Sebanyak 741 Siswa SD Kota Jogja Berpeluang Masuk Sekolah Baru lewat Jalur Bibit Unggul
Penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2020 di DIY mulai digelar.
Penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2020 di DIY mulai digelar.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul meminta sekolah tetap melayani pendaftaran secara langsung di sekolah atau offline dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2020/2021. Pasalnya, tidak semua sekolah di Bumi Projotamansari dapat memgakses jaringan Internet seperti di wilayah pedalaman.
Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sleman akan dimulai awal Juni mendatang dengan menggunakan sistem online. Ada tiga jalur yang digunakan dalam PPDB ini.
Siswa yang ingin mendaftar dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online jenjang SMA/SMK di DIY tahun 2020 lewat jalur prestasi perlu memperhatikan petunjuk teknis PPDB. Sebab, hal ini berkaitan dengan zona sekolah yang dituju.
Masa penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk jenjang SMA/SMK di DIY akan dimulai pada awal Juni mendatang. Seluruh prosesnya akan dijalankan dengan sistem daring atau online.
Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY mewajibkan adanya pakta integritas untuk mencegah pemalsuan syarat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarimakan tetap memberlakukan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru(PPDB) 2020 mendatang.
Persoalan yang membelit Muhammad Pasha Pratama, siswa yang terlempar dari SMPN 2 Karangmojo, Gunungkidul, dalam Penerimaan Peserta Didik baru (PPDB) 2019, dinyatakan selesai setelah dia bersekolah di SMP Eka Kapti, Karangmojo.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, Ismardoko menyampaika dua SMP di Bantul masih kekurangan siswa. Menurutnya kuota untuk di dua sekolah tersebut dikhususkan untuk anak dari keluarga yang kurang mampu.
Masalah 260 nama calon siswa SMP negeri di Kabupaten Sleman yang hilang dari database penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Sleman mulai menemui titik terang. Data calon siswa yang nilainya melebihi passing grade, namun namanya tidak muncul dalam pengumuman atau database, akhirnya pada Kamis (4/7/2019) bisa diterima pihak sekolah.