Bank Jateng Perkuat Digitalisasi Keuangan Daerah Melalui SIPD
Bank Jateng terus memperkuat transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah melalui pengembangan berbagai layanan transaksi non-tunai.
Gedung Bank Jateng./ Ist
SEMARANG - Bank Jateng terus memperkuat transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah melalui pengembangan berbagai layanan transaksi non-tunai. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap program digitalisasi sistem pembayaran dan tata kelola keuangan pemerintah daerah.
Untuk sektor pengeluaran daerah, Bank Jateng telah mengintegrasikan layanan perbankan dengan Sistem Informasi Pemerintah Daerah Republik Indonesia (SIPD-RI) milik Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Integrasi tersebut memungkinkan proses pencairan dana daerah dilakukan secara daring melalui sistem Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) digital.
Direktur Utama Bank Jateng, Waris, mengatakan digitalisasi juga diperkuat melalui penyediaan layanan pembayaran berbasis QRIS guna mempermudah transaksi masyarakat maupun pemerintah daerah secara lebih cepat dan efisien.
Selain itu, Bank Jateng menghadirkan layanan Kartu Kredit Indonesia (KKI) bagi pemerintah daerah untuk mendukung transaksi pengeluaran secara online yang lebih transparan dan akuntabel. Digitalisasi layanan turut diperluas hingga tingkat desa melalui implementasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) yang terintegrasi dengan layanan Cash Management System (CMS) Bank Jateng. Hingga kini, implementasi Siskeudes telah berjalan di 22 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Meski demikian, Waris mengakui percepatan transaksi non-tunai masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait resistensi masyarakat terhadap perubahan pola transaksi dari tunai ke digital.
“Tantangan terbesar masih pada resistensi terhadap transaksi non-tunai. Generasi muda relatif sudah terbiasa menggunakan sistem cashless, sementara kelompok usia yang lebih senior masih cenderung memilih transaksi tunai,” ujarnya.
Tentang Bank Jateng
Bank Jateng merupakan bank pembangunan daerah milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan pemerintah kabupaten/kota di wilayah Jawa Tengah. Bank ini didirikan pada tahun 1963 dengan tujuan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan pelayanan perbankan kepada masyarakat, serta membantu pembiayaan pembangunan di berbagai sektor. Kantor pusat Bank Jateng berada di Kota Semarang dan jaringan pelayanannya telah tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Sebagai lembaga keuangan daerah, Bank Jateng menyediakan berbagai produk dan layanan perbankan, seperti tabungan, deposito, kredit usaha, kredit konsumtif, layanan syariah, serta fasilitas transaksi digital. Bank ini juga terus mengembangkan layanan berbasis teknologi untuk mempermudah nasabah dalam melakukan transaksi melalui mobile banking, internet banking, dan ATM yang terhubung dengan jaringan nasional.
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Bank Jateng memiliki peran penting dalam mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui penyaluran kredit dan program pembinaan usaha, Bank Jateng membantu meningkatkan produktivitas masyarakat serta memperkuat perekonomian daerah. Selain itu, bank ini juga aktif bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam pengelolaan keuangan dan penyaluran berbagai program pembangunan.
Seiring perkembangan zaman, Bank Jateng terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan daya saing di industri perbankan nasional. Dengan mengedepankan prinsip profesionalisme, transparansi, dan pelayanan prima, Bank Jateng berkomitmen menjadi bank terpercaya yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan ekonomi di Jawa Tengah maupun Indonesia secara umum. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank Jateng terus memperkuat transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah melalui pengembangan berbagai layanan transaksi non-tunai.
Kulonprogo masih aman dari kekeringan di awal kemarau 2026. BPBD siaga droping air bersih diperkirakan mulai Agustus.
Subaru membatalkan mobil listrik internal setelah laba operasional anjlok 90 persen akibat tekanan tarif impor Amerika Serikat.
Veda Ega unggul klasemen Moto3 2026 meski kalah top speed dari Hakim Danish. Duel keduanya makin ketat di lintasan.
Sharenting anak di media sosial berisiko kebocoran data, pelacakan lokasi, hingga pencurian identitas menurut studi Kaspersky dan SIT.
Google meluncurkan Gemini 3.5 Flash di Google I/O 2026. Model AI baru ini lebih cepat, murah, dan fokus mendukung era AI agent.