Tarif Ojek Online Direncanakan Naik, Driver Ojol Jogja Senang
Sejumlah driver ojek online (ojol) di DIY turut mendorong kenaikan tarif, yang direncanakan oleh pemerintah.
Sejumlah driver ojek online (ojol) di DIY turut mendorong kenaikan tarif, yang direncanakan oleh pemerintah.
Hendro Prasetyo, 30, driver Gojek asal Dusun Kedusan, RT 15/RW 07, Desa Karangmalang, Masaran, Sragen, menjadi korban peluru nyasar polisi yang ingin melumpuhkan kawanan pencuri di wilayah Masaran, Selasa (25/2/2020) malam.
Setelah tarif ojek online (ojol) dinaikkan, kini giliran tarif taksi online bakal dinaikkan. Namun, kenaikan ini kemungkinan hanya terjadi di Jabodetabek.
Grab mengadakan perayaan ulang tahun ke-3 Grab Jogja dengan mengadakan Malam Apresiasi Mitra untuk seluruh mitra pengemudi Grabcar, Grabbike serta mitra Grabfood sebagai wujud kepedulian dan perhatian Grab kepada seluruh mitra.
Aksi kejahatan jalanan yang marak terjadi di DIY beberapa hari terakhir meresahkan banyak pihak. Tidak hanya masyarakat umum, tapi juga para pengemudi ojek online yang tergabung dalam Paguyuban Ojek Online Kulonpogo atau disingkat GBKP.
Perusahaan penyedia jasa transportasi daring, Maxim menyesuaikan tarif ojek daring sesuai dengan ketentuan terbaru. Kenaikan tarif tersebut mengakibatkan penurunan order para driver.
Grab memperkuat komitmennya menghadirkan transportasi yang aman dan nyaman untuk semua orang. Kali ini, perwujudan komitmen tersebut adalah penyelenggaraan Safety Roadshow di DIY sekaligus pengumuman sejumlah inovasi fitur keamanan baru, yakni Pusat Keselamatan dan Pemantauan Perjalanan bagi Penumpang & Mitra Pengemudi.
Para pengemudi ojek online (ojol) akan menyelenggarakan aksi demonstrasi di sejumlah titik di Jakarta, Rabu (15/1/2020). Mereka akan mengusung tiga tuntutan yakni legalitas profesi ojol, evaluasi tarif ojol se-Indonesia, dan membatasi penerimaan ojol di kota atau daerah yang sudah terlalu padat ojol.
Grab, aplikasi serba bisa terkemuka di Asia Tenggara menegaskan komitmennya dalam mendukung inklusivitas dengan mendukung penyelenggaraan acara Charity for Disability oleh Harian Jogja untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional, Sabtu (21/12/2019).
Penutupan layanan GoLife yang dilakukan Gojek dianggap strategi bisnis yang wajar. Langkah yang diambil berdasarkan evaluasi bisnis tersebut juga dinilai telah mengutamakan kesejahteraan mitra. Dari beberapa layanan yang tergabung dalam GoLife, konsumen masih bisa memanfaatkan GoMassage dan GoClean, yang juga punya kontribusi terbesar ke GoLife.