Rayakan Anniversary Epson, Nikmati Promo Projector Serba Bisa hingga Cashback
Epson Indonesia menghadirkan promo anniversary projector EB Series dengan reward e-wallet hingga Rp150.000 dan cashback hingga Rp300.000 untuk be
Direktur UT Yogyakarta, Prof. Dr. Agus Santoso (kiri), berfoto bersama Sekretaris Universitas, Kurnia Endah Riana (tengah) dan Ketua IKA-UT Yogyakarta, Partogi Dame Pakpahan seusai prosesi wisuda Periode II/2026 di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Minggu (18/10).Harian Jogja/Catur Dwi Janati
SLEMAN - Berpegang pada prinsip pendidikan sepanjang hayat serta komitmen menyediakan akses pendidikan tinggi berkualitas untuk semua kalangan, Universitas Terbuka (UT) Yogyakarta melepas 1.635 lulusan Periode II/2026 di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Minggu (18/10).
Komitmen tersebut dibuktikan dengan hadirnya perguruan tinggi yang makin inklusif dan fleksibel bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) hingga ratusan mahasiswa berkebutuhan khusus.
Sekretaris Universitas, Kurnia Endah Riana, mengungkapkan bahwa wisuda periode kali ini diikuti 1.635 lulusan. Di balik keberhasilan itu, UT terus berkomitmen untuk menyediakan akses pendidikan tinggi berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia, salah satunya ditunjukkan dengan banyaknya mahasiswa berkebutuhan khusus yang menempuh studi di Universitas Terbuka. "Ketika masa registrasi 2026.1 lalu, Universitas Terbuka melayani lebih dari 650 mahasiswa berkebutuhan khusus. Ini membuktikan bahwa UT hadir untuk siapa saja," kata Kurnia, Minggu.
Selain terbuka bagi mahasiswa berkebutuhan khusus, UT juga memiliki banyak mahasiswa dari wilayah 3T. Hal itu menegaskan keberadaan UT sebagai universitas yang menyediakan pendidikan tinggi berkualitas bagi seluruh masyarakat di Indonesia.
.jpg)
Kurnia menegaskan bahwa UT akan terus berpegang pada tekad meningkatkan kualitas SDM Indonesia dengan memberikan pendidikan berkualitas untuk semua kalangan. "Jadi, kami tegaskan lagi, UT bertekad untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia dengan memberikan akses pendidikan tinggi berkualitas untuk siapa saja di Indonesia," ujar dia.
Tekad UT untuk memberikan pendidikan tinggi yang berkualitas mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat. Dalam periode 2025 hingga 2026, kepercayaan masyarakat kepada UT semakin meningkat, tercermin dari jumlah mahasiswa yang bertumbuh dari 768.248 mahasiswa pada semester 2025.2 menjadi 846.444 mahasiswa pada semester 2026.2.
Peningkatan jumlah mahasiswa tersebut juga diiringi dengan layanan akademik yang semakin andal. Kurnia menjelaskan bahwa UT saat ini mampu melaksanakan tutorial dan ujian daring yang dapat melayani lebih dari 125.000 pengguna setiap sesi.
UT, kata Kurnia, terus meningkatkan mutu pendidikan tinggi yang diberikan dari waktu ke waktu. UT saat ini berhasil mempertahankan akreditasi A perguruan tinggi dan berbagai pengakuan internasional. UT juga berhasil meningkatkan jumlah program studi berakreditasi unggul atau A menjadi 59,62%. "Pada 2026, UT mereviu kualitas dari International Council for Open and Distance Education [ICDE], hasilnya masih kami tunggu," ujar dia.
Seminar
Sebelum menjalani proses wisuda, untuk memperkuat karakter lulusannya, UT Yogyakarta menyelenggarakan seminar dengan tema Dari Kampus untuk Dunia: Membangun Resiliensi Gen Z yang Inovatif dan Terintegrasi Menuju Indonesia Berdampak pada Kamis (15/10).
Sementara itu, Direktur UT Yogyakarta, Prof. Dr. Agus Santoso mengatakan bahwa dunia saat ini terus berubah. Begitu pula dengan teknologi yang juga terus berkembang dan tantangan di masyarakat kata Agus juga semakin kompleks. "Oleh karena itu, kami harap para lulusan tetaplah menjadi pembelajar sepanjang hayat, menjadi lulusan yang terus meningkatkan kompetensi dan beradaptasi dengan perubahan zaman," ucap Agus.
Untuk menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan masyarakat yang semakin kompleks, UT memberi pembekalan kepada para wisudawan melalui seminar. "Dalam rangkaian wisuda, kami telah melaksanakan seminar akademik untuk membekali para mahasiswa bagaimana nanti menghadapi di dunia kerja," ujarnya.
Agus menambahkan bahwa ijazah hanya bukti bahwa seseorang telah menyelesaikan tahapan pendidikan, bukan tanda berakhirnya proses belajar.
Menurutnya, keberhasilan tidak hanya diukur semata-mata dari gelar akademik, tetapi juga dari kebermanfaatan kepada masyarakat. Seberapa besar ilmu dan keterampilan yang dimiliki wisudawan, ia harap dapat bermanfaat bagi keluarga, lingkungan kerja, maupun masyarakat serta bangsa. "Oleh karena itu, kami berharap para lulusan Universitas Terbuka tetap menjadi pribadi yang berkompeten, mandiri, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial," kata dia.
Ketua Ikatan Keluarga Alumni Universitas Terbuka (IKA-UT) Yogyakarta, Partogi Dame Pakpahan turut berbahagia menyambut ribuan lulusan yang diwisuda periode kali ini. Meski ribuan lulusan diwisuda tiap tahunnya, IKA-UT kata Partogi akan menggalang kesatuan untuk terus memberikan beasiswa kepada adik-adik yang membutuhkan. "Tidak ada kata untuk menyerah, tidak ada kata untuk tidak berbuat baik, tetapi apapun itu, sinergi yang sudah dibangun, yang sedang kami bangun akan tetap dilestarikan untuk kemajuan almamater Universitas Terbuka di manapun alumninya berada.” (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Epson Indonesia menghadirkan promo anniversary projector EB Series dengan reward e-wallet hingga Rp150.000 dan cashback hingga Rp300.000 untuk be
DPRD Bantul meminta tambang pasir ilegal dan bangunan di zona inti Gumuk Pasir Barchan ditertibkan untuk mendukung restorasi alami.
Pemerintahan Prabowo-Gibran menyiapkan 26 proyek hilirisasi senilai Rp225 triliun dan menargetkan penyerapan 37.833 tenaga kerja.
Menteri HAM Natalius Pigai menekankan pemerataan stok BBM di Bali setelah antrean SPBU mulai terkendali, tetapi Pertamax masih belum tersedia di sejumlah lokasi
BPGMN akan memetakan 500 KHG untuk mengidentifikasi kawasan gambut kritis dan mendukung target Prabowo menghentikan kebakaran gambut.
Bantuan jagung SPHP di Temanggung diusulkan menjangkau 399 peternak untuk menekan biaya pakan dan menjaga usaha ayam petelur.