BTN Dukung Rumah Cahaya, 30 Pahlawan Indonesia Terima Hunian Layak
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendukung Program Rumah Cahaya yang diinisiasi Yayasan Pahlawan Harapan Sejahtera Indonesia Emas (PHSI)
Dr. Raden Stevanus Christian Handoko, S.Kom., M.M., Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) RIT DIY. - ist
JOGJA—Rencana Induk Transportasi (RIT) DIY 2025-2045 menjadi perencanaan yang sangat krusial di DIY. Panitia Khusus Perda RIT saat ini terus melakukan pembahasan untuk menghasilkan Perda yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan semua pihak.
Setidak nya ada 5 tujuan utama dalam pembentuk Perda RIT. Hal ini ditegaskan Dr. Raden Stevanus Christian Handoko, S.Kom., M.M., Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) RIT DIY.
“Mendorong Produktivitas dan Daya Saing Daerah, Mewujudkan Transportasi yang Andal dan Efisien, Menjaga dan Meningkatkan Kualitas Lingkungan Hidup, Menyediakan Prasarana dan Sarana Transportasi Memadai, dan Mengembangkan Transportasi Terintegrasi,” ungkap Dr. Raden Stevanus.
Sehingga Optimalisasi Trans Jogja menjadi bagian tidak terpisahkan dalam RIT. Trans Jogja sebagai tulang punggung mobilitas warga DIY memegang peranan tak kalah penting.
"Trans Jogja memiliki potensi luar biasa yang belum sepenuhnya tergali. Ini bukan hanya tentang mengangkut penumpang, tapi tentang membangun ekosistem mobilitas yang terintegrasi, hijau, dan merata," ujar Dr. Raden Stevanus.
Dr. Raden Stevanus menyoroti urgensi penambahan jumlah armada Trans Jogja. Saat ini, kepadatan penumpang dan waktu tunggu yang panjang masih menjadi keluhan utama.
"Penambahan armada mutlak diperlukan untuk meningkatkan kapasitas angkut dan memperpendek interval keberangkatan. Ini esensial agar masyarakat merasa nyaman dan beralih dari kendaraan pribadi," tegasnya.
BACA JUGA: Wisatawan Malioboro Membutuhkan Fasilitas Penunjang bagi Pejalan Kaki
“Saya berharap, penambahan armada tidak sekedar penambahan armada biasa, namun perlu juga perlu memikirkan kendaraan ramah lingkungan, seperti bus Listrik”, ujar Dr. Raden Stevanus.
“Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal di wilayah penyangga, perluasan trayek hingga ke pelosok sangat diperlukan,” ungkap Dr. Raden Stevanus.
Selain itu menurut Dr. Raden Stevanus, untuk menjangkau area permukiman yang lebih dalam dan padat, namun tidak dilalui jalur utama, penyediaan kendaraan feeder (pengumpan) menjadi solusi.
"Kendaraan feeder membantu penumpang dari permukiman dan mengantarkan mereka ke halte Trans Jogja terdekat. Ini mengatasi masalah 'jarak tempuh terakhir' dan memperluas jangkauan layanan secara signifikan," kata Dr. Raden Stevanus.
Terakhir dan yang terpenting adalah integrasi moda transportasi. Dr. Raden Stevanus menekankan bahwa ini bukan sekadar konektivitas fisik, melainkan sistematis.
"Integrasi Trans Jogja, Kereta Bandara, Moda Transportasi lain hingga angkutan online harus terwujud. Ini termasuk sistem tiket tunggal atau pembayaran digital terpadu, serta informasi jadwal real-time yang terpusat," terangnya. (Advetorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendukung Program Rumah Cahaya yang diinisiasi Yayasan Pahlawan Harapan Sejahtera Indonesia Emas (PHSI)
Prakiraan cuaca DIY Selasa (1/9) cerah berawan dengan suhu 33°C. Waspada perubahan angin di pesisir Bantul dan Kulonprogo. Cek info BMKG selengkapnya.
Pemda DIY menekankan pentingnya membuktikan manfaat nyata keistimewaan bagi generasi muda sekaligus menjawab tantangan masa depan.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Lima jodhang berisi hasil bumi dari empat kabupaten dan satu kota di DIY diserahkan dalam Puncak Memetri Kaistimewaan 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK)
Jadwal KSPN Jogja 1 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini, dengan tarif mulai Rp12.000.