Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jogja Gelar FKP

Admin Medsos Bisnis.com
Admin Medsos Bisnis.com Kamis, 05 November 2026 17:12 WIB
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jogja Gelar FKP

Tangkapan layar Forum Konsultasi Publik yang digelar secara daring oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jogja, Kamis (5/11/2026)

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jogja menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) untuk mendapatkan masukan masyarakat terkait penyelenggaraan layanan perpustakaan dan kearsipan. Kegiatan yang digelar secara daring dan luring tersebut diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri atas perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, perguruan tinggi, dan komunitas literasi.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jogja, Afia Rosdiana, mengatakan FKP menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan, kritik, maupun saran terhadap layanan yang selama ini diberikan. Menurutnya, masukan tersebut diperlukan agar layanan yang dikembangkan dinas semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dua urusan yang dibahas dalam forum tersebut yakni urusan perpustakaan dan kearsipan. “Harapannya dengan adanya FKP ini kami menjadi tahu apa yang harus diperbaiki, apa yang harus dibenahi dalam pelayanan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan ini,” katanya, Kamis (5/11/2026).

Selain meningkatkan kualitas layanan, Afia berharap FKP dapat memperkuat akuntabilitas dan transparansi penyelenggaraan layanan publik. Salah satunya dengan meluruskan anggapan bahwa layanan perpustakaan harus berbayar. Padahal, masyarakat dapat mengakses layanan perpustakaan secara gratis.

Saat ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jogja memiliki dua perpustakaan, yakni di Kotabaru dan Gading, Mantrijeron. Perpustakaan di Gading sekitar 70% layanannya dikhususkan untuk anak-anak dan ibu, termasuk layanan parenting. Adapun 30% lainnya diperuntukkan bagi masyarakat umum.

Sementara itu, perpustakaan di Kotabaru diperuntukkan bagi masyarakat umum. Meski demikian, anak-anak juga tetap menjadi salah satu kelompok yang memanfaatkan fasilitas perpustakaan tersebut.

Layanan Unggulan

Dari sejumlah layanan yang dikembangkan, Rotate Your Book (RYB) menjadi salah satu layanan unggulan. Program tersebut merupakan layanan literasi berbasis partisipasi masyarakat yang memungkinkan warga menukarkan buku pribadi yang telah selesai dibaca dengan buku baru dari koleksi Bank Buku secara gratis.

Menurut Afia, RYB yang telah berjalan sekitar dua tahun merupakan pengembangan dari Bank Buku yang sudah ada sejak 2011. Layanan tersebut kini semakin diminati masyarakat dan tidak hanya dilaksanakan di perpustakaan, tetapi juga melalui kegiatan keliling ke sekolah-sekolah.

“Kadang layanan Rotate Your Book ini kami selenggarakan di mal juga,” ucapnya.

Afia mengatakan program RYB akan terus dikembangkan karena mendapat respons positif dari masyarakat. “Program RYB merupakan program sustainable kami yang akan kami gencarkan karena diminati masyarakat,” imbuhnya.(Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online