Cinta Ditolak Racun Bertindak: Wanita Pengirim Sate Beracun Terancam Hukuman Mati
Na, 26, perempuan yang diduga mengirimkan sate beracun yang menewaskan bocah sembilan tahun di Salakan II, Bangunharjo, Sewon, Bantul, terancam hukuman mati.
Na, 26, perempuan yang diduga mengirimkan sate beracun yang menewaskan bocah sembilan tahun di Salakan II, Bangunharjo, Sewon, Bantul, terancam hukuman mati.
Na, 26, perempuan yang diduga mengirim sate beracun yang menewaskan bocah sepuluh tahun di Sewon, Bantul, terancam hukuman mati. Na mengirimkan sate beracun karena cintanya tak kesampaian. Namun, dia salah sasaran sehingga yang meninggal dunia kerana racun bukan pria yang dia cintai, tetapi anak driver ojek online (ojol).
Kepolisian Resort Bantul, berhasil menangkap, Na, 26, perempuan terduga pelaku pengiriman sate beracun yang membuat Naba Faiz Prasetya, 9, meninggal dunia.
Keberadaan racun jenis C yang menewaskan Naba Faiz Prasetya, 9, warga Salakan II, Bangunharjo, Sewon yang diduga merupakan Potasium Sianida mendapatkan sorotan dari ahli Farmakologi UGM, Ika Puspitasari.
Kasus sate beracun di Bantul mengundang perhatian banyak pihak termasuk pemerintah kabupaten setempat.
Polres Bantul segera merilis pelaku pemberi order takjil maut yang menewaskan Naba Faiz Prasetya, 9, warga Salakan II, Bangunharjo, Sewon.
Polisi telah memastikan jenis racun yang menewaskan anak driver ojek online di Bantul setelah memakan sate dari seorang perempuan misterius.
Teka-teki terkait kematian Naba Faiz Prasetya, 9, yang tewas setelah menyantap takjil, mulai terkuak.
Bandiman, 47, ayah dari Naba Faiz Prasetya, 9, yang tewas setelah menyantap takjil menolak opsi autopsi yang mungkin diterapkan oleh polisi untuk menguak kematian siswa SD Muhammadiyah 4 Karangkajen ini.
Polres Bantul mendalami rekaman closed-circuit television camera (CCTV) di sejumlah lokasi terkait dengan kasus kematian Naba Faiz Prasetya, 9, usai menyantap takjil yang dibawa ayahnya Bandiman, 47, Minggu (25/4/2021).