2022 Tiba, Ini Perkembangan Status Gunung Merapi
Intensitas kegempaan di Gunung Merapi masih tinggi, meski tidak meningkat juga tidak menurun.
Intensitas kegempaan di Gunung Merapi masih tinggi, meski tidak meningkat juga tidak menurun.
Aktivitas erupsi Gunung Merapi masih terus berlangsung. Pada Rabu (22/12), terpantau Gunung Merapi mengeluarkan sebanyak 12 guguran lava pijar selama 12 jam periode pengamatan. Tidak teramati adanya awan panas.
Menghadapi libur natal dan tahun baru (nataru), pelaku wisata jeep Merapi memastikan kesiapan untuk melayani wisatawan. Dari sisi protokol kesehatan dan keamanan dipersiapkan dengan target zero accident atau nihil kecelakaan.
Aktivitas penambangan pasir di lereng Gunung Merapi masih marak. Di Kalurahan Glagaharjo dan Kepuharjo, Kapanewon Cangkringan, warga juga terlibat dalam aktivitas tambang. Sejauh ini, penambangan pasir diklaim tidak berdampak negatif pada warga sekitar.
Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) menilai keberadaan penambangan pasir di lereng Gunung Merapi dinilai masih normal dan belum membahayakan aliran sungai yang berhulu ke Gunung Merapi.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, mengeluarkan guguran lava 116 kali selama sepekan terakhir.
Beberapa jalur evakuasi Gunung Merapi tidak terpelihara dengan baik. Beberapa ruas jalan masih dilalui truk penambang pasir. Beberapa jalur juga masih sempit.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menjelaskan jalur evakuasi Gunung Merapi saat ini berjumlah 204 ruas dengan total panjang mencapai 316,60 km. "Kondisi jalur semua dalam keadaan bagus dan masih layak untuk dilewati," katanya, Senin (13/12/2021).
Gunung Merapi terpantau mengeluarkan awan panas pada Minggu (12/12) pagi. Sejumlah guguran lava pijar juga terjadi pada dini hari di hari yang sama. Dalam sepekan terakhir, terjadi ratusan guguran lava pijar dan beberapa awan panas.
Masyarakat lereng Gunung Merapi dinilai sudah siap jika sewaktu-waktu terjadi perubahan status Gunung Merapi dari level 3 (siaga) ke level 4 (awas). Meskipun dinilai siap, warga berharap kenaikan status atau level Merapi tidak terjadi dalam waktu dekat.