Merapi Berpotensi Erupsi Eksplosif, Ini Pernyataan BPPTKG
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut Gunung Merapi berpotensi erupsi eksplosif.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut Gunung Merapi berpotensi erupsi eksplosif.
Pengungsi dari Dusun Kalitengah Lor, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman di barak pengungsian Glagaharjo saat ini sudah pulang ke rumah masing-masing. Mereka sempat mengungsi kembali saat terjadi erupsi Gunung Merapi pada Rabu (27/1/2021).
Aktivitas Gunung Merapi relatif menurun pada Kamis (28/1/2021) dibanding hari sebelumnya. Hasil pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Teknologi (BPPTKG) antara pukul 00.00 WIB-12.00 WIB, hanya terjadi satu kali semburan awan panas guguran.
Sebanyak 153 orang warga dusun Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman, mengungsi di barak pengungsian Purwobinangun pada Kamis (28/1/2021). Evakuasi warga yang didominasi tinggal di dekat Sungai Boyong itu sudah dilakukan pada Rabu (27/1/2021) sore.
PT. Angkasa Pura 1 selaku pengelola bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kapanewon Temon, Kabupaten Kulonprogo memastikan erupsi Gunung Merapi tidak mempengaruhi penerbangan.
Selema periode 27 Januari, Gunung Merapi mengeluarkan sebanyak 52 kali awan panas ke arah barat daya. Akibat peningkatan aktivitas tersebut, warga di tiga dusun, Turgo, Pakembinangun, Pakem mengungsi.
PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I telah mengantisipasi peningkatan intensitas erupsi Gunung Merapi melalui mitigasi bencana terkait dengan operasional dua bandara yang terdekat, yakni Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo dan Bandara Adi Soemarmo, Jawa Tengah.
Fenomena lava pijar Gunung Merapi menjadi daya tarik warga dan wisatawan. Hampir setiap malam warga dan wisatawan rela menahan dingin untuk menyaksikan fenomena alam itu.
Warga Dusun Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman diungsikan setelah Gunung Merapi mengeluarkan awan panas dengan jarak terjauh tiga kilometer ke arah barat daya.rnMereka yang mengungsi terdiri dari kelompok rentan yakni lansia dan anak-anak. Berdasarkan pantauan Harian Jogja pada Rabu (27/1/2021), pengungsi sampai ke barak pengungsian Purwobinangun, Pakem, Sleman, pada sekitar pukul 17.12 WIB.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menyiapkan dua barak pengungsian bagi warga Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman. Tindakan itu dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas vulkanis Gunung Merapi pada Rabu (27/1/2021).