Polisi Pastikan Video Demo Rusuh Sabtu Kemarin adalah Hoaks
Pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memastikan video dengan narasi demonstrasi serentak yang berlangsung Sabtu, 24 Juli 2021, berujung rusuh, adalah kabar bohong atau hoaks.
Pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memastikan video dengan narasi demonstrasi serentak yang berlangsung Sabtu, 24 Juli 2021, berujung rusuh, adalah kabar bohong atau hoaks.
Di tengah keprihatinan bangsa Indonesia saat pandemi Covid-19, media digital masih dibanjiri hoaks yang meresahkan. Mafindo melalui situs TurnBackHoax.ID mencatat 1060 hoaks COVID-19 sejak Januari 2020 hingga Juli 2021. Sebagian di antaranya mengandung narasi yang membahayakan masyarakat dan merusak upaya penanganan pandemik.rnrn
Di tengah keprihatinan bangsa Indonesia yang tengah menarik tuas rem PPKM Darurat guna menekan laju penyebaran Covid-19, media digital di Tanah Air masih terus dibanjiri dengan berbagai hoaks dan hasut yang meresahkan.
Polda Metro Jaya menangkap penyebar hoaks pesan berantai tentang bantuan PPKM sebesar Rp300.000 dari Menteri Sosial.
Bareskrim Polri menerapkan restorative justice terhadap Lois Owien dengan tidak menahan tersangka tindak pidana penyebar informasi hoaks atau palsu tentang Covid-19 tersebut.
Polda Metro Jayamenangkap Lois Owen pada Minggu (11/7/2021).
Di masa pandemi Covid-19, banyak informasi beredar tentang virus tersebut. Meski demikian, tidak semua akurat. Ada hoaks terkait vaksinasi yang beredar. Ini menjadi bukti bahwa sebagian masyarakat Indonesia masih menelan informasi mentah-mentah.
Jokowi menyoroti banyaknya konten negatif dan kejahatan di ruang digital yang terus bermunculan.
Patroli siber terus dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Sejak 2018 hingga saat ini, Kemenkominfo telah menangani konten mengenai ujaran Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) sebanyak 3.640 konten, termasuk unggahan Joseph Paul Zhang.
Capaian vaksinasi untuk warga lanjut usia (lansia) di Sumatera Barat masih rendah hingga pertengahan April 2021. Penyebabnya diduga karena masyarakat "termakan" kabar hoaks. Hal tersebut disampaikan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Sumatera Barat.