Advertisement
School Zone 2026 MAN 2 Yogyakarta Cetak Generasi Inovator Digital
MAN 2 Yogyakarta gelar School Zone 2026 bersama Universitas Amikom, ajak siswa jadi inovator digital berkarakter mujahid, mujtahid, dan mujadid.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—MAN 2 Yogyakarta menggelar kegiatan inspiratif School Zone 2026 sebagai upaya membekali para siswa agar tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga kreator perubahan di era digital.
Acara yang berlangsung pada Jumat (6/3/2026) ini menghadirkan pakar teknologi dan akademisi dari Universitas Amikom Yogyakarta untuk membakar semangat kreativitas ratusan peserta didik hingga malam hari.
Advertisement
Dalam forum yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 20.30 WIB tersebut, para siswa diajak menyelami pentingnya keberanian dalam mengeksekusi ide-ide inovatif.
Dua narasumber utama, yakni Dekan Fakultas Ekonomi dan Sosial Universitas Amikom Yogyakarta, Emha Taufiq Luthfi, Ph.D., serta Wakil Dekan II, Erik Hadi Saputra, M.Eng., memaparkan strategi menjadi pemimpin opini yang berintegritas di media sosial.
Erik Hadi Saputra menekankan bahwa generasi muda masa kini wajib memiliki tiga karakter utama, yaitu mujahid, mujtahid, dan mujadid, agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.
Ketangguhan dalam berjuang, kreativitas dalam melahirkan gagasan, serta kemampuan menghadirkan perubahan nyata menjadi kunci sukses di tengah persaingan global yang kian ketat.
“Mujahid adalah pejuang yang memiliki ketangguhan dan daya juang. Mujtahid adalah pembaharu yang kreatif dalam melahirkan gagasan. Sedangkan mujadid adalah inovator yang mampu menghadirkan perubahan nyata,” jelas Erik saat memotivasi para siswa.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap konten digital yang dibuat harus dibarengi dengan tanggung jawab moral yang tinggi karena jejak digital memiliki pengaruh luas.
Menurut Erik, menjadi berbeda merupakan sebuah keharusan bagi mereka yang ingin mencapai predikat terbaik di bidangnya. “Different is not better, better is different. Yang berbeda belum tentu terbaik, tetapi yang terbaik pasti memiliki perbedaan,” ungkapnya menekankan pentingnya keunikan dalam setiap karya kreatif yang dihasilkan siswa.
Sementara itu, Emha Taufiq Luthfi menyoroti potensi besar anak muda yang memiliki energi melimpah dan rasa ingin tahu yang tinggi sebagai modal utama inovasi.
Ia mencontohkan kisah sukses Mujiyanto, mahasiswa Amikom yang berhasil menciptakan aplikasi kecerdasan buatan bernama Genius HR hingga meraih penghargaan bergengsi tingkat Asia Pasifik (APICTA) 2025.
Teknologi berbasis AI tersebut mampu mendeteksi tingkat stres karyawan secara dini, sebuah inovasi yang lahir dari ketekunan membaca dan keberanian bereksperimen.
“Banyak inovasi besar lahir dari anak muda yang berani bereksperimen. Kebiasaan membaca, berdiskusi, dan mencoba hal baru menjadi fondasi penting bagi lahirnya prestasi,” ujar Emha memotivasi.
Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya berharap kegiatan ini menjadi momentum refleksi bagi para siswa dalam mengejar cita-cita.
Ia mendorong agar seluruh peserta didik terus mengembangkan integritas dan semangat belajar sehingga mampu melampaui capaian prestasi madrasah yang saat ini telah menembus angka 420 prestasi di berbagai bidang.
“Cita-cita tinggi harus diiringi dengan usaha yang luar biasa. Apa yang kita temui di masa depan adalah hasil dari apa yang kita lakukan hari ini,” tegas Hartiningsih.
Pendidikan di madrasah kini dituntut untuk membentuk pola pikir yang lebih kritis, bijaksana, serta memiliki daya saing yang kuat tanpa melupakan akar nilai spiritualitas.
Sesi diskusi berlangsung hangat dengan pertanyaan kritis dari sejumlah murid seperti Ardan, Lintang, dan Andini mengenai cara membangun kepercayaan diri dalam kompetisi global.
Kegiatan School Zone 2026 ini kemudian ditutup dengan buka puasa bersama serta salat Tarawih berjamaah, memperkuat jalinan kebersamaan dan spiritualitas seluruh warga sekolah di bulan suci Ramadan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
Advertisement
Jadwal Bus Jogja ke Pantai Parangtritis dan Baron, 9 Maret 2026
Advertisement
Mengenal Kanker Ginjal, Penyakit yang Diderita Vidi Aldiano
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement






