Update Erupsi: Dalam Sepekan Merapi Luncurkan hingga 13 Kali Awan Panas
Gunung Merapi terus meluncurkan awan panas. Bahkan dalams epekan, gunung berapi ini mengeluarkan hingga belasan kali awan panas.
Gunung Merapi terus meluncurkan awan panas. Bahkan dalams epekan, gunung berapi ini mengeluarkan hingga belasan kali awan panas.
Gunung Merapi meluncurkan dua kali awan panas guguran dengan jarak luncur paling jauh hingga 1.800 meter ke arah barat daya pada Jumat (9/4/2021) sore.
Gunung Merapi terpantau mengeluarkan lima kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 900 meter ke arah barat daya berdasarkan pengamatan mulai pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, Kamis (8/4/2021).
Sejak ditetapkan erupsi pada 4 Januari lalu, aktivitas vulkaniS Gunung Merapi masih terus terjadi. Kubah lava Gunung Merapi terus tumbuh hingga kini ukurannya menembus satu juta meter kubik.
Aktivitas guguran Gunung Merapi terpantau cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Setidaknya selama lima hari berturut-turut, Merapi meluncurkan sejumlah awan panas guguran disertai guguran lava pijar.
Gunung Merapi muntahkan tiga wedus gembel atau awan panas guguran pada Jumat (2/4/2021) pagi. Ketiganya mengarah ke barat daya dengan jarak luncur paling jauh 1,5 km. Selain awan panas, Merapi juga luncurkan 16 kali guguran lava pijar.
Gunung Merapi kembali mengeluarkan guguran lava pijar puluhan kali dengan jarak luncuran antara 800 meter hingga 1.000 meter (1 kilometer). Semalam tercatat Merapi menyemburkan lava pijar sebanyak 26 kali. Terdiri atas periode Kamis (1/4/2021) pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB sebanyak 10 kali dan Jumat (2/4/2021) pukul 00.00 hingga 06.00 WIB tercatat 16 kali serta awan panas sebanyak tiga kali.
Wedus Gembel atau awan panas guguran kembali teramati dimuntahkan Gunung Merapi pada Selasa (30/3/2021) pagi. Awan panas guguran ini memiliki jarak luncur sejauh 1,5 km ke arah barat daya.
Aktivitas guguran Gunung Merapi terpantau mengalami peningkatan pada Sabtu (27/3/2021). Selama 24 jam, terjadi setidaknya delapan kali awan panas guguran. Semua awan panass guguran masih mengarah ke barat daya
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman memastikan belum ada warga di Kalitengah Lor yang kembali mengungsi meski luncuran lava dikabarkan telah teramati menuju ke arah Tenggara pada Jumat (26/3/2021) kemarin.