Merapi Meletus, Masyarakat Diimbau Waspadai Hujan Abu
Merapi meletus lagi
Merapi meletus lagi
Gunung Merapi meletus
Sejumlah objek wisata di lereng Merapi kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) dibuka kembali setelah sebelumnya sempat ditutup lantaran peningkatan aktivitas di gunung tersebut.
Aktivitas Gunung Merapi secara kasat mata dalam beberapa hari terakhir terkesan landai. Meski begitu, status waspada (level II) gunung ini belum dicabut. Sebab proses magmatik masih berlangsung.
Di mata warga, Mas Asih tetap sosok penting, meski tak lagi menjadi referensi utama.
Kepala Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) UGM Djati Mardiatno menyatakan, perubahan karakteristik Merapi harus disikapi dengan penyesuaian proses mitigasi.
Pakar Kegunungapian yang juga Rektor Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta Profesor Sari Bahagiarti menilai letusan freatik pada Merapi yang terjadi berkali-kali bisa menjadi pertanda magma mulai naik ke permukaan. Letusan itu sekaligus pertanda bagi semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan.
Di lereng Merapi yang masuk wilayah Sleman, terdapat sekitar 4.000 sapi dan kambing yang harus dievakuasi jika ada perintah mengungsi.
Status Gunung Merapi masih waspada (level 2) pada Selasa (29/5/2018). Namun, berdasarkan pantauan posko utama penanggulangan bencana erupsi Merapi Kabupaten Sleman, Pusdalos BPBD Sleman aktivitas tambang manual dan wisata tetap berjalan.
Dinas Pariwisata DIY menyatakan kunjungan wisata di DIY bulan ini naik 10 sampai 15% dibanding periode yang sama tahun lalu