival Mustika Rasa di Alun-alun Selatan Jogja, pada Sabtu (29/8/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat

JOGJA — Festival Mustika Rasa resmi dibuka di Alun-Alun Selatan Jogja, Sabtu (29/8/2026). Festival kuliner yang melibatkan ratusan UMKM lokal tersebut membawa pesan tentang kedaulatan pangan, sekaligus mengajak masyarakat Indonesia agar tidak bergantung pada produk maupun bahan makanan impor.

Ketua DPP PDIP Bidang Pariwisata Wiryanti Sukamdani mengatakan Festival Mustika Rasa digelar dengan mengambil inspirasi dari buku Mustika Rasa yang disusun pada era pemerintahan Presiden Soekarno. Buku tersebut memuat lebih dari 1.000 menu makanan dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Wiryanti, kuliner tidak semata-mata berkaitan dengan rasa, tetapi juga pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap makanan yang sehat, bergizi, enak, dan terjangkau. Karena itu, festival tersebut sekaligus menjadi upaya mengenalkan kembali kekayaan pangan lokal kepada masyarakat.

"Rakyat itu kalau makan harus sehat, harus bergizi, dan juga harus enak. Tetapi tentunya harus murah," kata Wiryanti seusai membuka Festival Mustika Rasa, Sabtu (29/8/2026).

Ia mengatakan Jogja dipilih sebagai lokasi festival karena memiliki posisi sebagai salah satu pusat kebudayaan dan pariwisata. Selain itu, Jogja memiliki beragam kuliner yang menggunakan bahan lokal dan dapat dinikmati dengan harga terjangkau.

Festival Mustika Rasa berlangsung selama dua hari, Sabtu (29/8/2026) hingga Minggu (30/8/2026). Ratusan pelaku UMKM turut ambil bagian dengan menghadirkan berbagai olahan makanan berbahan baku lokal.

Wiryanti mencontohkan sejumlah makanan yang ditampilkan, termasuk olahan berbahan singkong serta sate kere yang memanfaatkan bagian tubuh hewan selain daging. Menurutnya, kreativitas dalam mengolah bahan pangan lokal membuktikan bahwa makanan yang bergizi dan enak tidak harus mahal.

"UMKM ini 62% ekonomi Indonesia itu ditopang oleh UMKM. Oleh karena itu, kita harus mendukung, kita harus bantu pedagang-pedagang ini," ujarnya.

Ia menilai penguatan kuliner lokal juga sejalan dengan gagasan Soekarno mengenai kedaulatan politik dan kemandirian ekonomi. Menurutnya, semangat tersebut perlu diterapkan dalam urusan pangan dengan mengutamakan bahan-bahan yang tersedia di Indonesia.

"Perut dan lidah rakyat Indonesia tidak boleh tergantung dengan bahan impor. Kita harus mencintai masakan Indonesia, mencintai semua yang bahan bakunya ada di Indonesia," kata Wiryanti.

Selain pameran dan penjualan kuliner, pembukaan Festival Mustika Rasa juga dirangkai dengan kegiatan senam dan pengobatan gratis. Wakil Ketua Komisi X DPR RI My Esti Wijayanti mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat menjalani pola hidup sehat melalui olahraga dan konsumsi makanan sehat.

"Keseimbangannya termasuk dengan makanan sehat. Artinya, olahraga juga menjadi bagian yang kemudian dimintakan kepada Ibu Megawati Soekarnoputri untuk terus juga kita lakukan," kata Esti.

Festival tersebut juga menjadi ruang untuk menghimpun aspirasi masyarakat sekaligus menggalang donasi bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Esti mengatakan donasi yang terkumpul dari kegiatan tersebut diperkirakan telah mencapai lebih dari Rp10 juta.

"Bagian dari kita menunjukkan bahwa kemanusiaan itu tanpa batas. Tidak ada batas partai politik, tidak ada batas pilihan politik, tetapi ini adalah kemanusiaan yang memang harus dihadirkan untuk semua tanpa sekat," ujarnya.(Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online