LONG-FORM: Riwayat Letusan Merapi dalam Manuskrip Kuno, Hujan Batu Tak Henti Keluar dari Gunung
Naskah-naskah kuno yang mencatat peristiwa letusan Gunung Merapi, umumnya, menilai bencana tersebut sebagai peringatan dari Tuhan.
Naskah-naskah kuno yang mencatat peristiwa letusan Gunung Merapi, umumnya, menilai bencana tersebut sebagai peringatan dari Tuhan.
Jalur evakuasi, selter, dan kandang ternak di pengungsian harus disiapkan dan dirawat secara baik agar siap digunakan kapan saja.
Para pengungsi di lereng Merapi di Balai Desa Glagaharjo, Sleman mendapatkan pemeriksaan.
Pengungsi di Balai Desa Glagaharjo melakukan pemeriksaan kesehatan pada Sabtu (26/5/2018). Hasil dari pemeriksaan, dua pengungsi dirujuk ke rumah sakit untuk ditangani lebih lanjut.
Dari berbagai indikasi yang muncul, seperti deformasi yang tidak siginifikan, BPPTKG memperkirakan Gunung Merapi menuju erupsi efusif, bukan letusan eksplosif seperti pada 2010.
Setelah serangkaian erupsi terjadi sejak Senin (21/5/2018) hingga Kamis (24/5/2018), dua hari terakhir aktivitas Gunung Merapi cenderung landai. Terpantau tidak ada letusan sejak Jumat. Meski begitu, status gunung itu masih tetap waspada.
Upaya mitigasi bencana warga di lereng Gunung Merapi juga dilakukan terhadap siswa di sekolah.
Selama lima malam pengungsi dari warga Dusun Turgo, Desa Purwobinangun dan sebagian warga Desa Glagaharjo mengungsi di tiga tempat. Sebelumnya kebutuhan logistik ditangani oleh pemerintah desa dan swadaya masyarakat, namun mulai Sabtu (26/5/2018) Pemkab Sleman mulai memberikan bantuan logistik untuk pengungsi.
Visual puncak Gunung merapi dalam dua hari terakhir tidak bisa teramati karena tertutup kabut. Petugas pengamat di sejumlah pos tetap waspada dengan mengandalkan pemantauan melalui berbagai perangkat.
Balai Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mengatakan saat aktivitas Gunung Merapi landai seperti hari ini, meskipun mobilisasi pengungsi masih tinggi, jumlah pengungsi yang turun ke posko saat dua erupsi terakhir cenderung menurun dibanding dengan erupsi pertama.