Pengungsi Merapi di Glagaharjo Dipulangkan
Perubahan potensi bahaya erupsi Gunung Merapi ke arah Barat Daya, disikapi dengan Surat Edaran yang dikeluarkan Pemkab Sleman. Kebijakan tersebut tertuang salam SE Bupati No.361/0178.
Perubahan potensi bahaya erupsi Gunung Merapi ke arah Barat Daya, disikapi dengan Surat Edaran yang dikeluarkan Pemkab Sleman. Kebijakan tersebut tertuang salam SE Bupati No.361/0178.
Erupsi Gunung Merapi masih terus terjadi. Dalam sepekan terakhir terjadi setidaknya 282 guguran lava pijar dan 19 kali guguran awan panas. Keduanya mengarah ke barat daya yakni menuju hulu sungai Krasak dan Boyong.
Perubahan potensi bahaya erupsi Gunung Merapi ke arah barat daya, memaksa sejumlah warga Padukuhan Turgo RT 03 dan RT 04 Kalurahan Purwobinangun, Kapanewon Pakem mulai mengungsi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman tidak melarang upaya warga maupun wisatawan yang ingin menikmati fenomena lava pijar yang dikeluarkan oleh Gunung Merapi. Asalkan, tetap melaksanakan protokol pencegahan penularan Covid-19. Pasalnya, pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) masih berlangsung hingga 25 Januari 2021.
Awan panas guguran meluncur sejauh 1,2 kilometer dari puncak Merapi dengan mengarah ke barat daya atau Kali Krasak pada Rabu (20/1/2021) pagi sebanyak tiga kali. Selain itu, Merapi mengeluarkan guguran lava pijar sebanyak 84 kali dalam 12 jam untuk periode pengamatan Selasa (19/1/2021) pukul 18.00 WIB-24.00 WIB hingga Rabu (20/1/2021) pukul 00.00 WIB sampai 06.00 WIB.
Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran dengan tinggi kolom erupsi 500 meter di atas puncak pada Selasa (19/1/2021) pukul 02.27 WIB dinihari. Luncuran awan panas guguran sendiri mengarah ke arah barat daya dengan jarak luncur sekitar 1.800 meter atau 1.8 kilometer.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman memastikan upaya pengungsian di sisi barat daya, khususnya kelompok rentan belum dilakukan karena berdasarkan catatan BPBD Sleman tidak ada warga yang tinggal di radius lima kilometer.
Awan panas guguran meluncur sejauh 1,8 kilometer dari puncak Merapi mengarah ke Kali Krasak pada Selasa (19/1/2021) dinihari. Selain itu Merapi mengeluarkan guguran lava pijar sebanyak 40 kali pada Senin (18/1/2021) periode pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB hingga Selasa (19/1/2021) pukul 00.00 WIB sampai 06.00 WIB.
Pemerintah desa Glagaharjo belum berupaya untuk memulangkan pengungsi yang berada di Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman. Walaupun, BPPTKG sendiri telah merubah potensi maupun daerah bencana Gunung Merapi ke sisi barat daya.
Sebanyak 300 kepala keluarga (KK) yang berada di Kaliurang Barat, Hargobinangun, Pakem, Sleman, harus merasakan dampak kekurangan air bersih. Kondisi itu terpaksa dirasakan setelah material Gunung Merapi berupa luncuran banjir lahar hujan yang melewati Kali Boyong pada Rabu (6/1/2021) lalu sempat memutuskan saluran pipa air bersih milik pengelola air minum desa (PAMDES) milik desa Purwobinangun, Pakem, Sleman.