Panas dan Gemuruh Merapi, Penyebab Monyet Ekor Panjang Turun Gunung
Rentetan letusan Merapi yang terjadi sejak beberapa terkahir membuat habitat sejumlah satwa di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) tidak nyaman
Rentetan letusan Merapi yang terjadi sejak beberapa terkahir membuat habitat sejumlah satwa di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) tidak nyaman
Setiap kali ada erupsi susulan, saat itu juga warga akan berbondong-bondong ke pengungsian untuk kemudian kembali lagi ke rumah masing-masing.
Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kementerian Sosial langrung turun untuk menangani pengungsian di Gunung Merapi. Mereka melakukan pendampingan dan pendataan bagi warga yang mengungsi akibat erupsi Gunung Merapi.
Sinabung yang terletak di Sumatra Utara erupsi pada 2010, 2013, 2014, dan Januari 2018.
Saat meninjau kondisi terkini Gunung Merapi di Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Kamis (24/5), HB X mengatakan erupsi gunung api adalah fenomena alam yang tidak datang tiba-tiba. Semua ada tahapannya, tidak seperti gempa bumi yang datang begitu saja tanpa bisa dipastikan.
Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY selalu berkoordinasi dengan warga di lereng Gunung Merapi untuk menyikapi satwa liar yang nantinya turun ke wilayah mereka.
-Terkait aktivitas Gunung Merapi, seluruh stakeholder penerbangan sipil diminta meningkatkan kewaspadaan. Kendati demikian PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisutjipto memastikan penerbangan saat ini masih beroperasi normal.
Erupsi di 2002 dan 2006 tidak disertai dengan rentetan letusan freatik.
Pascaletusan yang terjadi di Gunung Merapi pada Kamis (24/5/2018) dini hari pukul 02.56 WIB, ratusan warga Desa Glagaharjo mengungsi ke Balai Desa. Sebagian warga pulang lagi setelah dipastikan kondisi normal kembali, dan menyisakan 157 pengungsi.
Gunung Merapi kembali mengalami letusan pada Kamis (24/5/2018) menjelang siang