HUT ke-75 IBI, 4.258 Bidan DIY Siap Perkuat Layanan Kesehatan
IBI DIY memiliki 4.258 anggota. Pada HUT ke-75, bidan menegaskan komitmen memperkuat kesehatan ibu, bayi, dan generasi emas 2045.
Pameran bertajuk Ritus Raya menjadi salah satu suguhan budaya yang mengisi awal Agustus 2025 di Bentara Budaya Yogyakarta. Digelar pada 6–10 Agustus 2025, pukul 09.00–21.00 WIB, pameran ini merupakan bagian dari rangkaian acara Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2025. /Istimewa.
YOGYAKARTA—Pameran bertajuk Ritus Raya menjadi salah satu suguhan budaya yang mengisi awal Agustus 2025 di Bentara Budaya Yogyakarta. Digelar pada 6–10 Agustus 2025, pukul 09.00–21.00 WIB, pameran ini merupakan bagian dari rangkaian acara Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2025.
Melalui pendekatan tematik, Ritus Raya mengajak pengunjung menelusuri ragam ritus yang mengiringi siklus kehidupan manusia—mulai dari kelahiran, pernikahan, hingga kematian—yang diwariskan lintas generasi di berbagai wilayah Nusantara.

Pameran ini menunjukkan bahwa ritus tidak sekadar upacara seremonial, melainkan juga wujud rasa syukur, pengikat relasi sosial, sekaligus penguat identitas budaya. Melalui karya seni rupa, dokumentasi visual, dan artefak yang dipilih secara kuratorial, Ritus Raya menampilkan keterhubungan antara manusia, alam, dan nilai-nilai sosial yang tumbuh dalam masyarakat.

Kepala Seksi Sejarah Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Fttria Dyah Anggraini, selaku pengarah kegiatan, menyampaikan bahwa pameran ini dirancang sebagai ruang refleksi sekaligus dialog lintas budaya. “Ritus Raya berupaya membingkai kembali praktik-praktik budaya yang hidup di masyarakat sebagai sumber pengetahuan dan kearifan lokal yang relevan dalam konteks kekinian,” ujarnya.
Ia menambahkan, hadirnya dukungan dari Keraton Yogyakarta turut memperkuat narasi tentang keselarasan antara tradisi dan modernitas, antara kesakralan dan kehidupan profan, yang berpadu dalam satu ruang perjumpaan.

Sejak hari pertama, pengunjung dari berbagai kalangan—mulai dari mahasiswa, seniman, komunitas budaya, hingga wisatawan—terlihat antusias memadati area pameran. Mereka mengamati instalasi, membaca penjelasan kuratorial, hingga terlibat dalam diskusi dengan panitia.
“Setelah saya melihat pameran ini, rasanya bukan sekadar nostalgia, tapi juga usaha merekam memori kota dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap warisan budaya,” ujar salah satu pengunjung, Adelia Mumsika Dina (22).

Dengan memadukan arsip visual, karya seni rupa, dan instalasi, Ritus Raya tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni, tetapi juga menjadi ajakan untuk menjaga warisan budaya sebagai bekal membangun masa depan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IBI DIY memiliki 4.258 anggota. Pada HUT ke-75, bidan menegaskan komitmen memperkuat kesehatan ibu, bayi, dan generasi emas 2045.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 8 September 2026 lengkap 12 perjalanan dari Palur. Cek waktu kedatangan di 12 stasiun, aturan pembayaran, dan info perubahan jadwal
Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Bendung, Semin berencana memeperluas kawasan Lumbung Mataraman dari semula 1,2 hektare menjadi 2,2 hektare untuk menyasar MBG.
Janice Tjen mengaku bersyukur kembali tampil di US Open 2026 meski langkahnya di nomor ganda putri terhenti usai kalah dari Aldila Sutjiadi.
Jaguar Land Rover akan memangkas 4.000 karyawan atau 10% tenaga kerja global akibat persaingan mobil China, tarif impor AS, dan tekanan industri otomotif global
Pieter Huistra mengevaluasi kekalahan PSS Sleman dari Bali United pada laga perdana Super League 2026/2027. Super Elja kini fokus berbenah jelang menghadapi Mad