Selain Glagaharjo, Kalurahan Lain di Sekitar Merapi Ikut Siapkan Barak Pengungsian
Sejumlah kalurahan di lereng Merapi Selamn sudah menyiapkan barak pengungsian. Jika perintah untuk mengungsi turun, barak yang disediakan pun sudah siap ditempati.
Sejumlah kalurahan di lereng Merapi Selamn sudah menyiapkan barak pengungsian. Jika perintah untuk mengungsi turun, barak yang disediakan pun sudah siap ditempati.
Stasiun Klimatologi BMKG merilis prakiraan cuaca wilayah di seputar lereng Merapi untuk Kamis (19/11/2020). Tiga kecamatan wilayah DIY yang berada di dekat Merapi diperkirakan hujan ringan.
Proses perbaikan jalur evakuasi yang rusak di lereng Gunung Merapi terus dikebut. Tidak hanya di Glagaharjo, pengerjaan jalur evakuasi juga dilakukan di Umbulharjo, Cangkringan.
Puluhan warga Dukuh Sepi yang masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) III erupsi Merapi akhirnya mau dievakuasi mengungsi ke tempat yang lebih aman, di Tempat Penampungan Pengungsian Sementara (TPPS) Balai Desa Jrakah, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Suara gemuruh guguran dilaporkan terdengar dua kali di Merapi pada Rabu (18/11/2020). Suara guguran yang tidak tampak secara visual dilaporkan pada pemantauan pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB dan pemantauan dari pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB hari ini.
Mas Asih atau Mas Wedono Suraksohargo Asihono yang didapuk sebagai Juru Kunci Merapi berkomentar soal hewan kera di Gunung Merapi yang kini turun ke permukimn warga.
Suara guguran material vulkanik di Merapi kembali terjadi pada Rabu (18/11/2020) pagi. Suara yang terpantau dengan intensitas sedang hingga keras itu terjadi sebanyak tiga kali.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan jika guguran yang terjadi di Gunung Merapi hingga sempat terdengar oleh warga dikarenakan terjadinya tekanan dari dalam tubuh Gunung Merapi.
Guguran material vulkanik meluncur sejauh 500 meter dari puncak Merapi pada Selasa (17/11/2020). Adapun suara guguran terdengar sebanyak dua kali selama pemantauan dari pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB.
Sejumlah warga Kalitengah Lor Glagaharjo, Cangkringan, Sleman masih bertahan di rumahnya masing-masing. Warga beralasan jika tinggal di rumah lebih nyaman jika dibandingkan harus tinggal di barak pengungsian.