Merapi Bergejolak, Awan Panas Meluncur hingga 2,5 Kilometer
Awan panas kembali meluncur dari puncak Gunung Merapi pada Kamis (29/7/2021) pagi. Awan panas ke arah barat daya ini diikuti pula sejumlah guguran lava pijar ke arah yang sama.
Awan panas kembali meluncur dari puncak Gunung Merapi pada Kamis (29/7/2021) pagi. Awan panas ke arah barat daya ini diikuti pula sejumlah guguran lava pijar ke arah yang sama.
Melonjaknya kasus Covid-19 dan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 mengharuskan ditutupnya seluruh objek wisata, termasuk jip wisata di Sleman. Demimemenuhi kebutuhan sehari-hari, beberapa pemilik jip memilih menjual kendaraan yang menjadi sumber mata pencaharian mereka.
Kubah lava di tengah kawah puncak Gunung Merapi terus tumbuh dan volumenya diperkirakan mencapai 2.808.000 meter kubik.
Setelah beberapa hari tidak terlihat kemunculannya, Merapi kembali meluncurkan sejumlah awan panas pada Kamis (8/7/2021). Awan panas yang muncul sejak pagi hari teramati meluncur ke dua arah sekaligus, tenggara dan barat daya.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan bahwa tidak terpantau adanya kejadian signifikan pada aktivitas vulkanik Gunung Merapi pasca gempa bumi tektonik 5,3 magnitufo yang berpusat di selatan Gunungkidul, Senin (28/6/2021) pagi.
Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran sebanyak tiga kali pada Jumat (25/6/2021) pukul 04.43 WIB. Peristiwa tersebut juga mengakibatkan hujan abu tipis di sisi tenggara lereng Merapi, salah satunya di Dusun Kalitengah Lor.
Aktivitas erupsi Gunung Merapi terus berlangsung dari dua kubah lava yang muncul sejak Januari lalu. Pada Selasa (22/6/2021), termati Gunung Merapi memuntahkan setidaknya empat kali awan panas guguran baik ke arah barat daya maupun tenggara.
Gunung Merapi teramati meluncurkan sejumlah awan panas dalam beberapa hari terakhir. Pada Jumat (18/6/2021) dini hari, tercatat dua awan panas meluncur ke arah tenggara dengan jarak luncur maksimal sejauh 1,4 km.
Luncuran awan panas guguran sejauh 1,6 kilometer itu terjadi pada pukul 02.44 WIB.
Aktivitas erupsi Gunung Merapi masih terus terjadi, meski terpantau naik-turun. Kedua kubah lava yang muncul pada erupsi 2021 ini juga terus mengalami pertumbuhan, hingga pada pengamatan terakhir volumenya mencapai 2,1 juta meter kubik untuk kubah lava tengah.