Hujan Deras Tingkatkan Arus di Sejumlah Sungai Lereng Merapi
Hujan deras yang mengguyur Sleman, termasuk wilayah Gunung Merapi, pada Rabu (6/4/2022) dini hari mengakibatkan peningkatan arus di sejumlah sungai yang berhulu di Merapi.
Hujan deras yang mengguyur Sleman, termasuk wilayah Gunung Merapi, pada Rabu (6/4/2022) dini hari mengakibatkan peningkatan arus di sejumlah sungai yang berhulu di Merapi.
Gunung Merapi meluncurkan satu awan panas pada Jumat (1/4/2022) sore. Pada siang hari, puncak Merapi diguyut hujan, sehingga masyarakat diimbau mewaspadai potensi lahar yang disebabkan oleh material vulkanik disertai curah hujan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif melakukan pengecekan aktivitas dan mengevaluasi potensi bahaya Gunung Merapi di tengah pelaksanaan G20 di Jogja. Aktivitas Merapi yang sampai saat ini masih fluktuatif dan tinggi, diharapkan tidak mengganggu sejumlah agenda dari para delegasi forum kerja sama multilateral internasional itu.
Satu awan panas teramati meluncur dari puncak Gunung Merapi pada Sabtu (20/3/2022) sore. Dalam sepekan terakhir, terhitung terjadi total sebanyak 122 guguran lava pijar ke arah barat daya dan tenggara. Sejumlah kegempaan juga masih terjadi.
Gunung Merapi mengalami letusan dahsyat pada 2010 silam dan menelan banyak korban jiwa.
Meski aktivitas Gunung Merapi meningkat dalam beberapa hari terakhir, wisata di sekitar lereng Gunung Merapi masih ramai pada akhir pekan.
Meski Gunung Merapi baru saja memuntahkan awan panas sejauh 5 km ke arah tenggara pada Rabu (9/3/2022) tengah malam, Dinas Pariwisata Sleman tak menutup semua objek wisata di lereng Gunung Merapi, melainkan hanya yang berada di jarak 5 km dari puncak.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) memastikan aktivitas Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah hingga saat ini belum membahayakan penduduk yang tinggal di lereng gunung itu.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman Makwan mengatakan berdasarkan hasil koordinasi BPBD Sleman, Pemerintah Kalurahan Glagaharjo dengan BPPTKG, aktivitas gunung sudah mulai melandai, warga yang melakukan evakuasi mandiri dipersilakan untuk kembali ke rumah masing-masing.
Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar sejauh 5 kilometer pada Rabu (9/3/2022) malam. Kejadian tersebut berulang belasan kali dengan jarak luncur yang semakin berkurang. Akibat dari peningkatan aktivitas Gunung Merapi tersebut, sejumlah daerah dilanda hujan abu.