8 Hari Ajang Sepeda Dunia Berpusat di Kabupaten Klaten
Kabupaten Klaten bakal menjadi tuan rumah penyelenggaraan event berskala internasional bernama Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026.
PT Mash Moshem Indonesia, jasa maklon kosmetik BPOM berkolaborasi dengan Fakultas Farmasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) menggelar seminar bertajuk “From Lab to Glam: The Maklon Cosmetics Journey” pada Sabtu (18/10) di Kampus Pakuwon City Laguna, Surabaya. - ist
SURABAYA—Industri kosmetik Indonesia terus tumbuh pesat dan membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berinovasi. Melihat potensi tersebut, PT Mash Moshem Indonesia, jasa maklon kosmetik BPOM berkolaborasi dengan Fakultas Farmasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) menggelar seminar bertajuk “From Lab to Glam: The Maklon Cosmetics Journey” pada Sabtu (18/10) di Kampus Pakuwon City Laguna, Surabaya.
Acara ini bertujuan memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang bagaimana ilmu farmasi dapat diterapkan dalam dunia industri kosmetik, mulai dari proses penelitian, pengembangan formulasi, hingga peluang bisnis melalui sistem maklon.
Mahasiswa Diajak Melihat Peluang Bisnis dari Ilmu Farmasi
Dalam sambutannya, Bapak Dr. Yudy Tjahjono, M.Sc.Biol., Wakil Dekan II Fakultas Farmasi UKWMS, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kolaborasi ini. Beliau menekankan pentingnya bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman nyata yang menghubungkan ilmu farmasi dengan dunia industri.
“Dengan kegiatan ini, mahasiswa bisa belajar dunia kefarmasian yang langsung berhadapan dengan dunia industri,” ujar beliau.
Sementara itu, CEO PT Mash Moshem Indonesia, Scorpi Filia, menyampaikan bahwa mahasiswa farmasi memiliki potensi besar untuk menjadi pelaku utama di industri kecantikan.
“Mahasiswa farmasi jangan mau hanya jadi follower, tapi inisiator terciptanya tren baru dalam industri kecantikan. Misalnya dengan mengangkat bahan-bahan heritage Indonesia yang kini bisa diolah menjadi bahan aktif kosmetik bernilai,” ungkap beliau dalam sambutannya.
PT Mash Moshem Indonesia berkomitmen mendukung kolaborasi antara dunia akademik dan industri agar lahir lebih banyak beautypreneur muda yang berani berinovasi.
Ilmu Farmasi Jadi Kunci Sukses di Industri Kecantikan
Sesi utama seminar dibawakan oleh Apt. Wendy Martian, M.Farm., Business Development PT Mash Moshem Indonesia, yang menjelaskan perjalanan lengkap sebuah produk kosmetik dari laboratorium hingga ke pasar kecantikan.
Wendy mengajak mahasiswa untuk tidak membatasi diri di laboratorium, tetapi melihat peran yang lebih luas, bisa sebagai R&D, business development, hingga brand owner.
Ia menambahkan, pasar kosmetik Indonesia sangat potensial, dengan pertumbuhan yang terus meningkat seiring naiknya kesadaran masyarakat akan perawatan diri dan produk lokal berkualitas.
Demo Formulasi dan Antusiasme Mahasiswa
Salah satu sesi menarik dalam seminar ini adalah demo pembuatan kosmetik berupa vegan butter cream, yang dipandu langsung oleh Lintang Karina, tim R&D PT Mash Moshem Indonesia. Dua mahasiswa, Karin dan Jovando, terpilih menjadi sukarelawan untuk mencoba proses formulasi secara langsung, dari pencampuran bahan alami hingga pengujian tekstur produk.
Setelah demo selesai, Karin dan Jovando membagikan kesan mereka. Karin menyebut bahwa tekstur butter cream buatan Mash Moshem terasa lebih ringan dan tidak berminyak, berbeda dengan produk sejenis yang pernah ia coba. Sedangkan Jovando menambahkan bahwa formulanya terasa lembut, dingin, dan tidak lengket di kulit, menunjukkan hasil formulasi yang ideal untuk produk vegan skincare.
Mendorong Kolaborasi Akademik dan Industri
PT Mash Moshem Indonesia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bagian dari upaya membangun jembatan antara dunia pendidikan dan industri kecantikan. Melalui pendekatan edukatif, perusahaan ingin menumbuhkan semangat entrepreneurship di kalangan mahasiswa farmasi agar mereka mampu mengubah pengetahuan ilmiah menjadi inovasi nyata.
PT Mash Moshem Indonesia ingin mahasiswa melihat bahwa peluang di industri kosmetik itu nyata. Dengan ide, ilmu, dan kemauan belajar, mahasiswa bisa memulai bisnis kosmetik dari nol dan tumbuh bersama Mash Moshem. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kabupaten Klaten bakal menjadi tuan rumah penyelenggaraan event berskala internasional bernama Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026.
Prabowo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski kurs dolar dan ekonomi global bergejolak.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.