Advertisement
Dongkrak Kesejahteraan Masyarakat, Literasi Terus Didorong
Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro, S.I.Kom (berdiri) memaparkan materinya dalam bedah buku berjudul UMKM Naik Kelas: Dari Usaha Kecil Menuju Bisnis Berdaya Saing yang digelar di Beji, Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Jetis, Bantul, Kamis (9/4 - 2026).
Advertisement
Upaya mendorong peningkatan literasi masyarakat terus digencarkan melalui kegiatan bedah buku berjudul UMKM Naik Kelas: Dari Usaha Kecil Menuju Bisnis Berdaya Saing yang digelar di Beji, Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Jetis, Bantul, Kamis (9/4/2026).
Anggota DPRD DIY, Nur Subiyantoro, S.I.Kom mengatakan kegiatan tersebut merupakan kolaborasi rutin bersama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY yang setiap tahun dianggarkan sebagai bagian dari penguatan literasi masyarakat. “Ini kegiatan yang setiap tahun kami anggarkan bersama DPAD DIY. Harapannya bisa diperluas sampai tingkat padukuhan dan kampung agar minat baca masyarakat meningkat,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan bedah buku, Kamis.
Advertisement
Ketua Komisi C DPRD DIY itu menilai peningkatan minat baca berdampak langsung terhadap pengembangan keterampilan masyarakat.
Menurut dia, dengan literasi yang lebih baik, warga diharapkan mampu meningkatkan kapasitas diri, termasuk dalam mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Buku yang dibedah ini relevan dengan program pemerintah dalam menumbuhkan UMKM. Dengan membaca, masyarakat bisa mengasah keterampilan dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan,” katanya.
BACA JUGA
Sementara itu, Pustakawan Ahli Madya DPAD DIY, Muhammad Hadi Pranoto, menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui pendekatan noninfrastruktur, salah satunya lewat literasi. “Kami punya misi membangun masyarakat dari sisi intelektual. Literasi menjadi kunci untuk mendorong kesejahteraan,” ujarnya.
Dia menyebutkan, meskipun tingkat literasi di DIY relatif lebih baik dibanding sejumlah daerah lain, tetapi secara nasional masih tergolong rendah dan bahkan mengalami penurunan. Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak pada berbagai aspek, termasuk kesejahteraan masyarakat.
Oleh karena itu, lewat kegiatan bedah buku, peserta didorong untuk kembali membiasakan membaca buku cetak.
Pasalnya, kata dia, berdasarkan sejumlah penelitian, membaca buku fisik dinilai lebih efektif dibandingkan membaca melalui gawai karena minim distraksi.
Selain itu, Hadi menambahkan, kebiasaan membaca dan menulis tangan juga memiliki manfaat kesehatan, seperti menurunkan risiko demensia.
“Kami berharap buku ini tidak hanya dibaca, tetapi juga dibagikan ke anggota keluarga, terutama anak-anak, agar budaya literasi tumbuh sejak dini,” katanya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tiket Pesawat Dibatalkan? Begini Cara Refund Uangnya
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement








