Dini Hari, Merapi Luncurkan Dua Kali Awan Panas Guguran
Gunung Merapi tercatat kembali meluncurkan dua kali awan panas guguran dengan jarak luncur paling jauh hingga 2.000 meter ke arah barat daya pada Jumat (21/5/2021) dini hari.
Gunung Merapi tercatat kembali meluncurkan dua kali awan panas guguran dengan jarak luncur paling jauh hingga 2.000 meter ke arah barat daya pada Jumat (21/5/2021) dini hari.
Aktivitas erupsi Gunung Merapi masih terus terjadi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat terjadi awan panas guguran pada Selasa (18/5/2021) pukul 08.56 WIB.
Meski tidak setinggi pekan sebelumnya, aktivitas erupsi Gunung Merapi masih terus terjadi. Dalam tiga hari terakhir teramati kemunculan awan panas disertai guguran lava pijar.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan Gunung Merapi kembali mengalami erupsi siang ini, Jumat (14/5/2021).
Aktivitas guguran Gunung Merapi teramati masih cukup tinggi. Dalam laporan mingguannya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPYKG) mencatat dalam tujuh hari, telah terjadi 12 kali awan panas dan 74 kali lava pijar.
Gunung Merapi tiga kali meluncurkan awan panas dan delapan kali melontarkan lava pijar ke arah barat daya pada Senin dari pukul 00.00 sampai dengan 06.00 WIB.
Aktivitas erupsi Gunung Merapi terpantau masih relatif tinggi. Setidaknya dalam dua hari terakhir, teramati Merapi muntahkan lima awan panas guguran. Selain awan panas, guguran lava pijar dan sejumlah aktivitas kegempaan juga masih terjadi.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan Gunung Merapi mengalami 112 kali gempa guguran selama periode pengamatan pada Kamis (29/4/2021), mulai pukul 00:00-24:00 WIB.
Saat ini, sebanyak 127 gunung api aktif berada dari wilayah barat hingga timur Indonesia. Jadi, para pelancong perlu mengenal lebih dekat jenis bahaya gunung api untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan aktivitas Gunung Merapi terkini yaitu meluncurkan guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum sejauh 600 meter ke arah barat daya.