Kamis Dini Hari, Merapi Kembali Erupsi Selama 4 Menit
Gunung Merapi yang bersatus waspada kembali mengalami letusan pada Kamis (24/5/2018) dini hari.
Gunung Merapi yang bersatus waspada kembali mengalami letusan pada Kamis (24/5/2018) dini hari.
Balai Penelitian Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyimpulkan aktivitas Gunung Merapi saat ini masih tinggi, namun belum ada peningkatan status
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY tengah berupaya menenangkan warga lereng merapi yang masuk radius 3 kilometer.
Barak pengungsian Gunung Merapi masih diaktifkan saat ini. Meskipun pengungsi yang tersisa hanya ada di Glagahrejo dan Turgo serta Gunung Merapi masih pada status waspada, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menganggap perbaikan jalur evakuasi bencana harus tetap diperbaiki dalam waktu dekat.
Gunung Merapi mengalami erupsi freatik pada Rabu (23/5/2018) pagi dan menyebabkan hujan abu di sejumlah wilayah di Kabupaten Magelang.
Wakil Bupati Boyolali M Said Hidayat meminta jajarannya untuk segera berkoordinasi demi kemanusiaan yang terjadi di wilayah Boyolali. Hal ini menyusul status Gunung Merapi yang meningkat dari normal menjadi waspada.
Gunung Merapi kembali mengeluarkan suara bergemuruh saat terjadi letusan freatik Rabu (23/5/2018), sekitar pukuk 03.31 WIB. Warga Dusun Stabelan Desa Tlogolele Selo Kabupaten Boyolali yang berada di kawasan rawan bencana (KRB) III diminta lebih waspada.
Dibanding 2013, daya letusnya juga lebih kecil. Tapi meski begitu, letusan yang terus terjadi perlu diwaspadai.
Gunung Merapi meski mengalami kembali letusan freatik, Rabu pukul 03.31 WIB, atau letusan freatik keenam selama Mei. Meski demikian Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan relatif tidak ada perubahan morfologi di kawah Merapi.
Gunung Merapi kembali mengalami erupsi freatik.