Advertisement

Cetak Generasi Unggul, Orang Tua Diminta Cermati Tumbuh Kembang Anak

Media Digital
Kamis, 05 Maret 2026 - 11:27 WIB
Abdul Hamied Razak
Cetak Generasi Unggul, Orang Tua Diminta Cermati Tumbuh Kembang Anak Anggota DPRD DIY, Purwanto saat menjadi pembicara dalam bedah buku berjudul Stunting dan Perkembangan Anak di Balai Perdukuhan Tompak, Kalurahan Wiladeg, Kapanewon Karangmojo, Rabu (4/3 - 2026)

Advertisement

JOGJA-Anggota DPRD DIY, Purwanto, meminta para orang tua untuk benar-benar memperhatikan perkembangan anak. Hal ini sebagai upaya untuk mendukung program pemerintah dalam rangka mencetak generasi muda unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Pola asuh ini sangat penting untuk mencetak anak-anak muda yang cerdas, pintar dan memiliki daya saing yang tinggi. Oleh karena itu, asupan gizi bagi anak-anak juga harus diperhatikan,” kata Purwanto saat menjadi pembicara dalam bedah buku Stunting dan Perkembangan Anak di Balai Perdukuhan Tompak, Kalurahan Wiladeg, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul, Rabu (4/3/2026).

Advertisement

Untuk mencetak anak-anak yang cerdas dan pintar, salah satu yang perlu diperhatikan adalah faktor gizi. Itulah sebabnya, kata Purwanto, angka kasus stunting harus ditekan. Masyarakat pun diminta ikut berperan di dalamnya.

Menurut dia, Presiden Prabowo Subiyanto sudah menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mencetak generasi muda yang unggul. Diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat mendukung program ini, meski pelaksanaannya terus dilakukan penyempurnaan agar berjalan dengan baik.

“Baru pertama jadi upaya perbaikan terus dilakukan. Ini program bagus karena memberikan asupan gizi yang baik agar anak dapat semakin cerdas dan pintar,” katanya.

Meski demikian, pemberian asupan gizi yang baik oleh pemerintah hanya sepertiga dari kebutuhan total dalam satu hari. Adapun kekurangannya yang duapertiga masih menjadi tanggung jawab para orang tua. “Memang harus saling.berkolaborasi. Di sekolah ada bantuan makan dari pemerintah, sedangkan saat di rumah pemenuhan gizi menjadi tetap tanggungan orang tua,” katanya.

Wisata Edukasi

Pustakawan Utama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Budiyono, mengatakan program bedah buku tersebut terselenggara berkat kerja sama dengan anggota DPRD DIY. Adapun, tujuan dari kegiatan ini sebagai upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat. “Program literasi masih butuh peningkatan. Selain itu, dengan membaca buku juga bisa menambah pengetahuan dan wawasan,” kata Budiyono.

Didalam kesempatan ini, ia juga memperkenalkan koleksi buku yang dimiliki DPAD DIY yang mencapai ratusan ribu eksemplar. Salah satunya berjudul Stunting dan Perkembangan Anak yang dibedah di Balai Perdukuhan Tompak, Wiladeg. “Kami juga memiliki program wisata edukasi di Kantor DPAD DIY yang memiliki banyak fasilitas mulai dari film enam dimensi hingga diorama sejarah tentang DIY,” katanya.

Salah seorang peserta bedah buku, Lilik, mengaku senang dengan kegiatan ini. Pasalnya, banyak manfaat yang diperoleh mulai dari menambah wawasan tentang pencegahan stunting hingga bertemu dengan wakil rakyat dari daerah pemilihan di Gunungkidul. “Buku yang dibedah ini sangat bagus karena memberikan pemahaman tentang bagaimana pengasuhan anak agar tidak tumbuh normal,” katanya. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Longsor Jalur Clongop Gunungkidul, Tiga Alat Berat Diterjunkan

Longsor Jalur Clongop Gunungkidul, Tiga Alat Berat Diterjunkan

Gunungkidul
| Kamis, 05 Maret 2026, 14:37 WIB

Advertisement

Ini Minuman Pendukung Penyerapan Vitamin D agar Nutrisi Maksimal

Ini Minuman Pendukung Penyerapan Vitamin D agar Nutrisi Maksimal

Lifestyle
| Kamis, 05 Maret 2026, 14:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement