September 2021, Penumpang Kereta Api Naik 46,83 Persen
Perkembangan transportasi angkutan kereta apiterus menunjukkan perbaikan pada triwulan III/2021. Penumpang kereta api naik 46,83 persen pada September 2021 dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Perkembangan transportasi angkutan kereta apiterus menunjukkan perbaikan pada triwulan III/2021. Penumpang kereta api naik 46,83 persen pada September 2021 dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel menyindir membengkaknya biaya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang digarap China. Dia menilai kualitas kereta buatan Jepang lebih bagus.
Perubahan aturan ini menyesuaikan dengan terbitnya SE Kementerian Perhubungan No. 92/2021 tentang Perubahan Atas SE Kemenhub No. 89/2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian Pada Masa Pandemi Covid-19 tanggal 27 Oktober 2021.
PT KAI Daop 1 Jakarta kembali mengingatkan calon pengguna yang akan melakukan pemesanan tiket untuk keberangkatan dari Stasiun Gambir, Pasar Senen, Bekasi, Cikampek dan Karawang bahwa untuk keberangkatan mulai 26 Oktober 2021 wajib menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
PT Kereta Api Indonesia (Persero) kembali mengizinkan anak-anak usia di bawah 12 tahun naik kereta api mulai hari ini, 22 Oktober 2021.
Instran menyoroti isu PT Kereta Commuter Indonesia oleh PT MRT Jakarta yang terkesan tertutup atau dilakukan secara sembunyi kepada masyarakat.
Okupansi penumpang KRL Yogyakarta-Solo mengalami peningkatan pada Oktober sebesar 56 persen bila dibandingkan September yaitu dari 3.526 pengguna per hari menjadi 5.488 penumpang per hari.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan kembali livery vintage era 1953 - 1991 pada tiga unit lokomotif seri CC 202 guna mengenang masa lalu. Hal itu untuk memperingati 35 tahun operasional KA Batu Bara Rangkaian Panjang (Babaranjang) yang jatuh pada 1 Oktober 2021.
Dalam ekosistem KRL Jabodetabek di masa sebelum pandemi yang mampu melayani hingga satu juta pengguna per hari, mayoritas pengguna memakai KMT.
Pada awalnya, Jokowi menegaskan bahwa Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung skema bisnis business to business, sehingga tidak menggunakan APBN.