JIKF 2026: Festival Layang-Layang Jadi Ajang Kenalkan Budaya Jogja
Festival yang digelar Minggu (12/6) di Pantai Parangkusumo, Bantul, itu diikuti peserta dari 17 negara dan puluhan klub nasional.
Pasangan Bupati Agung Setyawan dan Wakil Bupati Ambar Purwoko.ist
Setahun Agung Setyawan dan Ambar Purwoko, Merajut Harapan di Tengah Keterbatasan, Membangun Fondasi untuk Anak Cucu
Satu tahun bukanlah waktu yang panjang untuk mengubah wajah sebuah daerah. Namun, bagi pasangan Bupati Agung Setyawan dan Wakil Bupati Ambar Purwoko, 365 hari terakhir merupakan momentum untuk meletakkan batu pertama bagi masa depan Kulon Progo yang lebih mandiri. Di tengah dinamika ekonomi nasional, kepemimpinan mereka menitikberatkan pada satu visi besar, yakni menjadikan warga Kulon Progo sebagai tuan rumah di tanahnya sendiri.
Mengawali masa jabatannya, Bupati Agung Setyawan tidak menampik adanya tantangan besar, terutama terkait ruang gerak fiskal daerah. Ia mengakui bahwa keterbatasan anggaran menjadi faktor yang sangat memengaruhi kinerja pemerintahan. Namun, alih-alih menyerah pada keadaan, keterbatasan tersebut justru memicu lahirnya langkah-langkah strategis.
“Saya beserta jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo sangat menyadari bahwasanya kita bersama-sama, baik Kulon Progo maupun regional dan juga nasional, mengalami satu keterbatasan anggaran,” ujar Agung Setyawan dengan nada reflektif.
Ia menambahkan bahwa faktor tersebut berdampak langsung pada pemenuhan ekspektasi publik yang sangat besar. Oleh karena itu, ia memilih untuk bergerak lebih cerdas dengan mengoptimalkan aset serta kemampuan dasar yang dimiliki daerah.

Dalam setahun berjalan, fokus utama Pemerintah Kabupaten Kulon Progo tertuju pada penguatan internal dan iklim investasi. Agung Setyawan menekankan bahwa peningkatan kualitas pegawai negeri sebagai pelayan masyarakat merupakan harga mati. Pelayanan publik, terutama yang berkaitan dengan sertifikasi dan perizinan, terus dipercepat dan diperjelas prosedurnya untuk memangkas birokrasi yang berbelit.
Salah satu terobosan krusial yang dilakukan adalah penuntasan tata aturan mengenai tata ruang dan tata guna lahan. Langkah ini diambil karena kepastian hukum menjadi kunci utama untuk menarik minat investor.
“Menuntaskan tata aturan dan landasan hukum tentang tata ruang dan tata guna lahan. Ini kita lakukan agar kita dapat membuka pintu investasi yang seluas-luasnya di Kulon Progo,” katanya.
Di balik setiap kebijakan pembangunan yang diambil, terdapat nilai kemanusiaan dan keberlanjutan yang ingin dijaga oleh pasangan Agung–Ambar. Bupati Agung menegaskan bahwa pembangunan ekonomi yang kokoh bukan semata soal angka pertumbuhan, melainkan menyangkut martabat warga lokal di masa depan.
“Semua ini kami lakukan hanya untuk satu tujuan, yaitu memastikan fondasi ekonomi Kulon Progo yang kokoh agar anak cucu kita tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama dalam pembangunan di tanah kita sendiri,” ungkap Agung dengan penuh ketulusan.
Secara tidak langsung, ia ingin menyampaikan bahwa setiap investasi yang masuk dan setiap jengkal lahan yang ditata harus memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang, agar mereka tidak terpinggirkan oleh deru pembangunan.
Menutup refleksi satu tahun kepemimpinannya, Bupati Agung Setyawan menunjukkan sisi rendah hati sebagai seorang pemimpin. Ia menyadari masih banyak harapan masyarakat yang belum sepenuhnya terwujud.
“Atas banyak kekurangan yang ada, secara pribadi saya minta maaf yang sebesar-besarnya. Dan selaku pemangku kebijakan, saya bersama dengan jajaran Pemda Kulon Progo benar-benar mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas penerimaan masyarakat.”
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran bersama dalam mengisi pembangunan. Menurutnya, pemerintah daerah hanyalah fasilitator, sementara energi utama pembangunan terletak pada sinergi dan kolaborasi warga.
Ke depan, Bupati Agung optimistis birokrasi yang dipimpinnya akan semakin solid. Ia menyatakan bahwa tim di Pemerintah Daerah Kulon Progo akan segera menemukan formasi terbaik yang kompak dan kompeten untuk menjawab tantangan zaman yang kian dinamis. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Festival yang digelar Minggu (12/6) di Pantai Parangkusumo, Bantul, itu diikuti peserta dari 17 negara dan puluhan klub nasional.
DPRD DIY mengingatkan pembangunan di jalur selatan tidak merusak kawasan karst yang berfungsi sebagai penyimpan cadangan air penting bagi masyarakat.
Erling Haaland punya garasi Rp195 miliar berisi Bugatti Tourbillon, Mercedes-AMG One, Ferrari Monza SP2. Mobil favoritnya Rolls-Royce Cullinan.
Kiandra Ramadhipa juara race kedua Sachsenring Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026 dan naik ke posisi tiga klasemen sementara.
Semifinal Piala Dunia 2026 jadi pertemuan pertama Messi vs Inggris. Rivalitas sengit dari Tangan Tuhan hingga duel penuh gengsi ini. Siapa yang menang?
Surat mutasi palsu mengatasnamakan Kepala BKPPD Gunungkidul beredar di lingkungan puskesmas. ASN diminta waspada terhadap modus penipuan.