Hujan Abu Merapi sampai Radius 88 Km di Kebumen
Hujan abu terdeteksi sampai Kebumen dan Gombong Jawa Tengah, dampak dari erupsi freatik Gunung Merapi, Kamis (24/5/2018). Jangkauan abu tersebut mencapai lebih dari 80 km.
Hujan abu terdeteksi sampai Kebumen dan Gombong Jawa Tengah, dampak dari erupsi freatik Gunung Merapi, Kamis (24/5/2018). Jangkauan abu tersebut mencapai lebih dari 80 km.
Beberapa kali letusan freatik Gunung Merapi turut mempengaruhi aktivitas wisata di sekitar lereng Merapi.
Pola letusan freatik Gunung Merapi yang terjadi beberapa hari terakhir pernah terjadi saat pasca letusan 1872 dan 1930.
Gunung Merapi yang bersatus waspada kembali mengalami letusan pada Kamis (24/5/2018) dini hari.
Balai Penelitian Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyimpulkan aktivitas Gunung Merapi saat ini masih tinggi, namun belum ada peningkatan status
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY tengah berupaya menenangkan warga lereng merapi yang masuk radius 3 kilometer.
Barak pengungsian Gunung Merapi masih diaktifkan saat ini. Meskipun pengungsi yang tersisa hanya ada di Glagahrejo dan Turgo serta Gunung Merapi masih pada status waspada, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menganggap perbaikan jalur evakuasi bencana harus tetap diperbaiki dalam waktu dekat.
Gunung Merapi mengalami erupsi freatik pada Rabu (23/5/2018) pagi dan menyebabkan hujan abu di sejumlah wilayah di Kabupaten Magelang.
Wakil Bupati Boyolali M Said Hidayat meminta jajarannya untuk segera berkoordinasi demi kemanusiaan yang terjadi di wilayah Boyolali. Hal ini menyusul status Gunung Merapi yang meningkat dari normal menjadi waspada.
Gunung Merapi kembali mengeluarkan suara bergemuruh saat terjadi letusan freatik Rabu (23/5/2018), sekitar pukuk 03.31 WIB. Warga Dusun Stabelan Desa Tlogolele Selo Kabupaten Boyolali yang berada di kawasan rawan bencana (KRB) III diminta lebih waspada.