Advertisement

Bersinergi dan Berkolaborasi demi Pembangunan Berkelanjutan

Media Digital
Jum'at, 20 Februari 2026 - 22:07 WIB
Abdul Hamied Razak
Bersinergi dan Berkolaborasi demi Pembangunan Berkelanjutan Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan dan Ambar Purwoko.ist

Advertisement

Setahun Kepemimpinan Agung Setyawan-Ambar Purwoko di Kulonprogo, Bersinergi dan Berkolaborasi demi Pembangunan Berkelanjutan

Satu tahun sudah pasangan Agung Setyawan dan Ambar Purwoko memimpin Kabupaten Kulon Progo. Program unggulan pembangunan daerah telah terlaksana dan terus diupayakan peningkatan serta penyempurnaan demi terwujudnya Bumi Binangun yang maju, mandiri, religius, dan berbudaya secara berkelanjutan.

Advertisement

Berbagai prestasi dan penghargaan tingkat nasional maupun provinsi, serta terlaksananya program unggulan tersebut, tidak lepas dari dukungan, sinergi, dan kolaborasi yang mencerminkan semangat kerja sama dan saling mendukung antara pemerintah, DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), masyarakat, media, perguruan tinggi, dan dunia usaha. Seluruh elemen tersebut bersatu untuk mencapai cita-cita terciptanya kehidupan yang seimbang, tenteram, dan sejahtera di Kulon Progo.

Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan dan Ambar Purwoko, dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, saat APBD 2025 telah ditetapkan. Dengan demikian, implementasi program unggulan sudah dilaksanakan pada 2025 dan dilanjutkan pada 2026. Berakhirnya periode tahun anggaran 2025 diharapkan menjadi fondasi kuat bagi penyusunan program kerja di tahun-tahun mendatang.

Kebijakan Strategis

Di bawah kepemimpinan Agung dan Ambar, Kulon Progo telah merumuskan arah kebijakan strategis yang menjadi landasan pembangunan daerah ke depan. Kebijakan ini membawa visi besar untuk mentransformasi Kulon Progo menjadi wilayah yang maju, mandiri, religius, dan berbudaya melalui skema pembangunan berkelanjutan.

Upaya pertama dilakukan dengan menempatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas utama. Langkah ini mencakup peningkatan kualitas proses belajar-mengajar serta penguatan akses terhadap pendidikan yang berkualitas.

Selain infrastruktur pendidikan, penerapan kurikulum yang selaras dan berkelanjutan bagi perkembangan anak juga terus dilakukan. Pemerintah daerah berperan dalam penyediaan tenaga pendidik yang kompeten serta lingkungan belajar yang kondusif guna membentuk karakter siswa yang unggul.

Di sektor kesehatan, pelayanan kesehatan di Kulon Progo terus mengalami peningkatan. Pada 2025, RSUD Wates ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan RI untuk melaksanakan program penanganan penyakit Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU). Dalam program ini, RSUD Wates berperan dalam jejaring pengampu layanan KJSU strata Madya serta Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) strata Utama. Fasilitas kesehatan di RSUD Wates juga terus ditingkatkan.

Guna mewujudkan pemerataan akses kesehatan, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mengoptimalkan layanan Puskesmas Kalibawang sebagai pusat rujukan medis di wilayah utara. Peningkatan tersebut mencakup penambahan fasilitas rawat inap, penyediaan alat kesehatan yang lebih modern, serta pemenuhan ketersediaan tenaga medis spesialis secara berkala.

Penguatan UMKM

Di sektor ekonomi, fokus utama diarahkan pada peningkatan produktivitas sektor pertanian serta penguatan daya saing UMKM dan IKM. Program ini dibarengi dengan strategi perluasan akses pasar agar produk lokal Kulon Progo memiliki jangkauan yang lebih luas.

Inovasi pembangunan juga dilaksanakan di sektor pertanian. Sementara di sektor pariwisata, Pemkab Kulon Progo terus mengoptimalkan potensi wisata sebagai penggerak ekonomi daerah. Upaya ini didukung dengan pemanfaatan sumber daya alam yang mengarah pada kemandirian pangan, air, dan energi, terutama melalui pengembangan potensi hulu hingga hilir di sektor agro.

Untuk pembangunan fisik, pasangan Agung dan Ambar memfokuskan pada pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang bertujuan meningkatkan konektivitas wilayah. Pengembangan infrastruktur juga dipersiapkan untuk memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim serta risiko bencana.

Selama kepemimpinan Agung–Ambar, tingkat kemiskinan berhasil ditekan hingga 14,53 persen, sesuai dengan target 14,12–15,12 persen. Persentase Kesesuaian Pemanfaatan Ruang tercapai di angka 88,70 persen. Indeks Reformasi Birokrasi mencapai 87,04 atau sekitar 99,47 persen dari target. Adapun Rasio Gini Kulon Progo berada di angka 0,373 dari target 0,372–0,402.

Dalam upaya pengentasan kemiskinan, Pemkab Kulon Progo menyelenggarakan program pelatihan tenaga kerja yang dikhususkan bagi warga dari keluarga prasejahtera. Program ini dirancang dengan pendekatan link and match, di mana jenis keterampilan yang diajarkan disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.

Di bidang pemerintahan, Agung–Ambar merancang tata kelola yang lebih adaptif dan partisipatif. Reformasi birokrasi diarahkan pada efisiensi kerja demi menciptakan sistem pelayanan publik yang lebih responsif, sekaligus meningkatkan kualitas keterbukaan informasi publik.

Di bawah kepemimpinan Agung–Ambar, Kulon Progo berhasil mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-12 kalinya dalam akuntabilitas keuangan. Selain itu, Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) meraih predikat Sangat Baik dengan indeks 3,91 pada 2024 dan meningkat menjadi 4,19 pada 2025. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup tercatat di angka 75,46, sementara indeks ketahanan daerah mencapai target penuh di angka 0,67.

Agung dan Ambar menilai bahwa selama satu tahun penyelenggaraan pemerintahan, secara garis besar perangkat daerah telah menunjukkan kinerja yang sangat baik. Indikator Kinerja Utama (IKU) perangkat daerah maupun Indikator Kinerja Program (IKP) berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Kabupaten Kulon Progo juga ditetapkan sebagai kabupaten percontohan bebas korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Berdasarkan data terbaru Pemerintah Daerah DIY, Kulon Progo menonjol sebagai wilayah dengan deviasi fisik terkecil dan menunjukkan konsistensi tinggi dalam pelaksanaan pembangunan. Dalam kategori realisasi fisik, Kulon Progo mencatatkan capaian 99,83 persen dari target 100 persen, menempatkannya sebagai daerah dengan tingkat presisi kerja tertinggi se-DIY.

Prestasi Nasional

Pemkab Kulon Progo mencatatkan prestasi gemilang di tingkat nasional dalam satu tahun terakhir. Kabupaten ini berhasil meningkatkan daya saing daerah secara signifikan, mulai dari penguatan indeks inovasi hingga pencapaian jaminan kesehatan semesta.

Prestasi paling menonjol terlihat dari capaian Innovative Government Award (IGA) dari Kementerian Dalam Negeri. Setelah pada 2024 berada di peringkat 126 nasional dengan skor 54,68, Kulon Progo melakukan lompatan besar pada 2025. Berdasarkan Kepmendagri Nomor 400.10.11-6097/2025, Kulon Progo naik ke peringkat 49 nasional dengan skor 70,12 dan menyandang predikat “Sangat Inovatif” dengan total 91 satuan inovasi.

Agung dan Ambar juga berupaya mengembangkan kawasan strategis Kawasan Aerotropolis YIA dengan bersinergi bersama Pemda DIY dan Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk menata kawasan sekitar YIA sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Berbagai keberhasilan program, kegiatan, dan capaian kinerja pembangunan tersebut tidak lepas dari dukungan serta kemitraan yang harmonis dari seluruh pemangku kepentingan, aparatur pemerintah daerah, dan masyarakat.

Pasangan Agung Setyawan dan Ambar Purwoko menyampaikan terima kasih serta menyatakan keterbukaan terhadap dukungan, bantuan, saran, dan kritik demi mewujudkan cita-cita bersama untuk kesejahteraan rakyat, pelaksanaan program prioritas unggulan, serta akselerasi pembangunan berkelanjutan. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

1600 ASN di Bantul Sudah Gabung Jadi Anggota KDMP

1600 ASN di Bantul Sudah Gabung Jadi Anggota KDMP

Bantul
| Jum'at, 20 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Jangan Disamakan, Puasa Ramadan Berbeda dengan Diet IF

Jangan Disamakan, Puasa Ramadan Berbeda dengan Diet IF

Lifestyle
| Jum'at, 20 Februari 2026, 19:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement