Ruang Digital Bisa Menjadi Pintu Masuk Kekerasan Seksual pada Anak
Ruang digital semakin lekat dengan kehidupan anak-anak. Namun, di balik kemudahan akses tersebut, terdapat ancaman yang mengintai.
Agenda bedah buku berjudul Menjadi Pemuda di Zaman Tak Mudah yang digelar DPAD DIY dan DPRD DIY di Kalurahan Timbulharjo, Kapanewon Sewon, Bantul, Rabu (20/5)./ Harian Jogja -Yosef Leon
BANTUL - Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bekerja sama dengan DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Menjadi Pemuda di Zaman Tak Mudah di Kalurahan Timbulharjo, Kapanewon Sewon, Bantul, Rabu (20/5). Kegiatan itu menjadi ruang diskusi mengenai rendahnya budaya membaca hingga tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DPAD DIY, Zulfa Kurniawan, mengatakan budaya membaca masih menjadi pekerjaan rumah besar di Indonesia. Terlebih, indeks pembangunan kebudayaan turut memasukkan indikator frekuensi membaca buku.
Dia menyebut berdasarkan survei internasional, tingkat minat baca masyarakat Indonesia masih berada di posisi bawah. Padahal, kemampuan literasi menjadi kebutuhan penting di tengah derasnya perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Ke depan, tenaga kerja yang dibutuhkan lebih banyak yang menguasai informasi dan pengetahuan. Itu salah satunya didapat dari membaca,” katanya.
Karena itu, DPAD DIY terus menggencarkan sosialisasi dan kampanye gemar membaca kepada masyarakat. Menurutnya, budaya membaca menjadi bekal penting agar masyarakat mampu beradaptasi dengan perubahan zaman yang semakin cepat.
Wakil Ketua DPRD DIY, Umaruddin Masdar, menilai kegiatan bedah buku tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan minat baca masyarakat. Dia mengatakan meski secara nasional tingkat minat baca masih rendah, budaya literasi masyarakat di DIY relatif lebih baik dibanding daerah lain.
Dalam kegiatan itu, peserta juga mendapatkan buku untuk dibaca. Umaruddin menekankan kebiasaan membaca harus dibentuk secara konsisten agar menjadi budaya.
“Kalau tidak dipaksa untuk membaca biasanya tidak terbentuk [budaya membaca]. Ketika sudah terbiasa membaca, kalau sehari tidak membaca rasanya ada yang kurang,” ujarnya.
Dia menilai buku berjudul Menjadi Pemuda di Zaman Tak Mudah sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Ada tiga hal yang menurutnya perlu menjadi perhatian utama bagi pemuda, yakni kesehatan mental dan fisik, pendidikan, serta karakter.
Menurut Umaruddin, pendidikan yang tinggi dapat membantu menekan angka kemiskinan. Namun, setelah kesehatan dan pendidikan terpenuhi, karakter menjadi faktor penting yang menentukan kualitas sumber daya manusia.
Sementara itu, salah seorang narasumber, Nurul Ikhsan Saleh, menilai buku tersebut dekat dengan realitas kehidupan generasi muda saat ini. Buku itu membahas keresahan mencari pekerjaan, tekanan media sosial, kecemasan masa depan, hingga kebingungan menentukan arah hidup.
Menurutnya, buku tersebut tidak memandang pemuda secara hitam putih. Pemuda digambarkan sebagai kelompok yang tengah menghadapi tekanan sosial yang nyata dengan berbagai kerentanan.
Tantangan generasi muda saat ini bukan hanya soal motivasi atau semangat kerja, melainkan persoalan yang lebih struktural seperti ketimpangan akses pendidikan, dunia kerja yang tidak stabil, hingga tekanan sosial digital.
“Kalau Indonesia ingin menuju Indonesia Emas, maka yang dibangun bukan hanya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sistem sosial yang memberi ruang hidup lebih adil bagi generasi muda,” katanya. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ruang digital semakin lekat dengan kehidupan anak-anak. Namun, di balik kemudahan akses tersebut, terdapat ancaman yang mengintai.
Deretan event seru di Jogja Juli 2026, mulai dari Kite Festival, Gamelan Festival, konser musik hingga festival literasi. Catat jadwal dan lokasinya di sini!
PDIP Jawa Tengah belum menentukan sikap atas penangkapan Bupati Sukoharjo Etik Suryani oleh KPK. Partai masih menunggu rilis resmi.
Parfait stroberi dan yogurt kaya protein, serat, dan probiotik, bantu kenyang lebih lama dan dukung program penurunan berat badan.
Polisi ungkap kasus bayi dibuang di KA Sancaka Solo. Dua orang tua kandung jadi tersangka, ini kronologi lengkap dan motifnya.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggelar bedah buku bertajuk Destinasi Wisata Super Prioritas di Balai RW 4, Semaki Gede, Kelurahan Semaki Jogja