Budaya Kini Jadi Ukuran Dampak Organisasi di JBBA

Media Digital
Media Digital Minggu, 12 Juli 2026 17:10 WIB
Budaya Kini Jadi Ukuran Dampak Organisasi di JBBA

JBBA

JOGJA—Pelestarian budaya kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai dukungan terhadap kegiatan seni atau tradisi. Dalam Jogja Brand and Business Awards (JBBA) 2026, komitmen menjaga budaya lokal menjadi salah satu indikator penting untuk menilai dampak nyata sebuah organisasi terhadap masyarakat dan keberlanjutan daerah.

Penilaian tersebut masuk dalam klaster budaya yang menjadi salah satu dari tiga pilar utama JBBA 2026, bersama klaster pendidikan dan ekonomi berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, tim penilai ingin melihat bagaimana organisasi menerapkan nilai budaya dalam aktivitas sehari-hari, bukan hanya melalui kegiatan seremonial.

Anggota Tim Riset JBBA 2026, Bhekti Suryani, mengatakan budaya memiliki peran penting dalam membentuk karakter organisasi sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat. Oleh karena itu, komitmen terhadap pelestarian budaya perlu diwujudkan dalam program yang berkelanjutan dan memiliki dampak yang jelas.

"Budaya bukan hanya warisan yang dijaga, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun identitas organisasi. Kami melihat bagaimana nilai-nilai lokal benar-benar diterapkan dalam aktivitas maupun kebijakan organisasi," kata Bhekti.

Menurutnya, organisasi yang mampu menjaga identitas lokal di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi memiliki nilai lebih karena turut berkontribusi menjaga keunikan Yogyakarta.

Dalam proses penilaian, tim riset tidak hanya melihat dukungan terhadap kegiatan budaya seperti festival, pertunjukan seni, atau kegiatan tradisional. Penilaian juga mencakup bagaimana nilai budaya diintegrasikan ke dalam komunikasi organisasi, inovasi produk, pengembangan sumber daya manusia, hingga kebijakan internal.

"Yang kami nilai bukan sekadar banyaknya kegiatan budaya yang didukung, melainkan bagaimana budaya menjadi bagian dari cara organisasi bertumbuh dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya," ujarnya.

Pendekatan tersebut dinilai penting karena budaya tidak hanya berfungsi sebagai identitas, tetapi juga dapat menjadi sumber inovasi yang membedakan organisasi dari kompetitor. Di tengah persaingan yang semakin terbuka, kemampuan mempertahankan karakter lokal justru dapat menjadi kekuatan yang meningkatkan daya saing.

Bhekti menjelaskan konsep tersebut sejalan dengan tema besar JBBA 2026, yakni Hamemayu Hayuning Bawana. Filosofi yang berasal dari nilai luhur Yogyakarta itu menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, dan keberlanjutan sosial.

Melalui tema tersebut, JBBA tidak hanya memberikan penghargaan kepada organisasi yang berhasil secara bisnis, tetapi juga kepada mereka yang mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Tim riset juga menerapkan proses verifikasi yang ketat untuk memastikan setiap kandidat memiliki rekam jejak yang dapat dipertanggungjawabkan. Berbagai sumber data digunakan untuk menilai konsistensi program serta dampak yang dihasilkan oleh organisasi yang masuk dalam proses seleksi.

Pendekatan tersebut dilakukan agar penghargaan diberikan kepada organisasi yang benar-benar menunjukkan kontribusi nyata dalam pelestarian budaya, bukan sekadar membangun citra atau melakukan kegiatan yang bersifat sesaat.

Selain klaster budaya, JBBA 2026 juga menilai kontribusi organisasi melalui klaster pendidikan dan ekonomi berkelanjutan. Ketiga klaster tersebut dirancang untuk mengapresiasi lembaga, perusahaan, komunitas, maupun tokoh yang mampu menghadirkan dampak positif melalui praktik yang selaras dengan prinsip keberlanjutan.

Dengan model penilaian tersebut, organisasi yang mampu mengintegrasikan budaya ke dalam strategi pengembangan diharapkan tidak hanya membantu menjaga identitas lokal Yogyakarta, tetapi juga menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online