PCA Ngampilan Gelar Milad Aisyiyah ke-109, Ini Dakwah Kemanusiaannya
Milad Aisyiyah ke-109 di Jogja dihadiri 500 peserta. Tekankan dakwah kemanusiaan, UMKM, dan penguatan sosial perempuan.
Pameran bertajuk Ritus Raya menjadi salah satu suguhan budaya yang mengisi awal Agustus 2025 di Bentara Budaya Yogyakarta. Digelar pada 6–10 Agustus 2025, pukul 09.00–21.00 WIB, pameran ini merupakan bagian dari rangkaian acara Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2025. /Istimewa.
YOGYAKARTA—Pameran bertajuk Ritus Raya menjadi salah satu suguhan budaya yang mengisi awal Agustus 2025 di Bentara Budaya Yogyakarta. Digelar pada 6–10 Agustus 2025, pukul 09.00–21.00 WIB, pameran ini merupakan bagian dari rangkaian acara Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2025.
Melalui pendekatan tematik, Ritus Raya mengajak pengunjung menelusuri ragam ritus yang mengiringi siklus kehidupan manusia—mulai dari kelahiran, pernikahan, hingga kematian—yang diwariskan lintas generasi di berbagai wilayah Nusantara.

Pameran ini menunjukkan bahwa ritus tidak sekadar upacara seremonial, melainkan juga wujud rasa syukur, pengikat relasi sosial, sekaligus penguat identitas budaya. Melalui karya seni rupa, dokumentasi visual, dan artefak yang dipilih secara kuratorial, Ritus Raya menampilkan keterhubungan antara manusia, alam, dan nilai-nilai sosial yang tumbuh dalam masyarakat.

Kepala Seksi Sejarah Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Fttria Dyah Anggraini, selaku pengarah kegiatan, menyampaikan bahwa pameran ini dirancang sebagai ruang refleksi sekaligus dialog lintas budaya. “Ritus Raya berupaya membingkai kembali praktik-praktik budaya yang hidup di masyarakat sebagai sumber pengetahuan dan kearifan lokal yang relevan dalam konteks kekinian,” ujarnya.
Ia menambahkan, hadirnya dukungan dari Keraton Yogyakarta turut memperkuat narasi tentang keselarasan antara tradisi dan modernitas, antara kesakralan dan kehidupan profan, yang berpadu dalam satu ruang perjumpaan.

Sejak hari pertama, pengunjung dari berbagai kalangan—mulai dari mahasiswa, seniman, komunitas budaya, hingga wisatawan—terlihat antusias memadati area pameran. Mereka mengamati instalasi, membaca penjelasan kuratorial, hingga terlibat dalam diskusi dengan panitia.
“Setelah saya melihat pameran ini, rasanya bukan sekadar nostalgia, tapi juga usaha merekam memori kota dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap warisan budaya,” ujar salah satu pengunjung, Adelia Mumsika Dina (22).

Dengan memadukan arsip visual, karya seni rupa, dan instalasi, Ritus Raya tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni, tetapi juga menjadi ajakan untuk menjaga warisan budaya sebagai bekal membangun masa depan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Milad Aisyiyah ke-109 di Jogja dihadiri 500 peserta. Tekankan dakwah kemanusiaan, UMKM, dan penguatan sosial perempuan.
Perguruan tinggi didorong mencetak lulusan adaptif, inovatif, dan berjiwa wirausaha untuk menghadapi era Society 5.0.
Prabowo meresmikan 1.061 Koperasi Merah Putih di desa dan menargetkan 30.000 koperasi beroperasi pada Agustus 2026.
Kabupaten Klaten bakal menjadi tuan rumah penyelenggaraan event berskala internasional bernama Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026.
Kapal induk Prancis Charles de Gaulle bergerak menuju Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan Iran, AS, dan Israel.
Prediksi Persik vs Persija di Super League 2026, tim tamu diunggulkan meski tuan rumah dalam tren positif.