Kera Merapi Turun Gunung, Begini Penjelasan TNGM
Soal hewan kera di Gunung Merapi yang dikabarkan turun, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) memberi penjelasan.
Soal hewan kera di Gunung Merapi yang dikabarkan turun, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) memberi penjelasan.
Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) menyatakan jika tidak ada perubahan satwa yang terjadi, khususnya satwa kera ekor panjang seiring dengan meningkatnya status Gunung Merapi menjadi siaga level tiga yang ditetapkan oleh BPPTKG beberapa waktu lalu.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY memberikan perhatian terhadap siapa saja yang masuk ke barak pengungsian balai desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman. Pemberi bantuan diminta untuk tidak masuk ke area barak pengungsian demi menghindari terjadinya penularan Covid-19 sehingga menimbulkan klaster baru.
Sejumlah kalurahan di lereng Merapi Selamn sudah menyiapkan barak pengungsian. Jika perintah untuk mengungsi turun, barak yang disediakan pun sudah siap ditempati.
Stasiun Klimatologi BMKG merilis prakiraan cuaca wilayah di seputar lereng Merapi untuk Kamis (19/11/2020). Tiga kecamatan wilayah DIY yang berada di dekat Merapi diperkirakan hujan ringan.
Proses perbaikan jalur evakuasi yang rusak di lereng Gunung Merapi terus dikebut. Tidak hanya di Glagaharjo, pengerjaan jalur evakuasi juga dilakukan di Umbulharjo, Cangkringan.
Puluhan warga Dukuh Sepi yang masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) III erupsi Merapi akhirnya mau dievakuasi mengungsi ke tempat yang lebih aman, di Tempat Penampungan Pengungsian Sementara (TPPS) Balai Desa Jrakah, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Suara gemuruh guguran dilaporkan terdengar dua kali di Merapi pada Rabu (18/11/2020). Suara guguran yang tidak tampak secara visual dilaporkan pada pemantauan pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB dan pemantauan dari pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB hari ini.
Mas Asih atau Mas Wedono Suraksohargo Asihono yang didapuk sebagai Juru Kunci Merapi berkomentar soal hewan kera di Gunung Merapi yang kini turun ke permukimn warga.
Suara guguran material vulkanik di Merapi kembali terjadi pada Rabu (18/11/2020) pagi. Suara yang terpantau dengan intensitas sedang hingga keras itu terjadi sebanyak tiga kali.