Bank Jateng Resmikan KCP UNS dan Gedung UNS Smart
Bank Jateng resmi meresmikan Kantor Cabang Pembantu (KCP) UNS dan Gedung UNS Smart yang berlokasi di lingkungan Universitas Sebelas Maret
Para narasumber dan peserta bedah bedah buku berfoto bersama menunjukan buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji. /Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Perdukuhan Ngricik, Kalurahan Wiladeg, Kapanewon Karangmojo, Senin (20/4). Kegiatan ini tidak hanya untuk meningkatkan minat baca, tapi juga sebagai upaya peningkatan kesejahteraan di masyarakat.
Wakil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik, mengatakan buku menjadi jendela ilmu bagi yang membacanya. Sesuai dengan tagline Mari Membaca, Mari Berkarya, maka kegiatan peningkatan literasi di masyarakat terus dilakukan.
Kegiatan ini tidak hanya untuk meningkatkan minat baca, namun juga ada harapan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat lewat buku yang dibaca.
“Temanya tentang budi daya bawang merah. Jadi, buku yang diterima oleh para peserta bisa untuk belajar kemudian mempraktikkannya. Saya yakin, kalau berhasil, maka bisa meningkatkan pendapatan masyarakat,” katanya saat menjadi pembicara bedah buku, Senin.
Gus Im, sapaan akrabnya menjelaskan, bedah buku ini tidak hanya memberikan wawasan berkaitan dengan penanaman bawang merah. Namun, juga ada ahli yang didatangkan untuk memaparkan secara langsung tentang budidaya agar dapat berhasil.
Menurut dia, di dalam buku yang dibahas juga dijelaskan tentang teknologi tepat guna agar budi daya bawang merah bisa mendapatkan hasil yang optimal. “Ada proses yang dilalui. Pertama, membaca buku, bisa memberikan inspirasi terus mempraktikkannya. Jadi, ada manfaat ganda dalam penyelenggaraan bedah buku,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Pustakawan Utama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Budiyono. Menurut dia, bedah buku yang terselenggara berkat kerja sama dengan DPRD DIY, bertujuan meningkatkan minat baca di masyarakat.
“Minat baca kita belum ada satu persen dari jumlah penduduk yang ada. Kalau dibandingkan negara-negara maju, masih kalah. Maka, digelar bedah buku sebagai salah satu upaya meningkatkan minat baca di masyarakat,” katanya.
Meski demikian, Budiyono menggarisbawahi bahwa membaca tidak hanya berhenti dengan membaca buku yang diminati. Pasalnya, juga harus memahami isi dari buku sehingga bisa mempraktikan apa yang telah didapatkan.
“Misalnya dari budi daya bawang merah ini. Jadi, harapannya tidak hanya selesai membaca dan memahami isi, tapi juga bisa mempraktikan dengan tujuan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Salah seorang peserta bedah buku, Hariyono, mengaku senang dengan program bedah buku yang diselenggarakan di Balai Perdukuhan Ngricik. Sebagai seorang petani, ia memperoleh tambahan ilmu dari buku yang diterima, serta ada paparan narasumber berkaitan dengan proses budi daya.
“Selama ini saya hanya menanam padi atau kacang-kacangan. Dengan mengikuti bedah buku ini, saya bisa mendapatkan gambaran terkait dengan potensi bawang merah sehingga tertarik untuk membudidayakannya agar memperoleh keuntungan yang lebih,” katanya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank Jateng resmi meresmikan Kantor Cabang Pembantu (KCP) UNS dan Gedung UNS Smart yang berlokasi di lingkungan Universitas Sebelas Maret
Simak cara cetak STNK setelah bayar pajak online lewat SIGNAL. Praktis, tanpa antre, dan resmi berlaku 2026.
Nadiem Makarim tampil dengan gelang detektor saat sidang kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Kini berstatus tahanan rumah.
Pemkab Magelang perkuat data kependudukan untuk tekan kemiskinan. Inovasi pelayanan cepat hingga 1 jam terus dikembangkan.
Pemda DIY buka peluang bantuan lampu Stadion Mandala Krida, namun masih menunggu persetujuan KPK sebelum realisasi.
Googlebook resmi diperkenalkan sebagai laptop AI Gemini generasi baru. Simak fitur, keunggulan, dan jadwal rilis 2026.