Rela Menahan Dingin untuk Lihat Fenomena Langka
Fenomena lava pijar Gunung Merapi menjadi daya tarik warga dan wisatawan. Hampir setiap malam warga dan wisatawan rela menahan dingin untuk menyaksikan fenomena alam itu.
Fenomena lava pijar Gunung Merapi menjadi daya tarik warga dan wisatawan. Hampir setiap malam warga dan wisatawan rela menahan dingin untuk menyaksikan fenomena alam itu.
Warga Dusun Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman diungsikan setelah Gunung Merapi mengeluarkan awan panas dengan jarak terjauh tiga kilometer ke arah barat daya.rnMereka yang mengungsi terdiri dari kelompok rentan yakni lansia dan anak-anak. Berdasarkan pantauan Harian Jogja pada Rabu (27/1/2021), pengungsi sampai ke barak pengungsian Purwobinangun, Pakem, Sleman, pada sekitar pukul 17.12 WIB.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menyiapkan dua barak pengungsian bagi warga Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman. Tindakan itu dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas vulkanis Gunung Merapi pada Rabu (27/1/2021).
Aktivitas guguran Gunung meningkat signifikan pada Rabu (27/1/2021). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat, dari pukul 00.00 WIB-14.00 WIB, setidaknya terjadi 36 kali guguran awan panas.
Gunung Merapi mengalami erupsi cukup besar pada Rabu (27/1/2021) siang. Ratusan warga Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman, diungsikan ke SD Sanjaya Tritis, Purwobinangun Pakem, Sleman.
Aktivitas Merapi mengalami peningkatan yang ditunjukkan dengan banyaknya awan panas yang diluncurkan dari puncak sejak Selasa (26/1/2021) malam hingga Rabu (26/1/2021) siang. Pada periode Rabu (26/1/2021) pukul 06.00-12.00 WIB tercatat ada 22 kali awan panas yang disertai dengan hujan abu tipis untuk wilah tertentu.
Awan panas guguran meluncur dengan jarak lebih dari satu kilometer dari puncak Merapi dengan mengarah ke Kali Krasak dan Boyong terjadi pada Selasa (26/1/2021) periode pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB. Hujan abu dilaporkan terjadi di wilayah Boyolali.
Gunung Merapi meluncurkan 26 kali guguran lava pijar, tujuh guguran dan satu awan panas pada Selasa (26/1/2021). Semua guguran tersebut mengarah ke barat daya, yakni hulu sungai Krasak dan Boyong.
Sedikitnya 187 pengungsi yang berada di barak pengungsian Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, kembali ke rumahnya masing-masing di Kalitengah Lor Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, pada Selasa (26/1/2021).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menyatakan jika ancaman banjir lahar hujan belum mengancam keselamatan warga. Pasalnya, material yang berada di puncak Gunung Merapi tidak terlalu banyak sehingga sejumlah sungai masih mampu menampung.