PPDB SMP, Masih Ada Orangtua Kebingungan
Sejumlah orangtua mengeluhkan sistem pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP di Kulonprogo.
Sejumlah orangtua mengeluhkan sistem pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP di Kulonprogo.
Banyak wali murid ingin mencabut berkas lantaran anaknya berada di zona merah dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 hari kedua di SMPN 1 Wonosari. Namun, harus menunggu ratusan berkas diverifikasi terlebih dahulu supaya sebelum mencabutnya.
Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sejumlah SMP Negeri di Kulonprogo pada Senin (1/7/2019) diwarnai sejumlah masalah.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengklaim sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 dapat mengatasi masalah putus sekolah di Indonesia.
Pemerhati anak Seto Mulyadi yang akrab disapa Kak Seto mendambakan anak-anak berangkat sekolah dengan bersepeda ria seperti dulu, seiring penerapan zonasi.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengusulkan agar kebijakan zonasi pendidikan segera diatur ke dalam Peraturan Presiden (Perpres).
SMAN 1 Temon, Kecamatan Temon kekurangan murid setelah lima calon muridnya ternyata memilih mendaftar ke sekolah lain dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019.
Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menganalisis penyebab masih adanya sekolah yang daya tampungnya belum terpenuhi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini.
Wali Kota Bogor, Jawa Barat Bima Arya Sigiarto mengaku akan memberikan tindakan tegas berupa pemberhentian kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat penggunaan alamat fiktif dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019. Kasus pendaftar PPDB beralamat fiktif ditemukan Jumat (29/6/2019) malam.
Calon peserta didik yang sudah terlempar dari sistem seleksi PPDB DIY 2019 jenjang SMA/K, dimungkinkan bisa masuk lagi dan diterima ke sekolah negeri.